Pemerintahan
Rutin Diperiksa, Alat Ukur Milik Pelaku Usaha di Gunungkidul Diklaim Telah Sesuai
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menjamin seluruh alat ukur baik manual maupun digital milik para pelaku usaha yang beroperasi di Gunungkidul telah tepat sesuai ukuran standar. Namun begitu, pemerintah secara periodik melakukan pengawasan dan tera ulang di setiap pasar maupun SPBU sesuai dengan Perda Nomor 19 Tahun 2019. Selama ini dari hasil pantauan, seluruh pelaku usaha telah menaati aturan yang ada.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gunungkidul, Johan Eko Sudarto mengatakan, Kabupaten Gunungkidul saat ini telah memiliki Perda yang mengatur penyelenggaraan tera dan atau tera ulang. Sehingga, pengawasan serta pemantauan dapat dilakukan untuk mengantisipasi adanya kecurangan pelaku usaha yang dapat merugikan masyarakat.
“Kita ada petugas fungsional penera di unit metrologi pada bidang perdagangan. Kegiatan ini (tera atau tera ulang) kita lakukan satu tahun sekali,” ujar Johan kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Senin (08/07/2019).
Pihaknya juga memberikan pelayanan mudah bagi para pelaku usaha untuk melakukan tera atau tera ulang dengan sistem jemput bola. Artinya, selain pengawasan, pihaknya juga memberikan pelayanan kepada masyarakat di lokasi mereka membuka usaha.
“Unit metrologi legal sudah berupaya maksimal untuk melakukan pelayanan tera/tera ulang alat ukur dengan melakukan pelayanan sampai ke pasar-pasar se-Gunungkidul. Untuk memudahkan tera/tera ulang tidak harus ke lab metrologi Wonosari,” terang mantan Camat Ponjong itu.
Ia menambahkan, dari kegiatan tersebut, diketahui bahwa sampai saat ini tidak ada temuan menonjol di lapangan. Menurutnya, pelaku usaha saat ini sudah sadar arti pentingnya tera atau tera ulang alat ukur.
“Seperti di SPBU misalnya, mereka sudah sadar jadi tidak ada permainan disitu,” ungkap dia.
Pihaknya menginfokan, kepada para pelaku usaha jika ingin melakukan tera atau tera ulang untuk datang ke Unit Metrologi. Pelayanan sendiri diberikan setiap hari sebagai salah satu bentuk komitmen pelayanan terhadap masyarakat.
Adapun dalam Perda Nomor 19 Tahun 2017 itu dilakukan dalam upaya memberikan perlindungan konsumen dan kepentingan umum di daerah pada kegiatan bidang perindustrian dan/atau perdagangan perlu adanya jaminan kebenaran pengukuran dalam penyelenggaraan tera/tera ulang. Jika ada temuan pelanggaran tersebut maka masuk tindakan pidana sesuai ketentuan Pasal 32 ayat (1) Undang-undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized7 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized4 hari yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized4 hari yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pemerintahan4 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
