fbpx
Connect with us

Sosial

Pemerintah Targetkan Panen Padi Kuartal Pertama Capai 240 Ribu Ton Gabah Kering

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul memprediksi pada akhir Januari 2021 sejumlah wilayah di zona selatan sudah mulai melakukan panen padi. Hal tersebut karena wilayah ini lebih dulu melakukan penanaman padi jika dibandingkan dengan daerah lain.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan kawasan selatan akan lebih dulu panen jika dibandingkan dengan daerah lain. Kemudian pada bulan Februari sampai dengan awal Maret akan disusul zona tengah dan utara.

“Jenis padi Gogo yang akan dipanen lebih dulu dan baru padi sawah atau ladang lainnya,” kata Raharjo Yuwono, Minggu (03/01/2021).

Adapun luas lahan yang terlaporkan melakukan tanam padi sampaindengan akhir november seluas 48.104 hektar. Dimungkinkan luasan ini akan bertambah, mengingat laporan di bulan Desember belum tercatat. Pemerintah berharap pada panen kuartal pertama 2021 padi yang diperoleh mencapai 240.000 ton sampai 250.000 ton gabah kering giling (GKG). Kemudian pada musim kedua dan ketiga bisa meningkat kembali.

“Harapannya dalam satu tahun bisa produksi gabah sebanyak lebih dari 290.000 ton GKG,” sambung dia.

“Untuk serangan hama diupayakan ditekan dengan gerakan pengendalian yang dilakukan oleh para petani,” paparnya.

Ia mengatakan produktifitas padi di tahun 2020 lalu mencapai 291.772 ton GKG di lahan seluas 54.949 hektare. Untuk konversi beras mencapao 183.828 ton beras, sedangkan kebutuhan pertahunnya hanya 62.254 ton. Patut disyukuri, sektor pertanian terus meningkat setiap tahunnya bahkan dalam masa pandemi seperti ini produktifitas pertanian tetap surplus.

“Harapannya di 2021 ini bisa meningkat hasilnya, kita tidak muluk-muluk meningkat sedikit pun menjadi kepuasan dan keberhasilan petani dalam bercocok tanam,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler