Sosial
Sering Jadi Ajang Balap Liar, 4 Ruas Jalan Ini Diawasi Ketat
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya, ajang balapan liar biasanya semakin marak saat bulan Ramadan tiba. Sejumlah anak-anak muda penggemar otomotif banyak mengisi waktu menunggu berbuka maupun setelah sahur untuk menggelar ajang kebut-kebutan.
Mengantisipasi hal ini, pihak kepolisian mulai menggencarkan langkah razia. Sejumlah lokasi telah diidentifikasi sering menjadi ajang balap liar secara intensif dilakukan pemantauan oleh petugas.
Kasat Lantas Polres Gunungkidul, AKP Mega Tetuko mengungkapkan, pihaknya memang telah mengidentifikasi sejumlah ruas jalan yang sering digunakan sebagai lokasi balapan liar. Dari hasil pemetaan awal, lokasi-lokasi yang rawan digunakan sebagai lokasi kebut-kebutan adalah kompleks Pasar Hewas Siyono, Jembatan Baru Gedangsari, Jalan Umum Ngingrong Mulo, serta Jalan Umum Wareng, Kecamatan Wonosari.
“Lokasi-lokasi tersebut memang sering digunakan untuk balapan liar,” kata Mega, Selasa (22/05/2018) siang.
Menurut Mega, empat lokasi tersebut merupakan yang paling rawan. Sebenarnya masih ada ruas-ruas jalan lain yang digunakan sebagai ajang balap liar. Namun demikian, lokasi-lokasi tersebut terhitung masih cukup jarang apabila dibandingkan dengan 4 lokasi yang ia sebutkan sebelumnya.
“Selama ada ruas jalan yang lurus, berjalan mulus dan sepi, lokasi tersebut rawan digunakan untuk balapan liar,” beber dia.
Selama bulan Ramadan 2018 ini, pihaknya bertekad untuk memberantas balapan liar. Koordinasi dengan seluruh Polsek di Gunungkidul terus ditingkatkan guna dilakukan pengawasan di jalur-jalur masing-masing wilayah yang berpotensi digelar balap motor oleh kelompok pemuda.
Balapan liar semacam ini ditegaskan Mega sangat berbahaya. Dengan keamanan yang seadanya dan bahkan seringkali para pembalap liar tidak menggunakan perangkat keamanan berkendara, jika terjadi kecelakaan di mana memang potensinya sangat besar, akan berdampak cukup fatal. Selain itu, ajang balap liar juga sangat meresahkan warga serta mengganggu pengguna jalan lainnya.
“Apalagi yang balapan liar itu banyak yang masih sangat muda, sehingga secara emosi dan kemampuan masih jauh dari kata layak untuk mengendarai kendaraan apalagi dengan kecepatan tinggi,” urainya.
Ia mengancam akan menindak tegas seluruh pelaku balapan liar yang tertangkap. Meski begitu, pihaknya di awal ini masih akan mengedepankan tindakan preemtif dan preventif dengan memberikan pembinaan kepada para remaja yang kedapatan kebut-kebutan. Segera nantinya jika peringatan tidak diindahkan, tindakan hukum akan langsung disiapkan.
“Kita ingin jalanan Gunungkidul bebas dari balapan liar,” tandas dia.
Sebelumnya petugas Polsek Rongkop menciduk 20 remaja di Desa Semugih, Kecamatan Rongkop pada Minggu (20/05/2018) dini hari kemarin. Para remaja yang sebagian masih duduk di bangku SMP tersebut tertangkap basah ketika tengah menggelar aksi balapan liar.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
