Pariwisata
Pariwisata Gunungkidul Masih Jago Kandang, Bupati Siapkan Program Datangkan Wisatawan Mancanegara
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemrintah Kabupaten Gunungkidul langsung tancap gas untuk mengembangkan potensi pariwisata di masa pemerintahan Bupati Sunaryanta. Selain menjalin kerjasama dengan investor, purnawirawan TNI AD tersebut saat ini juga terus menjalin komunikasi dengan biro wisata serta kedutaan. Hal ini dilakukan untuk menarik wisatawan mancanegara berkunjung ke Gunungkidul. Kendati demikian, diakui bahwa saat ini masih banyak aspek yang perlu diperbaiki untuk menyambut kedatangan wisatawan asing itu.
Sunaryanta menuturkan, selama ini, dari jutaan wisatawan yang datang ke Gunungkidul, hampir seluruhnya merupakan wisatawan domestik. Sebagian besar dari wisatawan yang datang masih terbatas berasal dari wilayah DIY dan Jawa Tengah. Hal ini tentu menjadi catatan bagi awal masa pemerintahannya untuk mendongkrak sektor pariwisata, baik dalam hal kuantitas maupun kualitas.
“Sangat sedikit yang berasal dari luar, kebanyakan masih dari DIY, Jateng dan sedikit dari luar jawa,” kata dia, Selasa (16/03/2020).
Ia menambahkan, sedikitnya wisatawan mancanegara yang datang ini menjadi pekerjaan rumah besar di masa pemerintahannya. Guna menarik para wisatawan asing ini, dirinya saat ini menjalin komunikasi dengan sejumlah kedutaan besar baik dari Asia maupun Eropa untuk menawarkan destinasi wisata yang ada di Gunungkidul.
“Ke depan saya akan komunikasi lebih intensif lagi, agar wisatawan luar negeri datang ke Gunungkidul. Supaya mereka menghabiskan uang mereka di Gunungkidul dengan belanja membeli produk lokal Gunungkidul. Dampaknya tentu masyarakat akan sejahtera,” terang dia.

Namun demikian, diakuinya bahwa hal semacam ini cukup berat. Saat ini baru beberapa destinasi wisata yang siap menerima wisatawan luar negeri. Artinya, masih banyak destinasi wisata yang masih belum standar dalam pemenuhan fasilitas umum dalam memberikan servis kepada wisatawan manca negara ini.
“Contoh kecil saja, kamar mandi apakah seluruh destinasi wisata yang ada punya kamar mandi yang standar untuk wisman? Untuk mereka yang berkantong tebal. Ini yang contoh kecil saja yang dijadikan contoh,” lanjut Sunaryanta.
Untuk mempercepat hal itu, dirinya memiliki gagasan untuk menawarkan destinasi wisata yang ada di Gunungkidul kepada investor yang pro dengan rakyat. Sehingga pembangunan akan lebih cepat dan obyek wisata ini layak dijual untuk wisatawan kelas atas.
“Saat ini kita sadari, anggaran daerah berapa, jika harus dikelola dengan dana desa, anggaranya tidak cukup. Solusinya kita tawarkan kepada investor yang pro rakyat, tentu itu pilihan terakhir. Kalau masyarakat mampu membangun sendiri dan mampu mengelola sendiri, tentunya akan lebih bermanfaat,” jelas dia.
Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti. Ia mengatakan bahwa pemikiran bupati sebenarnya sangat logis mengingat kondisi APBD Gunungkidul yang masih belum mampu untuk membangun sarana prasarana pariwisata. Sehingga dalam hal ini, investasi menjadi kunci penting untuk mempercepat penyiapan destinasi. Namun tentu dengan tetap melibatkan masyarakat lokal dan kearifan lokal yang ada.
“Ketika semua sudah disiapkan, Gunungkidul sangat layak dikunjungi wisman, saat ini pun sudah ada beberapa destinasi yang siap menerima tamu wisman walau rata-rata bukan dikelola pemerintah,” kata Asti.
Ia menambahkan, selain sektor investasi, destinasi wisata juga didorong untuk menyajikan atraksi yang layak jual. Maka demgan begitu, secara otomatis orang berkeinginan menjelajah lokasi wisata yang ada.
Artinya wisatawan nantinya akan butuh waktu lebih lama untuk menikmati potensi yang ada. Pada titik ini, industri hotel dan penginapan akan berkembang seiring kebutuhan wisatawan untuk berlama-lama di Gunungkidul.
“Contoh sederhananya Nglanggeran, yang sudah bisa mengemas atraksi untuk wisatawan dari mulai kunjungan 1 hari sampai dengan 7 hari. Tentu jasa penginapan jadi dibutuhkan dan homestay di Nglanggeran juga sudah menikmati uang kunjungan wisatawan,” terang Asti.
“Jadi saling berkait, inovasi atraksi harus terus digali agar wisatawan betah. Kalau sudah betah kan jadi pengen menginap,” sambung Asti.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized3 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
