fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Masuk Tahap Lelang, Pembangunan Jalan Ngalang-Tawang Kembali Dilanjutkan

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pemerintah akan melanjutkan kembali pembangunan akses jalan di sisi utara Gunungkidul yaitu Ngalang-Tawang. Saat ini Pemda DIY sedang melakukan tahapan lelang atas proyek pembangunan infrastruktur tersebut. Nantinya jika sudah didapatkan pemenang lelang maka akan dilanjutkan dengan pengerjaan fisik.

Pendamping Lapangan Pekerjaan Provinsi, Harno mengatakan, tahun 2021 ini pemerintah akan melanjutkan pembangunan jalan alternatif di sisi utara yang nantinya akan terhubung dengan jalan di wilayah Gayamharjo-Prambanan dan exit tol itu. Saat ini, Pemkab Gunungkidul masih menunggu hasil proses lelang.

“Tahun 2020 lalu tidak ada pengerjaan fisik. Baru akan dilanjutkan di 2021 ini, sekarang sudah proses lelang di Pemda DIY karena pekerjaan ini merupakan ranah provinsi,” kata Harno, Sabtu (20/02/2021) saat dikonfirmasi pidjar.com.

Sembari menunggu hasil lelang untuk pembangunan fisik diisi dengan kegiatan pembersihan karangkitri dan bangunan yang ada disekitar lahan tersebut. Adapun untuk ruas jalan Tawang-Ngalang ini dalam proses pembangunannya dibagi menjadi 5 segmen.

Tahun 2021 pemerintah baru akan membangun jalan di segmen 1 yaitu lahan yang berada di Kalurahan Ngoro-oro dan Nglanggeran. Kemudian pembangunan juga akan dilakukan di segmen 5 yaitu masuk di Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari.

“Dari segmen 1 sampai 5 itu panjangnya 9,5 kilometer kemudian akan dibangun di segmen 1 dan 5 dengan panjang jalan 3 kilometer,” tambah dia.

Pembangunan jalan itu juga akan dibuat sebuah jembatan yang berdiri di segmen 5 dengan panjang 70 meter. Sementara di segmen 2,3, dan 4 rencananya akan dilakukan pembangunan pada tahun anggaran 2022 dan 2023 disesuaikan dengan kemampuan Pemda DIY.

Disingging mengenai estimasi anggaran untuk pembangunan jalan alternatif itu, Suharno belum bisa berkomentar banyak karena saat ini masih proses lelang. Kedepan baru akan diketahui setelah lelang selesai.

“Jalur ini dalam jangka panjang akan terkoneksi dengan exit tol dan kalau ke selatan ke JJLS,” imbuh Harno.

Sebagaimana diketahui, jalur di kawasan utara ini membelah pegunungan utara Gunungkidul. Pada tahun 2019 lalu, pemerintah telah menyelesaikan pembangunan jalan antara Gading-Nguwot sepanjang 6 kilometer dan dilengkapi dengan 1 jembatan sepanjang 100 meter. Mulanya akan dilanjutkan tahun 2020, namun karena pandemi kemudian baru bisa dilanjutkan tahun ini.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Gunungkidul, Wadiyana beberapa waktu lalu mengatakan dengan adanya pembangunan jalan di kawasan utara ini diharapkan mampu memberikan pilihan jalur alternatif bagi lalu lintas yang berasal dari Jawa Tengah menuju Gunungkidul.

Mengingat sekarang ini, volume kendaraan yang masuk terus mengalami peningkatan. Arus lalu lintas di jalur utama Jogja-Wonosari pun juga sering macet di waktu tertentu sehingga diharapkan jalur anyar ini mampu mengurai kemacetan.

“Harapan besar pemkab untuk kesejahteraan masyarakat tentunya. Perekonomian tentunya akan tumbuh dengan sendirinya dengan dibukanya jalur anyar,” imbuh dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler