bisnis
Ribuan Produk Kerajinan Bantul Berbahan Alami Diekspor ke Perancis
Jogja,(pidjar.com)–Produk kerajinan berbahan baku alami dan material limbah kembali menembus pasar internasional. PT Indo Risakti yang dipimpin Riris Simanjuntak berhasil mengekspor produk kerajinan ke Prancis setelah tiga tahun berturut-turut mengikuti pameran internasional yang difasilitasi kementerian perindustrian.
Pemilik PT Indo Risakti, Riris Simanjuntak mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang pengembangan industri kerajinan yang dilakukan bersama berbagai pihak, termasuk dukungan dari pemerintah melalui dinas terkait serta kementerian perindustrian.
“Produk yang diekspor merupakan kerajinan berbahan dasar material alami yang sebelumnya dianggap sebagai limbah, seperti eceng gondok dan serat batang pisang. Bahan-bahan tersebut kemudian diolah menjadi berbagai produk kerajinan bernilai ekonomi tinggi,”ujar Riris di Trirenggo Bantul (10/3/26).
Menurutnya, konsep pemanfaatan material terbuang ini menjadi daya tarik tersendiri di pasar internasional, terutama di negara-negara Eropa yang sangat menghargai produk ramah lingkungan.

“Bahan seperti eceng gondok atau batang pisang sebenarnya sering dianggap tidak terpakai. Tapi kami olah menjadi produk yang tidak hanya fungsional, tapi juga indah. Di Eropa mereka sangat menghargai produk dengan cerita dan nilai keberlanjutan seperti ini,” jelasnya.
Selain mengembangkan produk, perusahaan juga memberdayakan masyarakat lokal, khususnya para pengrajin di desa-desa. Riris mengatakan pihaknya secara aktif melatih masyarakat yang belum memiliki keterampilan kerajinan agar bisa ikut terlibat dalam proses produksi.
Pelatihan bahkan dilakukan hingga ke wilayah pedesaan seperti Gunungkidul, dengan fokus pemberdayaan perempuan agar memiliki penghasilan tambahan dari rumah.
“Kami banyak melibatkan ibu-ibu. Karena biasanya kalau ibunya punya penghasilan, dampaknya langsung ke keluarga. Anak-anak bisa makan dan kehidupan rumah tangga ikut terbantu,” katanya.
Untuk proses ekspor, produk biasanya dikirim melalui jalur logistik dari Semarang. Dalam satu bulan perusahaan bisa melakukan pengiriman hingga dua kali tergantung permintaan pasar.
Meski sempat menghadapi tantangan seperti klaim barang berjamur akibat perubahan suhu selama pengiriman, pihak perusahaan terus melakukan perbaikan proses produksi dan pengeringan material agar kualitas produk tetap terjaga.
“Kami belajar banyak dari pengalaman itu. Sekarang kami menggunakan peralatan untuk mempercepat proses pengeringan dan menstabilkan suhu agar material tetap aman sampai tujuan,” jelasnya.
Ke depan, selain memperkuat pasar Eropa, perusahaan juga mulai melirik peluang pasar baru di kawasan Asia Tenggara yang dinilai memiliki kesesuaian dengan kualitas produk kerajinan Indonesia.
Dukungan pemerintah melalui program pembinaan industri kecil dan menengah (IKM) juga dinilai sangat membantu pengusaha kerajinan dalam meningkatkan kualitas produksi hingga mampu bersaing di pasar global. (Rosa)
-
Pemerintahan3 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa3 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized2 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized2 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized2 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
-
Uncategorized2 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
