Connect with us

Peristiwa

Sempat Amankan 25 Orang Pasca Keributan di Pantai Selatan, Polisi Terus Buru Otak Kerusuhan

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pasca kerusuhan di rumah makan Griyowono. Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari pada Minggu (23/06/2019) sore kemarin, Polres Gunungkidul mengamankan sekitar 25 orang untuk dilakukan pemeriksaan. Namun begitu, hingga kini petugas belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Polisi juga masih memburu beberapa orang yang diduga menjadi otak kerusuhan ini.

Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady mengungkapkan, pasca kerusuhan di rumah makan Griyo Wono Minggu kemarin, pihaknya turut mengamankan 25 orang untuk dimintai keterangan ke Mapolres Gunungkidul. Hal tersebut dilakukan untuk mengorek informasi latar belakang permasalahan yang pada akhirnya membuat para anggota kelompok tersebut kalap dan akhirnya melakukan penganiayaan maupun pengrusakan.

“Ada 25 orang yang telah diperiksa. Kalau permasalahannya itu karena ada salah paham saja sebenarnya,” kata Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady, Senin (24/06/2019).

Namun begitu, dari 25 orang yang diamankan, petugas belum melakukan penetapan tersangka. Hanya ada 1 orang yang kemudian diamankan lantaran terbukti melakukan penganiayaan dan perusakan. Sementara para pemuda lainnya dipulangkan.

Berita Lainnya  Seruduk Ibu Pejalan Kaki Hingga Tewas, Pengemudi Mobil Grand Max Pick Up Hitam Melarikan Diri

“Belum ada tersangka. Mereka masih saksi, kita mintai keterangan kemudian malam tadi dipulangkan kecuali 1 orang,” kata dia.

Fuady menjelaskan, saat ini pihak kepolisian juga masih memburu beberapa orang yang diduga menjadi otak kerusuhan. Namun begitu, upaya yang dilakukan pihak kepolisian belum juga membuahkan hasil.

“Pelaku yang diduga menjadi dalang kerusuhan sedang dikejar, mohon doanya,” ucap Fuady.

Fuady menjelaskan, meski ada dua kasus yakni kerusuhan dan penganiayaan, sampai saat ini laporan yang masuk baru satu kasus saja. Namun begitu, jika ada korban yang melapor pihaknya mengaku siap menangani kasus tersebut.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, kerusuhan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Kerusuhan sendiri terjadi antara komunitas plester dengan warga bernama Budi, warga Kecamatan Saptosari.

Berita Lainnya  Hanya Dalam 2 Hari Terakhir, 9 Sapi Mati Mendadak

Bermula ketika adanya salah paham di kawasan pantai indrayanti yang berujung dengan pengejara. Namun sesampainya di rumah makan Griyo Wono, rombongan plaster masuk ke dalam rumah makan untuk mencari warga yang diketahui bernama Budi warga Planjan, Saptosari.

Budi diketahui menderita luka dibagian kepala akibat pukulan oleh anggota plester. Motor miliknya pun nyaris habis dibakar oleh pelaku pengerusakan.

Plester Akan Lapor Balik

Humas Plester, Gendro Santoso mengungkapkan pihaknya menjunjung tinggi proses penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Pihaknya memilih bersifat kooperatif dengan  dengan tertib memenuhi panggilan kepolisian terkait dengan kericuhan yang terjadi tersebut.

“Kita akan kooperatif dan sejauh ini belum ada anggota kami yang ditetapkan sebagai tersangka,” bebernya.

Berita Lainnya  Tiga Kali Dalam Seminggu, Samikem Jadi Korban Gantung Diri Ketiga di Awal Tahun 2019

Gendro menegaskan bahwa organisasinya bertanggung jawab penuh atas apa yang terjadi pada Minggu kemarin. Pihaknya siap bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi akibat tindakan anggotanya. Namun begitu, pihaknya juga meminta keadilan,  dalam hal ini penindakan secara hukum terhadap warga yang ia tuding melakukan provokasi. Warga tersebut juga telah melakukan kekerasan yang mengakibatkan salah seorang anggota Plester mengalami luka.

“Kita akan mengambil langkah hukum,” tandas dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata5 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler