Peristiwa
Pelarangan Mudik, Pengusaha Angkutan Darat Kian Terpukul
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Selama pandemi covid19, bisnis angkutan darat seolah terkenal pukulan berat. Terlebih sudah dua kali lebaran ini mudik tidak diperbolehkan. Dimana, biasanya para pengusaha yang membidangi transportasi darat meraup berkah lebaran karena menjadi trasnportasi alternatif bagi para pemudik.
Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Gunungkidul, Henry Ardyanto mengatakan, pihaknya tak bisa melakukan banyak hal. Selama pandemi ini saja ia sudah mengurangi operasional bus miliknya sebanyak 50%.
“Pandemi ini seakan menjadi pukulan berat bagi pengusaha transportasi, kami sudah melakukan diskusi dari pusat hingga daerah dan melakukan audiensi dengan Kemenhub untuk mencari solusi,” kata Henry, Selasa (30/03/2021).
Henry menambahkan, para pengusaha angkatan darat bersama para crew angkutan sebetulnya sudah menerima vaksin. Pihaknya juga secara rutin melaporkan bagaimana ketatnya protokol kesehatan pada transportasi darat.
“Selalu kita rapatkan, tapi seakan sudah mentok tidak ada solusi, momentum lebaran akan dua kali ini kami rasakan tanpa penghasilan,” jelas Henry.

Ia memaklumi langkah pemerintah untuk mengurangi eskalasi penyebaran covid19 jika mudik diperbolehkan. Kendati demikian, ia cukup menyayangkan dimana solusi bagi pengusaha angkutan darat hanya pada bantuan tunai.
“Bisa dikatakan semakin terpuruk, sebelum pandemi saja pengusaha transportasi di daerah seperti angkudes, angkot, angkutan antar kota dalam provinsi atau angkutan antar kota antar provinsi saja sudah dalam level bertahan karena menurunnya animo masyarakat,” tutur Henry.
Wacana yang dikeluarkan Menhub berkaitan dengan mudik diperbolehkan beberapa waktu lalu, seakan hanya harapan palsu. Padahal, lanjut Henry, banyak yang sudah mempersiapkan armada, dan protikol kesehatan.
“Walaupun kami tau jika mudik diperbolehkan tidak bisa melayani 100% tapi paling tidak ada harapan penghasilan,” kata dia.
Ia berharap pemerintah segera memberikan solusi strategis bagi para operator bus tentu saja selain bantuan tunai. Mengingat sejauh ini para pengusaha angkutan darat memiliki banyak karyawan.
“Ibaratnya saat ini hasil bis yang jalan untuk menutup operasional hanya pas. Penghasilan sangat minim,” ujar Henry.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Gunungkidul, Wahyu Nugroho mengatakan pihaknya hingga kini masih menunggu petunjuk teknis mengenai pelarangan mudik. Ia sendiri tak bisa berbuat banyak berkaitan dengan aktivitas angkutan darat lantaran kebijakan secara terpusat.
“Kami masih menunggu juknisnya untuk pelarangan mudik ini,” tandasnya.
-
Uncategorized1 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial3 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized2 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Pemerintahan3 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized6 hari yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemuda 22 Tahun Ditemukan Gantung diri di Dapur Rumah
-
Uncategorized1 hari yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragis, Lansia di Candirejo Ditemukan Meninggal Terbakar
