fbpx
Connect with us

Sosial

Menanti Kesembuhan Pasien Positif Corona Pertama di Gunungkidul

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul masih menunggu perkembangan hasil lab pasien positif corona asal Kecamatan Ponjong. Kendati demikian, pemerintah optimis bahwa pasien akan dinyatakan negatif dan berarti sembuh. Saat ini, kondisi yang bersangkutan terus membaik dan nyaris tak ada keluhan.

Diceritakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty, pasien positif corona sampai dengan saat ini masih terus menjalani isolasi di RSUD Wonosari. Perawatan dan isolasi dilakukan sambil menunggu hasil lab yang saat ini masih dalam antrean.

“Kita masih menunggu hasilnya yang belum keluar,” terang Dewi, Kamis (02/04/2020).

Pihaknya optimis, pasien tersebut akan dinyatakan negatif. Sebab, pasien sendiri selama ini mulai dari sebelum dinyatakan positif, hingga dijemput untuk isolasi diri di RSUD Wonosari kondisinya cukup stabil dan tidak ada keluhan.

“Optimis lah, sejak dipulangkan sampai dijemput dan sekarang itu sudah baik tidak ada keluhan. Kasihan juga kan diisolasi kelamaan gara-gara nunggu hasil lab,” terang Dewi.

Sementara itu, Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistiyowati memaparkan, satu pasien yang diisolasi oleh RSUD Wonosari sejak 26 Maret kemarin kini dalam keadaan baik. Artinya, pasien tidak terlihat sakit seperti menderita batuk, pusing atau hal lainnya selayaknya orang terjangkit virus corona.

“Kondisinya baik, tidak ada keluhan apa-apa,” kata dia.

Heru menambahkan, selain itu, pasien juga tidak mengalami gangguan saat tidur. Selama isolasi pasien mendapatkan jatah makan sebanyak 3 kali dan kepada pasien tersebut pihaknya juga mengambil swab setiap dua hari sekali.

“Masih menunggu hasil lab, tiap 2 hari diambil swab dan dikirim ke BTKLPP Yogyakarta. Hasilnya keluar 4 sampai 5 hari,” jelas dia.

Pengambilan swab akan dilakukan secara terus menerus hingga pasien dinyatakan negatif. Untuk itu, pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap kondisi kesehatan pasien.

“Nunggu evaluasi lab swab sampai dua kali dinyatakan negatif,” terang dia.

Data per tanggal 2 April 2020 ini pemerintah mencatat ada 735 berstatus ODP dan 30 orang PDP. Hingga saat ini juga tidak ada penambahan pasien positif.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler