fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Upaya Pemerintah Memurnikan Varietas Segreng Handayani, Padi Beras Merah yang Kaya Manfaat

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Pertanian dan Pangan saat ini tengah berupaya melakukan pemurnian varietas padi lokal segreng handayani. Padi lokal dengan keunggulan tahan terhadap cuaca kering ini saat ini diburu oleh petani luar daerah. Diharapkan jika nanti benih tersebut mampu dipasarkan secara umum akan memberikan keuntungan luar biasa. Langkah konkrit pemerintah yang diambil saat ini yakni dengan mengajukan permohonan benih inti atau nukleus seed Segreng dan Mendel yang tersimpan di BPTP DIY.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, permintaan masyarakat terhadap jenis padi tersebut saat ini cukup tinggi. Untuk itu pihaknya berupaya mengembangkannya dengan meminta bantuan benih sumber yang disimpan di BPTP Balitbangtan DIY.

Ia menambahkan, jenis tanaman tersebut sangat cocok di Gunungkidul. Sebab, padi segreng merupakan jenis padi yang sangat tahan terhadap kering yang sangat erat kaitan dengan bencana kekeringan di Gunungkidul.

“Cocok untuk lahan kering. Terutama di wilayah selatan seperti Girisubo, Rongkop, Tepus,” kata dia.

Selain itu, keunggulan padi tersebut ialah memiliki masa panen yang lebih cepat dibandingkan varietas padi yang saat ini banyak beredar di masyarakat. Sehingga pengelolaan waktu dalam ketersediaan air lebih menguntungkan.

“Cepet panen cepet tanam musim keduanya sehingga tidak tertinggal hujan,” ucap dia.

Selain itu, perkembangan benih padi ini nantinya juga dapat berdampak pada peningkatan jumlah penghasilan petani. Sebab, harga jual dari padi jenis tersebut lebih tinggi dibanding dengan beras putih.

“Beras merah ini punya pasar tersendiri bagi, utamanya penikmat hidup sehat. Karenanya beras merah banyak diburu,” lanjut dia.

Namun, dibalik segala kelebihan itu terdapat kekurangan yang dimiliki. Yakni berkaitan dengan produktifitas padi kering yang dihasilkan.

“Kelemahanya produktifitas kalah dari varitas unggul baru misal ciherang. Rata-rata produktifitas segreng sampai 5 ton per hektar sedang vub bisa 7-8 ton per hektar,” imbuh dia.

Dari segi manfaat, lanjut Raharjo menjelaskan penelitian dari Kristamtini dan Prajitno 2009 menyebutkan bahwa padi varietas Segreng Handayani yang dikembangkan di wilayah Gunungkidul Kecamatan Semanu, Ponjong, Tepus dan Wonosari memiliki beberapa keunggulan.

Diantaranya, warna beras merah pada kulit arinya terkandung β- karoten 488, 65 mikro g 100 g, protein 7,3 , besi 4,2 , dan vitamin B1 0,34, dapat berfungsi untuk menjaga kesehatan jantung dan mencegah penuaan, 3 Nilai jual beras tinggi, 30 lebih mahal dari beras biasa, dan 4 Padi yang toleran terhadap cekaman air.

“Saat ini benih jenis ini banyak diburu oleh petani luar daerah karena keunggulannya itu. Saat ini masih proses pemurnian, tapi di tingkat masyarakat petani khususnya padi jenis ini sudah sangat banyak,” ujar dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler