fbpx
Connect with us

Info Ringan

Rekomendasi 5 Warung Bakmi Jokwo Enak di Jogja

Published

on

Jogja,(pidjar.com)–Berkunjung ke Jogja tentu tak lengkap tanpa mencicipi bakmi khas Jawa yang legendaris. Ada banyak warung tenda maupun cafe yang menyediakan bakmi Jowo enak di Jogja. Salah satu faktor yang membuat bakmi jowo terasa nikmat adalah cara memasaknya. Bakmi tradisional ini tidak dimasak di atas kompor, tapi di atas anglo yang berbahan bakar arang. Selama memasak, sang penjual harus mengipasi bara api agar selalu menyala rata. Berikut ini beberapa tempat yang menjual bakmi jowo enak di Jogja.

1. Bakmi Pak Pele

Bakmi Pak Pele selalu disebut pertama kali ketika berbicara tentang bakmi jowo enak di Jogja. Bukan tanpa alasan, bakmi di warung tenda ini memang enak dan nikmat rasanya. Warung Pak Pele selalu ramai dipenuhi pengunjung setiap malamnya. Warung lesehan ini berada di depan SD Keputran, di sebelah timur bagian selatan Alun-alun Utara Jogja. Pak Pele mulai buka menjelang magrib, sekitar pukul 5.30 sore. Ada tiga varian bakmi jawa di sini, yaitu bakmi godog atau rebus, bakmi goreng, dan bakmi nyemek dengan sedikit kuah. Kita bisa memilih mau pakai mie kuning, mie bihun, atau campuran keduanya. Semua varian bakmi di sini sama-sama berasa nikmat dengan kaldu ayam dan bumbu khas bakmi jawa. Dilengkapi dengan suwiran daging ayam kampung, telur, dan kol. Telur yang dipakai adalah telur bebek yang memiliki rasa lebih gurih dari telur ayam. Seporsi bakmi nikmat Pak Pele bisa dinikmati dengan harga Rp 19 ribu.

2. Bakmi Shibitsu

Bakmi Shibitsu termasuk bakmi jowo enak di Jogjayang wajib dicoba. Sekilas, nama Shibitsu terlihat seperti kata dari Bahasa Jepang. Tapi sebenarnya ini nama keren dari si bisu alias tunawicara. Penamaan ini merujuk pada sang penjual yang memang bisu atau tunawicara. Bakmi racikannya mampu membuat orang membisu, sibuk menikmati kelezatannya. Gerobak bakmi Shibitsu bisa dijumpai di Jalan Raya Bantul Nomor 106. Warung bakmi ini sudah beroperasi sejak 25 tahun yang lalu. Kelezatan bakmi jowonya berhasil membuat pengunjung katagihan untuk balik lagi dan merekomendasikannya ke orang lain. Alhasil, bakmi Shibitsu tak pernah sepi dari pengunjung setiap malamnya. Seporsi bakmi jowo Shibitsu bisa pesan dengan harga Rp 16 ribu.

3. Bakmi Mbah Mo

Enaknya bakmi Mbah Mo begitu terkenal di Jogja sehingga membuat banyak orang penasaran mencoba. Setelah mencoba, akan ketagihan yang kemudian kembali lagi dan menceritakannya kepada orang lain. Karena itulah warung bakmi Mbah Mo selalu dipadati pengunjung, baik masyarakat sekitarnya maupun pengunjung dari luar kota. Warung bakmi Mbah Mo terletak di Desa Code, Bantul. Tepatnya di Jalan Parangtritis Km. 11. Mbah Mo menyediakan variasi bakmi yang semuanya menggoda selera. Bakmi yang dimasak di tungku arang ini menggunakan kuah kental rebusan ayam kampung. Telur bebek digunakan untuk memperkaya citarasa kuahnya. Dilihat dari tampilannya, semangkuk bakmi di tempat ini tampak pucat karena didominasi warna putih dari bihun dan kuahnya. Namun saat disantap, rasa enaknya langsung terasa pada suapan pertama. Bakmi Mbah Mo harganya bervariasi, sekitar Rp 15 ribu – Rp 20 ribu.

4. Bakmi Kadin

Bakmi Kadin disebut-sebut sebagai bakmi kesukaan matan presiden Soeharto. Kedai ini didirikan pada tahun 1947. Nama Kadin merupakan singkatan dari nama sang pendiri kedai, yaitu Mbah Hj Karto dan Kasidin. Lokasinya berada di Jalan Panembahan Senopati nomor 6. Bakmi Kadin menyedian beberapa variasi bakmi godog dan bakmi goreng. Mulai dari bakmi godog atau goreng dengan dan tanpa telur, bakmi istimewa godog atau goreng dengan dan tanpa telur, serta bakmi spesial godog atau goreng dengan dan tanpa telur. Harganya dibanderol mulai dari Rp 11 ribu hingga Rp 25 ribu. Kedai bakmi Kadin selalu dipadati pengunjung. Tapi, kesuksesan kedai ini tidak membuat pemiliknya membuka cabang di tempat lain. Hal ini menjadikan Bakmi Kadin terasa eksklusif karena tidak bisa ditemukan di tempat lain.

5. Bakmi Mbah Gito

Jika ingin suasana berbeda yang lebih nyaman dalam menyantap bakmi jowo, ada Warung Bakmi Mbah Gito. Meskipun dinamai warung, tempat ini sebenarnya lebih mirip cafetaria namun dengan konsep tradisional Jawa yang kental. Semua interior warung, terbuat dari kayu, bambu, dan unsur alam lainnya. Tiang-tiang bangunan di sini dibuat dari batang pohon yang masih menyerupai aslinya. Hiasan dinding dan ruangan pun menunjukan kebudayaan Jawa asli, seperti gamelan, sangkar burung, wayang, arit, topeng, kelapa, dan lain-lain. Para pelayannya pun menggunakan pakaian lurik khas Jawa. Kabarnya, kayu-kayu yang digunakan membangun warung ini diambil dari kandang sapi yang sudah tidak dipakai.

Bakmi Mbah Gito rasanya enak. Kuahnya yang kental merupakan kaldu dari ayam kampung asli. Bakmi ini dimasak di atas tungku tanah liat dengan bahan bakar arang. Semua bahan dimasak satu per satu sehingga memerlukan waktu agak lama dalam memasaknya. Bakmi jowo dimasak atau disajikan tanpa sambal. Jika ingin pedas, tersedia rawit hijau yang disajikan di atas meja.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler