fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Stop Buang Limbah Sembarangan, Jaga Kualitas Air di Gunungkidul

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul mengklaim jika kualitas air di Gunungkidul mengalami penurunan lantaran berbagai faktor yang terjadi di bumi handayani. Salah satunya pola hidup masyarakat yang membuang sampah dan limbah ke sungai dan beberapa tempat yang tidak semestinya. Kendati demikian, air masih aman dikonsumsi oleh masyarakat.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Aris Suryanto mengatakan, meski ada penurunan kualitas air, namun masih tergolong kecil dan tidak mengkhawatirkan. Pasalnya indeks yang ada masih berada diambang batas yang telah ditentukan. Beberapa faktor yang mempengaruhi menurunnya kualitas air di Gunungkidul yakni mulai dari buang sampah sembarangan, hingga kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah yang dihasilkan dari berbagai sektor.

Disisi lain, musim kemarau panjang juga berpengaruh besar dalam menurunnya kualitas air. Hal ini lantaran jika tanah dan air yang ada terkontaminasi dengan limbah berbahaya maka sulit terurai, sehingga saat air melimpah bakteri tersebut justru semakin meluas.

Berita Lainnya  Kepala Disdikpora Yakini Aksi Mogok GTT dan PTT Batal Dilaksanakan

“Perlu diwaspadai memang. Untuk angkanya masih sangat kecil penurunannya, faktor lain karena masih ada masyarakat yang mandi, cuci baju, memandikan ternak di sungai,” kata Aris Suryanto, Minggu (22/03/2020).

Guna menekan penurunan yang semakin tinggi, dari DLH sendiri terus berupaya melakukan sosialisasi pada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, menjaga pola hidup dan menggenjot program kali bersih.

Ia mengklaim jika program ini terus diterapkan penurunan kualitas air dapat ditekan. Sebenarnya tak hanya masyarakat umum, melainkan sesekali dari dinas juga memberikan arahan pada wisatawan atau pengunjung kabupaten Gunungkidul untuk turut menjaga kebersihan lingkungan.

Beberapa yang digencarkan oleh dinas yakni meningkatkan jangkauan dan pengelolaan sampah mandiri. Kemudian juga langkah-langkah kecil lainnya.

“Kalau untuk penggunaan teknologi agar sampah tidak mencemari tanah dan air permukaan belum ada sementsra ini. Tapi nantinya memang akan digagas untuk penggunaan teknologi rekayasa,” tambah dia.

Disinggung mengenai kualitas udara di Ginungkidul seiring bermunculannya industri besar dan mulai padatnya jalanan akibat kendaraan di Gunungkidul yang cukup banyak, ia mengklaim jika kualitas udara di Gunungkidul masih cukup baik. Meski terdapat berbagai bangunan namun untuk udara sendiri tidak perlu dikhawatirkan.

Berita Lainnya  3 Juta Wisatawan Kunjungi Gunungkidul, Perputaran Uang Belum Maksimal

“Untuk udara sendiri ndak ada masalah meski kendaraan mulai meningkat tajam dan banyak usaha industri,” jelas dia.

Beberapa waktu lalu pihaknya telah melakukan pengecekan di sejumlah titik yang sekiranya padat aktifitas kendaraan dan perindustriannya, namun untuk kualitas udara sendiri justru masih baik dan ada sedikit peningkatan.

Lebih lanjut ia mengatakan, kondisi tersebut disinyalir lantaran ruang terbuka hijau di Gunungkidul masih tersedia cukup banyak. Sehingga polusi yang terjadi akibat kendaraan atau aktifitas industri dapat diminimalisir dengan adanya ruang terbuka.

“Secara berkala dinas juga melakukan uji emisi kendaraan,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler