fbpx
Connect with us

Kriminal

Teler di Rumah Kosong, Remaja Pecandu Pil Koplo Dibekuk Warga

Diterbitkan

pada tanggal

Patuk,(pidjar.com)–EV (19) seorang pemuda warga Desa Putat, Kecamatan Patuk harus berurusan dengan pihak kepolisian. Pemuda tanggung itu kedapatan menyalahgunakan obat-obatan jenis alprazolam. Ia dibekuk petugas pada Selasa (21/04/2020) lalu bersama dengan barang bukti berupa sejumlah pil koplo.

Salah seorang warga Desa Putat mengatakan, selama ini EV memang telah menjadi incaran masyarakat setempat. Pasalnya perilaku remaja tersebut sangat meresahkan warga. Remaja itu seringkali didapati mabuk-mabukan. Tak tahan dengan tingkah itu masyarakat pun terus mengintai perilaku EV. Akhirnya pada Selasa malam, sejumlah warga membuntuti pemuda itu. Ia didapati tengah mengkonsumsi obat-obat terlarang di sebuah rumah kosong.

Meski tertangkap basah, EV sempat berkelit. Namun saat rumah itu digeledah, didapati banyak botol minuman keras di lokasi. Karena saat diintrograsi oleh warga jawabannya selalu berubah, kemudian oleh warga dilaporkan ke polisi untuk penyelidikan lanjutan.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan kepolisian, EV akhirnya mengakui telah mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Namun demikian, darinya, petugas hanya menemukan satu butir obat golongan IV. Menurut EV, obat lainnya telah habis ia konsumsi.

“Memang yang bersangkutan sudah menjadi incaran warga. Beberapa waktu lalu juga sempat digerebek karena perkara lain,”kata warga tersebut.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polrss Gunungkidul, AKP Dwi Astiti Handayani didampingi Kanit 1, Iptu Agus Supriyanta mengungkapkan, setelah remaja tersebut diamankan pihaknya kemudian melakukan penyidikan intensif. Dari Keterangan EV, ia mendapatkan barang tersebut dari NS (29) warga Kecamatan Patuk.

Dari situ petugas terus mengembangkan kasus ini. Tak butuh waktu lama, petugas kemudian mengamankan NS di wilayah Prambanan, Sleman. Dari tangan NS petugas mendapatkan barang bukti berupa beberapa pil yang siap diedarkan dan dikonsumsi beserta handphone yang digunakan untuk transaksi.

“Masih terus dikembangkan. Ini keduanya sedang menjalani pemeriksaan lanjutan,” ucap Agus.

Pada bulan April ini, tidak hanya dua pemuda itu yang diamankan oleh petugas lantaran kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Pada Rabu (15/04/2020) lalu, 3 orang warga Panggang dan Purwosari juga berhasil dibekuk lantaran kedapatan teler usai menggunakan pil sapi.

Kala itu, petugas melakukan penyisiran di wilayah Panggang-Purwosari. Tepatnya di sekitar Padukuhan Legundi, petugas mendapati segerombolan pemuda yang tengah asyik nongkrong. Dari situ ternyata ada D (19) warga Girimulyo pelajar aktif yang dalam kondisi setengah teler lantaran mengkonsumsi pil sapi.

Dari tangan pelajar tersebut, petugas mendapatkan 10 butir pil sisa setelah dikonsumsi oleh dirinya. Pengembangan terus dilakukan, kemudian D ternyata mendapatkan pil itu dari Sep (20) warga Giripurwo, Kecamatan Purwosari. Sampai pada akhirnya perkara tersebut mengerucut barang terlarang itu diperoleh dari Su.

“Dari Su kami amankan 60 butir pil sapi. Masih penyelidikan juga ini,” ucap Agus.

Adapun bedasarkan pengakuan mereka sudah mengkonsumsi obat-obatan sekitar setengah tahun lamanya. Saat ini proses hukum masih dilakukan.

“Proses pidana tetap lanjut. Upaya untuk menekan peredaran obat terlarang,” jelasnya.

Dalam penanganannya petugas juga menerapkan protokol kesehatan. 5 pemuda yang berhasil ditangkap petugas itu diisolasi di ruangan khusus sebelum masuk tahanan bersama dengan pelaku kejahatan lainnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler