Sosial
Periksa Mata Gratis di Joglo Bakmi Jawa, Ribuan Kacamata Langsung Ludes
Semanu,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)—Bakti sosial yang digelar oleh Perkumpulan Netra Permana, Ikatan Keluarga Gunungkidul, dan Bakmi Jawa Gunungkidul mendapatkan sambutan luar biasa dari masyarakat. Ribuan kacamata yang rencananya akan dibagikan gratis kepada warga masyarakat hingga hari Minggu (29/04/2018) dipastikan ludes sejak hari pertama kegiatan bakti sosial dibuka pada Selasa (24/04/2018) siang tadi di Joglo Bakmi Jaya, Mijahan, Kecamatan Semanu.
Ketua Bakmi Jawa Gunungkidul, Benyamin Sudarmadi mengatakan, bakti sosial kali ini merupakan kali kedua pihaknya dalam menggelar kegiatan pemeriksaan dan pembagian kacamata gratis. Yang pertama telah berlangsung beberapa waktu lalu dengan sasaran para siswa di sejumlah sekolah di Gunungkidul. Kali ini, giliran masyarakat umum yang akan mendapatkan kesempatan memeriksakan mata serta mendapatkan kacamata secara gratis.
“Nanti cukup sekedar membayar biaya administrasi sebesar Rp6000, bisa kemudian memeriksakan mata dan jika memang ada masalah pada mata langsung diberikan kacamata secara gratis,” papar Benyamin, Selasa siang tadi di sela-sela acara.
Pada kesempatan ini, pihaknya akan membagikan sejumlah 3000 kacamata yang akan disebar secara bertahap hingga hari Minggu mendatang. Pembagian secara bertahap ini dikarenakan memang untuk pemeriksaan membutuhkan waktu sehingga tidak bisa dilakukan secara serempak. Pada hari pertama sendiri dibagikan 250 kacamata. Nantinya pada hari-hari berikutnya hingga Minggu, per hari pihaknya akan membagi sebanyak 500 kacamata per harinya.
Meski acara baru akan selesai pada hari Minggu mendatang, akan tetapi menurut Benyamin, jumlah kacamata yang akan dibagikan sudah habis. Pihaknya memang telah membuka pendaftaran sejak jauh-jauh hari dengan menyebar formulir pendaftaran ke seluruh Gunungkidul.

“Semua formulir sudah selesai dibagikan karena memang minat masyarakat begitu luar biasa. Kami memohon maaf apabila belum bisa melayani semuanya,” tutur pria yang akrab disapa Pak Ben ini.
Lantaran antusiasme begitu besar ini, Benyamin menjanjikan nantinya kegiatan semacam ini akan menjadi agenda tahunan dari pihaknya. Jika terealisasi, bakti sosial periksa mata gratis ini akan melengkapi kegiatan sunatan massal yang telah belasan tahun digelar oleh Bakmi Jawa Gunungkidul.
“Kita sedang koordinasikan dengan Perkumpulan Netra Permana selaku partner dalam menggelar kegiatan ini. Kemungkinan besar memang akan menjadi agenda tahunan,” urainya.
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Netra Permana, Waluyo Sukadiman yang ditemui di lokasi penyelenggaraan acara menerangkan, pihaknya memang perkumpulan yang mengkhususkan diri pada aktifitas menjaga kesehatan mata warga. Gunungkidul sendiri merupakan wilayah kedua setelah Kabupaten Purworejo yang menjadi sasaran kegiatan pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis.
Pilihan mengurusi masalah organ mata memang menurut Waluyo disebutkannya merupakan bentuk keprihatinan dari menurunnya kesehatan mata dari masyarakat Indonesia. Yang jelas saat ini, pola hidup masyarakat yang begitu sering bersentuhan dengan monitor komputer, hp maupun televisi membuat tingkat gangguan mata juga menjadi sangat besar. Ia meyakini bahwa faktor pola hidup menjadi penyebab mewabahnya penyakit gangguan mata dan bukan karena faktor gizi. Ke depan, kegiatan yang akan dihelat pihaknya tidak hanya akan berkutat pada pemeriksaan dan bagi-bagi kacamata, akan tetapi juga mengkampanyekan pola hidup sehat untuk mata.
“Saya rasa kalau zaman sekarang makanannya sudah penuh nutrisi. Ini sangat mengkhawatirkan karena kemarin kita sempat lakukan pemeriksaan pada para pelajar, sebanyak 10 % yang diperiksa diketahui mengalami gangguan mata, ini sangat besar,” urainya.
Padahal organ mata sendiri merupakan organ yang sangat penting bagi manusia. Banyak diantara warga masyarakat yang tidak menyadari ada masalah pada matanya sehingga aktifitasnya terganggu. Seperti ia pernah menemukan seorang penjahit yang lambat laun tidak bisa bekerja lantaran mengalami masalah pada matanya. Baru setelah kemudian mendapatkan pemeriksaan dan kacamata gratis, warga tersebut akhirnya bisa beraktifitas secara normal kembali dan dapat mencari nafkah.
“Obsesi kita ingin menjangkau masyarakat miskin atau warga yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan,” imbuh dia.
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized4 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized4 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized3 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluKemarau Panjang, 53 Kejadian di Gunungkidul Hanguskan 51 Hektare
-
Uncategorized2 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
