fbpx
Connect with us

Sosial

Menikah di Dalam Rutan, Terpidana Kasus Narkoba Harus Langsung Pisah Dari Istri

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Cinta sejati memang tak terbatas oleh apapun. Jeruji penjara yang terbentang, tak mampu melunturkan cinta dan kesetiaan antara dua sejoli, SDR (24) warga Desa Pulerejo, Kecamatan Weru, Sukoharjo, Jawa Tengah dengan kekasihnya. Meski hingga saat ini harus menjalani hukuman penjara, SDR justru berhasil mempersunting kekasihnya tersebut.

Jumat (07/09/2018) lalu, keduanya melangsungkan pernikahan. Tidak pernah tergambar di benak keduanya, jika pernikahan yang digadang-gadang akan berlangsung meriah di rumah layaknya pesta pernikahan lain justru harus dilakukan di rumah tahanan. SDR mengikat janji suci tersebut di Masjid Rutan dan hanya dihadiri oleh sejumlah sanak saudara dengan kondisi ala kadarnya. Suasana keharuan pun sangat jelas terpancar dari SDR. Penyesalan yang bercampur dengan kebahagian dirasakannya usai prosesi ijab qobul.

SDR sendiri harus menjalani masa hukuman selama 4 tahun di balik dinding tebal rumah tahanan Kelas IIB Wonosari lantaran kasus narkoba. Berapa waktu selepas vonis dijatuhkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Wonosari, dari pihak keluarga kemudian mengajukan ijin ke petugas Rutan untuk melangsungkan Ijab Qobul.

“Jumat lalu memang benar telah diselenggarakan Ijab Qobul oleh salah satu warga binaan kami di Masjid At Taubah Rutan Wonosari,” ucap Kepala Rutan Kelas IIB Wonosari, Suherdi, Selasa (11/08/2018).

Dipaparkan Suherdi, pihaknya sempat memberikan waktu selama beberapa jam kepada SDR dan istri beserta keluarganya untuk berkumpul usai prosesi akad nikah. Setelah itu, SDR dan istrinya harus kembali dipisahkan dengan jarak dan tebalnya tembok rutan Wonosari.

Dipaparkan Karutan, SDR sendiri terjerat kasus peredaran narkoba di wilayah Gunungkidul. Pada tanggal 21 April 2018 silam, anggota Satresnarkoba Polres Gunungkidul menangkap SDR di wilayah Pandanan, Sumberejo, Kecamatan Semin. Pasalnya pemuda yang masih berstatus mahasiswa dan memiliki sejumlah tato di tubuhnya itu berkedapatan mengedarkan narkoba jenis shabu-shabu.

Sementara itu, Kasi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Wonosari, Ardiyana mengatakan, pihaknya menerima permohonan izin menikah dari salah satu tahanan sejak 2 minggu lalu. Saat itu keluarga berkonsultasi dengan pihak Rutan untuk menyelenggarakan prosesi pernikahan. Akhirnya kemudian disepakati bahwa pernikahan akan dilangsungkan pada Jumat, 7 September 2018 kemarin.

“Tidak ada persiapan khusus. Semua tahanan sebenarnya bisa (menikah di dalam rutan) kalau memang syarat-syarat yang dibutuhkan sudah lengkap. Kemudian kondisinya pun juga mendesak,” kata Adriyana.

Menurutnya, sebelum masuk ke penjara dari pihak keluarga telah ada pembicaraan terkait pernikahan SDR dengan kekasihnya itu. Namun sayangnya ditengah perjalanan, SDR justru tersandung kasus peredaran narkoba hingga harus mendekam di penjara. Rencana itu sempat tertunda beberapa waktu lalu, namun karena kondisi yang semakin mendesak maka ijab qobul pun kemudian dilangsungkan di rumah tahanan.

“Kasihan juga kalau yang perempuan harus menunggu 4 tahun lamanya,” terang dia. (Arista Putri)

Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler