Pendidikan
Tahap Awal Pembelajaran Tatap Muka, Pantauan Kesehatan Ketat Hingga Adanya Siswa Yang Belum Diperbolehkan Orang Tua
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Menyusul sudah diperbolehkannya sekolah untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM), Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul terus memantau kesehatan guru dan murid secara intens. Langkah tersebut dalam upaya untuk mengantisipasi jika guru ataupun murid menunjukkan gejala covid19 agar segera bisa terdeteksi secara dini sehingga kemudian tak sampai terjadi klaster sekolah.
Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama, Disdikpora Gunungkidul, Kisworo, menyampaikan, saat ini sebagian besar SMP di Gunungkidul sudah menggelar PTM terbatas. Adapun PTM ini sudah diselenggarakan sejak Senin (20/09/2021) lalu. Guna memantau pelaksanaannya serta untuk memantau kesehatan guru dan murid, ia mengungkapkan jika Disdikpora sudah mengatur skema agar tiap sekolah melaporkan perkembangannya setiap hari melalui formulir online yang telah disediakan.
“Sebelum melakukan pembelajaran, wajib memeriksa suhu tubuh dengan thermogun, guru yang belum vaksin tidak boleh mengikuti pembelajaran tatap muka, dan sekolah harus punya data warga sekolah yang komorbid,” jelasnya, Rabu (22/09/2021) siang.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Karangmojo, Suhartati, melaporkan jika pihaknya melaksanakan pembelajaran terbatas mulai hari Selasa (21/09/2021) kemarin. Dalam hal pemantauan kesehatan guru dan siswa, ia mengungkapkan dalam melaksanakan hal tersebut pihaknya mengikuti pedoman yang ada. Setiap hari ia juga memberikan laporan terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka kepada Disdikpora Gunungkidul.
“Kita kan bukan ahli ya, jadi mengikuti pedoman yang sudah disediakan saja. Kalau pemeriksaan suhu tubuh itu pasti ada,” ucap Suhartati.

Untuk menjalin adaptasi dalam proses pembelajaran tatap muka yang telah lama tertunda, ia menyampaikan jika sebelumnya guru ataupun wali kelas diwajibkan melakukan video meeting. Hal ini dilaksanakan agar para siswa bisa lebih mengenal dan tidak canggung ketika pembelajaran tatap muka dilaksanakan seperti sekarang. Terutama untuk siswa kelas 7 dan 8, memang dimungkinkan belum saling mengenal lantaran belum pernah dilaksanakan pembelajaran di kelas. Pelaksanaan pembelajaran di sekolah, ia bagi menjadi dua sesi pagi dan siang di mana tiap sesinya berdurasi selama 2 jam.
“Jadi antara sesi ada jeda waktu satu jam untuk melakukan disenfaksi ke ruangan-ruangan pembelajaran,” sambungnya.
Dalam proses pembelajaran, ia mengedepankan persetujuan dari orangtua siswa. Ia tak menampik jika saat ini masih ada siswa yang belum diperbolehkan orang tuanya mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah. Namun ia yakin, minggu depan siswa yang akan mengikuti pembelajaran akan bertambah menjadi seluruhnya.
“Presentase siswa yang diperbolehkan orangtuanya ada 95%, sisanya 5% memang belum diperbolehkan orangtuanya. Tapi kami tetap memberikan pembelajaran daring ataupun tugas kepada siswa yang belum diperbolehkan mengikuti pembelajaran di sekolah,” jelas dia.
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
