Pemerintahan
Shelter Penampungan ODGJ Di Gunungkidul Segera Disiapkan
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus berupaya meningkatkan pelayanan terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Gunungkidul. Salah satu upaya yang tengah dilakukan ialah akan segera adanya shelter untuk menampung ODGJ maupun orang terlantar di Gunungkidul.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Gunungkidul, Winarto, menyebut jika penanganan ODGJ di Gunungkidul setiap tahunnya mengalami perbaikan. Pihaknya memastikan pada tahun ini akan ada shelter penampungan ODGJ serta orang terlantar di Gunungkidul.
“Sekarang gedungnya baru akan di rehab, gedungnya merupakan pinjaman dari Provinsi yang berada di Jalan Kstarian dekat Pasar Pring. Kemudian ada juga kendaraan dari BKAD yang akan di modif untuk melakukan penjangkauan,” kata Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Gunungkidul, Winarto, Jumat (20/01/2023).
Dijelaskannya, shelter akan digunakan sebagai lokasi assesmen ODGJ dan orang terlantar yang berkeliaran di jalanan beradasarkan laporan atau temuan langsung. Setelah selesai diketahui asal-usul ODGJ maka akan dikembalikan ke keluarganya jika masih lingkup Kabupaten Gunungkidul.
“Kalau dari hasil assesmen itu ternyata orang luar Gunungkidul, kami meminta bantuan Provinsi untuk mengembalikan ODGJ atau orang terlantar ke keluarganya,” sambungnya.
Proses assesmen yang akan dilakukan direncanakan memakan waktu tiga sampai tujuh hari. Meski ada peningkatanan layanan terhadap ODGJ, menurutnya dari segi sarana prasarana masih membutuhkan banyak hal. Untuk mengatasi itu pihaknya bekerja sama dengan instansi lain dalam penanganan ODGJ.
“Karena kita tidak bisa menangani sendiri, sarana dan prasarana juga berjejaring dengan instansi lain seperti Baznas, Satpol PP, dan lainnya,” ucapnya.
Ditambahkannya, saat ini di Gunungkidul sudah tidak ada pemasungan menggunakan rantai ataupun balok kayu terhadap ODGJ. Dari laporan yang ia terima, penanganan ODGJ saat ini dengan cara menempatkan di ruangan terkunci.
“Jumlahnya ada 17, tapi kemungkinan jumlah di lapangan lebih banyak lagi,” tutupnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
