fbpx
Connect with us

Sosial

Tak Daftarkan Seluruh Pekerja ke BPJS Ketenagakerjaan, Pabrik Sarung Tangan di Semin Diadukan

Published

on

Semin,(pidjar.com)–PT Woneel Midas Leathers yang terletak di Padukuhan Bangunsari, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semin menjadi salah satu perusahaan manufaktur besar pertama yang beroperasi di Gunungkidul. Hal ini sempat menjadi angin segar perihal akan membanjirnya investasi dan serapan tenaga kerja yang akan memutar roda perekonomian. Apalagi kemudian, perusahaan tersebut dikabarkan dikelola oleh perusahaan asing yang diharapkan memberikan kesejahteraan lebih bagi para pekerjanya.

Namun dalam perkembangannya, sejumlah pelanggaran mulai terendus. Bahkan, salah seorang mantan petinggi perusahaan tersebut, mengeluhkan adanya pengabaian terhadap pemenuhan hak para karyawan di perusahaan sarung tangan dengan skala ekspor ini. Salah satunya adalah berkaitan dengan jaminan sosial untuk para pekerja. Dari sekitar 700 pekerja pabrik tersebut, baru 30 persen pekerja yang terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan.

Mantan karyawan PT Woneel Midas Leathers, P mengatakan, perusahaan di mana ia sempat bekerja sudah beroperasi selama beberapa tahun. Selama ini, ada sekitar 700 pekerja dari berbagai bidang yang dipekerjakan di perusahaan tersebut. Menurut dia, selama tiga tahun ini, baru sekitar 165 orang pekerja saja yang didaftarkan sebagai anggota jaminan ketenagakerjaan yang sebenarnya menjadi syarat wajib dari pemerintah.

“Sekitar tiga tahun ini, baru 165 orang yang didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan,” terangnya kepada pidjar.com.

Berkaitan dengan pemenuhan hak pekerja ini sebenarnya telah diperjuangkan oleh berbagai pihak. Bahkan, sudah pernah ada laporan ke Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi dan dewan pengawas mengenai permasalahan yang ada ini. Namun demikian, sampai dengan saat ini  tidak ada tidak lanjut dari dinas untuk penyelesaian permasalahan tersebut.

“Karena ada ketidakberesan ini, saya memilih mengundurkan diri,” beber dia.

Bahkan belum lama ini ada hampir 200 karyawan tidak diperpanjang kontrak dengan alasan yang tidak diketahui. Belum lagi, perusahaan justru menerima pekerja dari luar daerah. Rumor yang beredar ada hak lain yang tidak terpenuhi.

Sementara itu, salah seorang mantan pegawai operasional yang enggan disebut namanya mengatakan, perusahaan yang diresmikan sejak 2019 lalu tersebut banyak tidak memenuhi hak-hak karyawan. Setelah kontraknya tidak diperpanjang, ia mengaku belum memiliki BPJS Tenagakerjaan.

“Saya juga kadang lembur untuk mengejar target karena semuanya ini ditarget untuk produksinya,” tuturnya.

Menurutnya, beberapa waktu sebelum keluar, ia sempat menanyakan perihal BPJS Ketenagakerjaan lantaran ia sendiri belum menerima kartu kepesertaannya. Namun jawaban yang diperoleh, masih dalam proses.

“Katanya masih proses, tapi sampai habis kontrak saya, belum juga dikasih,” jelas dia.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Tenaga Kerja, Disnakertras Gunungkidul, Ahsan Jihadan mengatakan dirinya belum tahu mengenai laporan yang dimaksud.

“Coba tanyakan ke BPJS yang punya update data. Saya tidak tahu,” kata Ahsan.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gunungkidul, MM Dhian Novita mengaku belum mengetahui pasti berapa jumlah karyawan PT Woneel Midas Leathers yang didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan. Namun demikian ia memastikan, atas nama PT Woneel Midas Leathers sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami hanya memproses yang didaftarkan oleh perusahaan. Kalau sesuai aturan, semuanya seharusnya didaftarkan. Masalahnya, kami tidak tahu berapa total karyawan di sana,” tandas Dhian.

Saat ditanya mengenai berapa pekerja di perusahan tersebut yang didaftar sebagai peserta BPJS Tenaga Kerja, Dhian enggan menjelaskan lebih lanjut. Ia menyebut bahwa data tersebut merupakan data rahasia.

Sementara itu, hingga berita ini dilansir, masih belum ada konfirmasi dari pihak manajemen PT Woneel Midas Leather berkaitan dengan hal ini.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler