fbpx
Connect with us

Peristiwa

Sempat Terkatung-katung di Ambulance, Jenazah Pemuda Yang Meninggal Mendadak Akhirnya Dimakamkan Petugas Khusus

Diterbitkan

pada tanggal

Semanu,(pidjar.com)–Jenazah seorang pemuda warga Desa Dadapayu, Kecamatan Semanu yang meninggal dunia secara mendadak sempat terkatung-katung cukup lama di mobil ambulance. Hal tersebut diketahui karena tidak ada pihak yang berani melakukan pemulasaraan jenazah. Akhirnya, jenazah bisa dimakamkan setelah didatangkan petugas dari PMI dan Tagana serta TRC yang biasa melakukan pemakaman jenazah dengan standar covid19.

Informasi yang berhasil dihimpun, jenazah tersebut merupakan seorang pemuda berusia 22 tahun. Diketahui, pemuda tersebut sempat pulang dari Kasihan, Bantul pada 18 April 2020 silam. Kemudian pada Rabu (22/04/2020), almarhum merasakan sakit di ulu hati dan mengalami kurang nafsu makan. Ia lantas memeriksakan diri di sebuah klinik di Kecamatan Semanu. Saat itu, yang bersangkutan diberikan obat dan kemudian diperbolehkan untuk pulang.

Hingga Jumat (24/04/2020) siang tadi, kondisinya tak kunjung membaik dan bahkan semakin parah. Keluarga lantas memutuskan untuk membawa pemuda itu untuk memeriksakan diri ke sebuah RS di Kecamatan Semanu dengan menggunakan mobil pribadi. Malangnya, dalam perjalanan menuju RS, ia meninggal dunia. Namun sesampai di RS, pihak rumah sakit menolak untuk melakukan pemulasaran jenazah lantaran keterbatasan pengetahuan maupun peralatan. Atas sejumlah pertimbangan, jenazah kemudian dibawa pulang ke rumah menggunakan mobil ambulans dari LSM lokal.

Sesampainya di rumah duka, jenazah juga sempat terkatung-katung lantaran ketakutan pihak keluarga dan masyarakat setempat. Namun setelah berkoordinasi dengan Tim TRC Yogyakarta yang kebetulan bersiap di Kabupaten Gunungkidul, jenazah langsung mendapatkan penanganan dan dimakamkan dengan standar pemakaman khusus covid19.

Ketika dikonfirmasi, Sekretaris Pemdes Dadapayu, Prihantara membenarkan perihal adanya salah seorang warganya yang meninggal dunia secara mendadak. Warga setempat maupun pemerintah desa sendiri langsung mendapatkan laporan berkaitan dengan insiden itu.

“Kita tadi langsung menuju ke lokasi rumah duka untuk memberikan bantuan APD serta pemahaman kepada pihak keluarga dan masyarakat setempat agar tidak terjadi kesalahpahaman,” papar Prihantara, Jumat malam.

Menurutnya, meski berdasarkan keluhan yang bersangkutan mengalami sakit di bagian lambung, namun langkah antisipasi tetap dilakukan demi keamanan dan kenyamanan bersama. Kesehariannya, warga yang meninggal dunia mendadak itu tinggal dan bekerja di wilayah Kabupaten Bantul. Berdasarkan penuturan warga serta keluarga, pemuda tersebut tak tentu pulang ke rumahnya di Dadapayu.

“Kalau perkiraan kami jauhlah dari menderita corona, ini sekedar langkah antisipasi saja dan sudah disepakati oleh seluruh pihak,” tutur dia.

Prihantara sendiri membenarkan bahwa jenazah sempat beberapa waktu terlantar di ambulance. Pihaknya menunggu petugas khusus, seperti yang direkomendasikan, untuk melakukan pemakaman. Pada malam ini, jenazah telah dimakamkan di pemakaman umum setempat oleh petugas.

“Tadi jenazah datang sekitar pukul 15.30 WIB dan untuk petugas datang sekitar setelah Maghrib. Langsung ditangani dan dimakamkan. Tadi juga disepakati tidak ada acara layatan,” imbuhnya.

Sejauh ini, pemahaman warga dan keluarga mendiang sangat baik. Dalam koordinasi yang dilakukan, semua bisa saling memahami dan langkah ini terpaksa dilakukan demi kenyamanan bersama.

“Keluarga juga sudah paham dan siap untuk langsung membersihkan diri dan melakukan isolasi mandiri sebagai langkah antisipasi. Rumahnya juga tadi langsung disterilkan oleh petugas,” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistiyowati menuturkan bahwa setiap rumah sakit seharusnya mampu melakukan pemulasaran jenazah. Pihaknya pun siap membantu bilamana ada permohonan dari rumah sakit lain.

“Seharusnya kalau siap membuka pelayanan RS ya harus siap melakukan pemulasaraan jenazah dengan penyakit apapun, termasuk infeksius (menular). Jika ada surat rujukan yang menjelaskan pasien meninggal tersebut PDP akan kami terima,” terang Heru.

Pihaknya juga mendapat informasi bahwa pasien meninggal tersebut setelah dilakukan rapid tes dinyatakan negatif. Pihaknya selaku rumah sakit pemerintah berharap kepada masyarakat agar tidak terlalu cemas berlebihan dalam setiap kasus.

Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi menambahkan, guna mencegah kebingungan ataupun ketakutan semacam ini kembali terjadi, pihaknya akan melakukan pelatihan. Pelatihan kepada relawan itu dilakukan terkait dengan rukti jenazah vobid. Pelatihan akan digelar pada medio minggu depan.

“Sudah ada relawan juga yang bersedia ikut serta dilatih dan menjadi petugas pemakaman. Semoga bisa menjadi solusi dan kejadian semacam ini tak terjadi lagi,” tutur Immawan.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler