fbpx
Connect with us

Peristiwa

Sehari Pulang ke Rumah Orang Tua, Pria Tengah Baya Langsung Gantung Diri di Kandang Sapi

Published

on

Tepus,(pidjar.com)–Kepulangan Riyanto (36) warga Gantiwarno RT 002 Rw 001, Desa Kampung, Kecamatan Ngawen ke rumah orang tuanya di Gunungkacangan, Desa Sumberwungu, Kecamatan Tepus nampaknya menjadi silaturahmi terakhir. Pasalnya, Jumat (25/01/201 pagi tadi, ia ditemukan tewas dalam posisi tergantung di kandang sapi. Diduga kuat, pria tengah baya tersebut nekat mengakhiri hidupnya lantaran depresi. Aksi gantung diri Riyanto tersebut turut menambah jumlah rentetan kasus di Gunungkidul menjadi pada awal tahun 2019 ini menjadi 6 kasus.

Informasi yang berhasil dihimpun, Riyanto bersama istrinya, Eka Kurniawati (34) warga Gantiwarno RT 002 Rw 001, Desa Kampung, Kecamatan Ngawen pulang rumah orang tuanya sejak Kamis (24/01/2019) kemarin. Sebelumnya, hal tersebut dianggap biasa saja lantaran memang dalam kepulangan tersebut, Riyanto tidak menunjukan gelagat aneh. Keluarga pun juga tidak menaruh kecurigaan apapun terhadap korban.

Pada Kamis malam itu juga, Riyanto juga nampak lelap tertidur bersama istri dan anaknya. Namun sekitar pukul 04.00 WIB, ketika Eka terbangun untuk sholat subuh, ia sudah tidak melihat Riyanto berada di sisinya.

Merasa ada kejanggalan, Eka kemudian membangunkan adik iparnya, Rina Yuliawati (29) untuk ikut membantu mencari keberadaan Riyanto. Seluruh penjuru rumah telah mereka periksa namun keberadaan Riyanto tak kunjung ditemukan.

Pencarian lalu dilanjutkan keluar rumah. Teriakan histeris langsung membahana ketika kedua wanita itu mendapati Riyanto tergantung di dalam kandang sapi. Adapun kandang sapi milik keluarga Riyanto sendiri terletak di belakang rumah.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Tepus, AKP Mustaqim membenarkan adanya kejadian teraebut. Dari keterangan yang diperoleh pihak keluarga, diduga Riyanto menjalankan aksinya beberapa jam sebelum ditemukan.

“Sekitar pukul 02.00 WIB, Riyanto mengeluhkan pusing kepada istrinya. Kemudian istrinya pun menyarankan untuk tidur. Kemungkinan antara jam 2 sampai sebelum ditemukan itu dia menjalankan aksinya,” kata Mustaqim, Jumat pagi.

Ia menjelaskan, dari hasil olah kejadian perkara dan pemeriksaan medis tidak ditemukan adanya tanda penganiayaan pada tubuh korban. Pihak kepolisian menyimpulkan bahwa kematian korban murni karena melakukan aksi bunuh diri.

“Hasil pemeriksaan korban ditemukan ciri-ciri yang identik dengan pelaku gantung diri yakni adanya kotoran dan air mani / sperma, lidah menjulur, mata tertutup tidak ada tanda penganiayaan. Dengan adanya bukti-bukti serta hasil pemeriksaan, dukaan kuat memang ini aksi bunuh diri,” kata dia.

Disinggung mengenai motif bunuh diri yang dilakukan Riyanto, pihaknya menduga hal itu terjadi karena depresi yang selama ini diderita pelaku. Namun disinggung mengenai adanya permasalahan keluarga yang sempat beredar di maayarakat, Mustaqim enggan mmberkomentar.

“Dugaannya karena depresi,” singkat Mustaqim.

Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler