fbpx
Connect with us

Politik

Pengurus DPW Dukung Sunaryanta Langsung Diberhentikan, NasDem: Tak Ada Ruang Untuk Politisi Pragmatis

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Panasnya suhu politik jelang pencoblosan Pilkada Gunungkidul 2020 mulai memakan korban. Wakil Ketua Bidang PPM DPW NasDem DIY, WS Kuncara tersingkir dari jabatannya. Hal itu lantaran, yang bersangkutan memilih untuk mengalihkan dukungannya kepada Sunaryanta-Heri Susanto. Sebagaimana diketahui, pada Pilkada Gunungkidul 2020 ini, Partai NasDem mengusung pasangan Immawan-Martanty sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul.

Kepada pidjar.com, Kuncara menyebut bahwa ia telah menyatakan untuk mendukung pasangan Sunaryanta-Heri Susanto. Berkaitan dengan keputusan ini, ia pun telah mengirimkan surat pengunduran dirinya kepada DPP Partai NasDen tertanggal 3 November 2020 lalu. Pernyataan pengunduran diri ia kirim melalui pesan Whatsapp.

“SK saya dulu saya terima melalui WA sekitar bulan Juli 2020. Selain ke DPP (surat pengunduran diri) juga saya tembuskan ke Sekjen DPD NasDem, Suharno,” kata WS Kuncara, Kamis (05/11/2020).

Kuncoro mengaku bahwa konsekuensi ini harus ia ambil lantaran berseberangan dengan keputusan Partai NasDem. Ia akan merasa berdosa ketika masih menjabat pengurus DPW NasDem DIY, namun tidak memilih calon yang diusung partai.

“Kembali ke komitmen saya, saya ini realistis. Kalau saya memilih di luar partai, saya berdosa terhadap partai. Dari pada saya bergelut dengan hati nurani saya, saya pilih mundur dari jabatan saya,” kata dia.

Dirinya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatan yang belum lama ia duduki itu. Ia juga menjelaskan alasan berpaling ke pasangan nomor urut 4, Sunaryanta-Heri Susanto bukan atas dasar paksaan atau pun iming-iming materi.

Menurutnya keputusan yang ia ambil ini adalah yang sesuai dengan pribadinya. Ia mengaku bahwa tidak ingin melawan apa yang ia inginkan sebenarnya.

“Awalnya saya di Nasdem itu karena dulunya Immawan-Suharno yang akan diusung. Tetapi setelah mengikuti perkembangan ternyata bukan Suharno wakilnya kan,” sambungnya.

Salah satu anggota tim pemenangan Sunaryanta-Heri Susanto, Ratno Pintoyo menyambut baik hadirnya WS Kuncara ke kubunya. Menurutnya, pengalaman Kuncara di bidang politik akan mampu memberikan energi positif bagi pasangan Sunaryanta-Heri Susanto.

“Kami terima dengan senang hati, tambahan 1 suara ini. Tentu ke depan akan kita ajak untuk bersama bagaimana memenangkan Sunaryanta-Heri,” tandas Ratno.

NasDem Tepis Isu Kader Membelot di Pilkada Gunungkidul

Menanggapi manuver yang dilakukan oleh Kuncara, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah NasDem DIY, Subardi menyebut bahwa hal ini adalah keputusan pribadi yang bersangkutan. Anggota DPR RI ini menegaskan bahwa seluruh kader NasDem di Gunungkidul solid memenangkan pasangan nomor urut 02, Immawan Wahyudi – Martanti Soenar Dewi dalam Pilkada Gunungkidul. Subardi menyebut bahwa hijrahnya Kuncara tak berpengaruh besar terhadap kader-kader lainnya lantaran yang bersangkutan memang tidak dikenal.

“Saya saja tidak kenal meski dia ditunjuk sebagai pengurus DPW. Kalau untuk kader, pengurus dan anggota DPRD Fraksi NasDem tetap solid memenangkan Immawan-Martanty, tidak ada yang membelot,” tegasnya.

Subardi mempersilahkan Kuncara untuk mendukung paslon lain. Hal ini tentunya diikuti dengan konsekuensi adanya pemberhentian dari jajaran pengurus. Menurut Subardi, di NasDem tidak ada ruang bagi politisi yang pragmatis atau bahkan mengutamakan kepentingan pribadi.

“Saya tegaskan, siapapun kalau bermain politik transaksional otomatis dipecat. Tidak ada toleransi sedikitpun bagi kader yang melanggar ideologi partai. NasDem tidak butuh mahar politik. Itu jelas sebagai ideologi partai,” tegasnya.

Lebih lanjut, menurut politisi yang akrab disapa Mbah Bardi ini, NasDem di Gunungkidul memang menjadi sasaran tembak bagi lawan politiknya. Hal ini karena prestasi NasDem dengan gerakan perubahan membuat masyarakat semakin percaya. Terbukti, NasDem mendapat 9 kursi DPRD dan 2 Kursi DPRD Provinsi dalam Pemilu 2019 lalu hingga dapat mengusung sendiri Paslon 02 tanpa berkoalisi.

“Sejak awal kami memilih tidak berkoalisi karena kami menolak politik transaksional. Maka wajar jika banyak yang nyerang NasDem. Itu sudah terbaca,” tuturnya.

Mbah Bardi pun meminta masyarakat tidak terpengaruh dengan isu-isu liar. Ia yakin, masyarakat sudah tahu konsistensi NasDem dalam menjalankan cita-cita pembangunan nasional.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler