fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Ribut-ribut Laporan “Timbunan” Puluhan Ribu Dosis Vaksin, Ini Penjelasan Dinkes Gunungkidul

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pimpinan Daerah Kabupaten Gunungkidul pada Selasa (22/06/2021) kemarin mengadakan rapat koordinasi terkait penanganan covid19, khususnya terkait dengan vaksin. Dalam pembahasan vaksin itu, disebutkan ada penumpukan stok vaksin jenis Astra Zeneca dan Sinovac di cool room Dinas Kesehatan Gunungkidul.

Pembahasan berkaitan vaksin itu bermula saat petugas kesehatan Kodim 0730 Gunungkidul datang ke Dinkes untuk menanyakan vaksin. Saat itu terdapat 3.195 dosis vaksin jenis Asta Zeneca dan ada 19.450 dosis vaksin jenis Sinovac yang berada di cool room Dinkes. Petugas kesehatan Kodim kemudian melaporkan ke pimpinan terkait temuan tersebut. Sebab sebelumnya dari Dinkes menyebutkan, vaksin yang disimpan hanya sedikit. Untuk kebutuhan layanan menerapkan sistem order ke Dinas Kesehatan DIY.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengungkapkan, jika pada Senin lalu, memang benar ada stok 3.195 dosis Astra Zeneca dan 19.450 dosis Sinovac di cool room Dinkes. Namun demikian, untuk Astra Zeneca saat ini tinggal tersisa 490 dosis dan itu pun hari ini sudah habis karena diambil oleh Puskesmas yang membutuhkan.

“Ada 490 dosis itu pun sudah dibon oleh faskes yang membutuhkan. Hari ini kita juga ajukan permintaan sebanyak 7.500 dosis vaksin Astra Zeneca ke Dinkes DIY,” terang Dewi Irawaty, Selasa (23/06/2021).

Ia menjelaskan, Astra Zeneca ini memang mass kedaluarsanya hanya sampai 30 Juni 2021. Pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa lantaran dari pemerintah pusat, memberikannya memang sudah seperti itu. Mengingat itu merupakan bantuan dari luar untuk pemerintah Indonesia.

“Kita memang diminta untuk menghabiskan jenis Astra Zeneca ini terlebih dahulu,” paparnya.

Berkaitan dengan stok Sinovac yang jumlahnya masih 19 ribu lebih tersebut ia mengatakan jika memang benar adanya. Akan tetapi itu merupakan vaksin yang akan diperuntukkan pada 1 Juli 2021 mendatang. Sebab Sinovac ini untuk vaksinasi tahap kedua yang dulunya menggunakan jenis tersebut.

“Awal Juli besok kita lakukan vaksinasi dosis kedua untuk yang pada dosis pertama menggunakan Sinovac dan persiapan di kemudian hari. Jadi tidak ada timbun menimbun,” imbuhnya.

Adapun saat ini petugas mengejar vaksinasi untuk petugas pelayan publik dan lansia. Sebab pemerintah pusat menargetkan lansia dan pelayan publik harus tervaksin secara keseluruhan. Saat ini untuk pelayan publik sebanyak 50 persen tervaksin dan lansia sebanyak 39 persen.

Siang tadi, Ketua DPRD Gunungkidul dan beberapa anggota DPRD melakukan pengecekan gudang penyimpanan vaksin di Dinkes Gunungkidul. Para wakil rakyat ini juga mendapatkan penjelasan dan melihat secara langsung kondisinya.

Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, pihaknya telah mendapatkan penjelasan dari Dinas Kesehatan. Tidak ada timbunan vaksin saat ini. Sebab petugas mengejar menghabiskan vaksin Astra Zeneca yang kadaluarsanya 30 Juni. Sedangkan untuk Sinovac akan diperuntukkan pada awal Juli.

“Keterangan yang kami dapat Sinovac ini untuk dosis kedua dan itupun kemungkinan habis dalam waktu yang cepat,” ucap Endah.

Ia berharap ada kerjasama yang baik antara pemkab, kapanewon dan kalurahan untuk mensukseskan pelaksanaan vaksinasi di Gunungkidul.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler