Pariwisata
Pelesir ke Watu Lumbung, Pantai Nan Eksotis di Timur Gunungkidul
Girisubo,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Bumi Gunungkidul seolah menjadi surga bagi para wisatawan yang suka akan alam dan tantangan. Salah satu obyek wisata yang selama ini diminati oleh kawula muda untuk lebih mengenal alam terbuka dan menghabiskan waktu akhir pekan adalah pantai Watu Lumbung. Pantai ini memiliki keunikan tersendiri, sehingga menjadi pemikat wisatawan.
Pantai Watu Lumbung berada di wilayah Kalurahan Balong, Kapanewon Girisubo atau berada di ujung timur Kabupaten Gunungkidul. Letaknya yang sedikit tersembunyi dan terdapat bebatuan karang yang berbeda dibandingkan dengan karang lainnya merupakan ciri khas pantai ini.
Untuk sampai ke obyek ini memang memerlukan waktu lebih lama dibandingkan dengan menuju pantai-pantai populer lainnya. Dari pusat kota Wonosari membutuhkan waktu 45 menit sampai dengan 1 jam perjalanan, meksipun lama namun wisstawan tidak akan merasakan bosan di perjalanan. Karena jalanan yang dilalui menyuguhkan pemandangan cukup memukau. Selain itu, jika mereka dapat mengambil sudut pemotretan yang tepat, jalan yang dilalui pun bisa sebagai tempat selfie.
Seperti yang diungkapkan oleh seorang pengunjung, Fitriana. Dirinya begitu terkesan saat sampai di pantai Watu Lumbung ini. Bagaimana tidak, ada tantangan tersendiri untuk sampai ke pantai ini dari parkiran yang disediakan oleh masyarakat setempat. Menyusuri jalan setapak yang seolah membelah perbukitan.
Sebenarnya sepeda motor juga bisa melintasi jalur ini, hanya saja membutuhkan tenaga ekstra dan kondisi kendaraan juga harus benar-benar baik.

“Rasa capek di perjalanan bisa terobati setelah sampai di bukit. Pemandangannya luar biasa indahnya, silir angin pantai menambah suasana semakin syahdu,” kata Fitriana.

Pantai ini memang agak tersembunyi. Seolah diapit dengan gunung dan pantai Wediombo yang berada di sampingnya. Hamparan pasir putih masih menjadi ciri khas umum pantai Gunungkidul, bibir pantanya tidak terlalu luas. Ada yang unik di pantai ini yakitu terdapat dua batu karang yang menjulang di tengahan pantai.
Jika ombak datang, bebatuan inilah yang membelah deburan ombak. Dalam kondisi pasang, bebatuan karang yang ada akan tenggelam di perairan.
“Didominasi batuan besar kalau pantai ini. Indag banget lah pokoknya banyak spot yang bagus dan instragamable,” tambah dia.
Berada di pantai ini sangat tenang dan nyaman. Kebersihannya pun terjamin, para masyarakat dan pengelola menekankan untuk menjaga kebersihan pada wisatawan yang berkunjung. Pemandangan lautan lepas, batuan karang dan gunung yang menjulang ditemani dengan kicau burung menambah syahdu saat menikmati sunrise atau sunsite disini.
“Jadi paket komplit yaa. Kalau cuma mau melihat pemandangan di atas bukit ya bisa bagus juga, kalau mau main air dan menikmati pantai bisa turun,” sambungnya.

Nilai tambahan lain dari pantai ini adalah terdapat spot-spot pemancingan. Pantai ini juga sering digunakan oleh pecinta mancing untuk menyalurkan hobi mereka. Saat berkunjung di pantai ini, selain pemandangan pengunjung juga melihat sejumlah pemancing yang berjajar, menunggu umpan mereka dimakan ikan di laut.
Sementara itu, Koordinator Satlimnas SAR Wilayah I, Sunu Handoko Bayu mengatakan selama ini pantai Watu Lumbung memang diminati kawula muda untuk camping. Pengelola di obwis tersebut juga mulai bebenah dalam segi pelayanan. Dari 16 pantai di sisi timur baru ada 4 pos SAR yang petugasnya standby di lokasi. Dirinya menghimbau kepada wisatawan yang berkunjung ke pantai yang belum terlalu ramai dan tidak ada petugas SAR standby untuk lebih memperhatikan keselamatannya dan mrmatuhi himbauan tertulis maupun lisan.
“Ya himbauan selalu kami berikan. Kalau untuk yang belum ada pos SARnya kita biasanya pemantauan mobile dan bersinergi dengan pengelola ataupun pedagang setempat. Jika sekiranya membutuhkan bantuan atau ada kejadian mereka lapor ke kita,” ucap Sunu.
Dari 16 pantai yang ada, 5 diantaranya cukup ramai pengunjung diantaranya Sadeng, Jungwok, Wediombo, Siung, dan Timang. Kawasan ini ramai dikunjungi keluarga dan kalangan lain. Sedangkan pantai lainnya mayoritas kawula muda untuk camping.
“Pantauan hari ini kunjungan wisata berangsur pulih. Kita tetap lakukan penertiban penggunaan masker dan prokes. Selain SAR yang gerak juga ada operasi non yustisi gabungan dari SAR, angkatan laut, dan Polair di pantai Sadeng,” tutup Sunu.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized1 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
