fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Sembilu Alun-alun Wonosari, Niat Hati Dibangun Justru Jadi Gersang

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul selama 2 tahun terakhir mengalokasikan anggaran untuk penataan wajah Alun-alun Wonosari. Kendati demikian, saat ini justru kawasan tersebut nampak gersang. Masyarakat pun banyak yang mengeluhkan debu dari alun-alun yang berterbangan dan terlihat tidak estetik.

Sebagaimana diketahui, proyek revitalisasi atau penataan kawasan alun-alun direalisikan oleh pemerintah sejak pertengahan tahun 2022 lalu dan kemudian dilanjutkan pada tahun 2023 ini. Anggaran lebih dari 1,2 miliar pun digelontorkan untuk proyek revitalisasi dengan melakukan perbaikan di beberapa titik.

Pada saat itu, ada rumput yang ditanam di lokasi ini. Namun selang beberapa waktu kemudian justru dibongkar dan dilakukan pengerukan serta diganti dengan sitru. Untuk saat ini, kondisi di alun-alun Wonosari oun nampak kering dan gersang. Masyarakat yang beraktifitas di sekitaran lokasi banyak yang mengeluhkan debu berterbangan.

Berita Lainnya  Tak Ingin Ada Penundaan, Tiga Pasang Suami Istri Siap Bersaing di Pilkades Serentak 2019

Kendati saat ini kondisinya demikian dan banyak keluhan dari masyarakat mengenai debu yang berterbangan, Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul memastikan tidak akan menanami rumput pada alun-alun tersebut. Sebab konsepnya, pemerintah akan menaburi tanah di lokasi tersebut agar nantinya rumput tumbuh secara alami.

“Untuk saat ini memang hanya selesai dengan pemerataan tanpa menanam rumput baru karena dibiarkan tumbuh secara alami,”¬†ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Harry Sukmono.

Dijelaskan pengerjaan proyek revitalisasi alun-alun Wonosari dilakukan 2022-2023 dengan kegiatan leveling antara sisi barat dan timur beda sisi. Dari hal tersebut kondisi tanah di alun alun saat musim hujan lengket dan saat musim kemarau menjadi bengkah bengkah rekah rekah.

Berita Lainnya  Pengentasan Kekeringan, 17 Desa Ini Bakal Disebar Program Pamsimas Miliaran

“Struktur tanah yang perlu disiapkan agar tidak lengket maka harus dikasih sertu. Sehingga kalau ada air di alun-alun tidak menjadi lengket,” kata Harry Sukmono.

Untuk penanganan revitalisasi ini, sebenarnya belum selesai. Pihaknya saat ini masih menyusun masterpland dan DED untuk penanganan kawasan alun-alun yang lebih estetik kembali.

“Kondisi di alun-alun programnya belum selesai, tapi di 2024 belum ada anggaran untuk menyelesaikannya. Setelah DED dan masterplan selesai kita bisa ajukan di 2025,” tutup dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler