Connect with us

Sosial

Siap Hibahkan 500 Juta, Mas Ipung: Silahkan Untuk Membangun Ikon Lain di Bundaran Siyono, Asal Bukan Tugu Tobong

Diterbitkan

pada

Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Rencana pembangunan Tugu Tobong Gamping di Bundaran Siyono, Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen terus menuai kontroversi. Sejumlah elemen masyarakat, kalangan netizen, hingga DPRD Gunungkidul telah secara resmi menolak rencana tersebut. Pembongkaran Patung Kendang yang disusul dengan pembangunan Tugu Tobong Gamping sendiri merupakan bagian dari proyek penataan tata Kota Wonosari.

Dikabarkan, meski di tengah derasnya penolakan yang ada, Pemkab Gunungkidul sendiri akan meneruskan proyek tersebut. Sebelumnya, Kepala DPUPRKP Gunungkidul, Irawan Jatmiko menyebut bahwa proses pembangunan sendiri akan dimulai pada Mei 2022 ini.

Menanggapi kengototan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ini, Direktur PT Winaka, Mas Ipung menyatakan siap memberikan dana hibah kepada Pemkab Gunungkidul. Dana tersebut khususnya bisa digunakan untuk pembangunan ikon Gunungkidul di Bundaran Siyono.

“Saya siap memberikan dana sebesar 500 juta rupiah kepada Pemkab Gunungkidul, silahkan digunakan untuk membangun ikon apapun di Bundaran Siyono, asal bukan Tugu Tobong Gamping,” papar Mas Ipung, Senin (02/04/2022) siang.

Dia menyebut bahwa ia mendukung penuh rencana Pemkab Gunungkidul untuk menata Kota Wonosari. Sebagai kawasan yang berkembang dan dikunjungi hingga jutaan orang wisatawan per tahunnya, hal semacam ini memang sangat dibutuhkan untuk menambah prestise Kabupaten Gunungkidul.

Walau begitu, Mas Ipung tak setuju apabila kemudian di tengah rencana penataan yang konon akan menghabiskan anggaran hingga puluhan miliar ini, pemerintah membangun Tugu Tobong Gamping. Ikon semacam ini menurutnya justru akan kontraproduktif dengan wacana penataan wajah Kota Wonosari. Tak bisa dipungkiri, ikon di tengah Bundaran Siyono ini nantinya pasti akan menjadi pusat perhatian pertama para pengguna jalan maupun wisatawan.

Berita Lainnya  Kerja Berat Bangun Bak, Warga Penggarap Proyek Pamsimas Hanya Diupah Rp 11.000

“Ya kalau saya menilai dari draft desain yang sudah beredar, itu akan jelek. Sayang anggaran penataan kota yang besar ini kalau kemudian ada Tugu Tobong di tengahnya,” lanjutnya.

Untuk itulah ia kemudian berinisiatif dan berencana memberikan dana hingga 500 juta ini kepada pemerintah. Dana tersebut bisa digunakan pemerintah untuk membuat ikon yang istimewa di Bundaran Siyono. Bahkan, jika diminta, Mas Ipung juga siap mengerahkan arsitek-arsitek handal dari perusahaannya untuk ikut mendesain ikon Gunungkidul ini.

“Saya kan tinggal di Siyono, jadi saya merasa ikut bertanggung jawab terhadap keindahan kawasan. Mari kita buat ikon yang jauh lebih bagus dan juga tidak menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat. Tentunya jika pemerintah berkenan,” papar dia.

Ditambahkannya, selain desain yang dianggap kurang profesional dan jelek, Ipung juga menyatakan keheranannya terkait pemilihan tugu tobong sebagai ikon Bundaran Siyono. Tugu Tobong Gamping sendiri erat kaitannya dengan perusakan alam maupun landscape Gunungkidul.

Berita Lainnya  Ratusan Ribu Warga Gunungkidul Telah Kekurangan Air, Kecamatan Girisubo dan Paliyan Paling Menderita

Gunungkidul disebut Ipung memiliki modal besar di sektor pariwisata. Kehadiran simbol tobong justru tak sesuai lantaran dalam prakteknya justru sangat bertentangan dengan keindahan wisata alam Gunungkidul. Apalagi saat ini, pemerintah pusat dan pemerintah provinsi sedang giat-giatnya membangun infrastruktur penunjang pariwisata. Jangan sampai justru Pemkab Gunungkidul membuat terobosan yang salah dan menjadi blunder di kemudian hari.

“Semangat pembangunannya harus sama dong,” tandas dia.

Pemilihan ikon sendiri diharapkan bisa melibatkan seluruh stakeholder, termasuk diantaranya adalah budayawan hingga seniman asli Gunungkidul. Dia percaya bahwa para seniman sendiri jika diajak urun rembug, akan bisa memberikan sumbangsih yang sangat berarti.

Jika diperlukan dan nantinya permohonannya untuk mengucurkan dana pribadi dalam membangun ikon di Bundaran Siyono, Ipung bahkan akan mengkonsep sayembara. Nantinya, seluruh masyarakat bisa berpartisipasi dalam mendesain ikon. Dan yang terbaiklah nantinya yang akan dibangun.

Berita Lainnya  Ribuan Kasus Perceraian di Gunungkidul Didominasi Gugatan Dari Istri

“Jika ikon Gunungkidul di Bundaran Siyono ini dibangun untuk harga diri Gunungkidul, maka mari kita buat yang istimewa sekalian dong. Dana dari saya ini terserah nanti teknisnya bagaimana. Asal yang jelas bukan Tugu Tobong,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata7 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler