fbpx
Connect with us

Kriminal

Teror 3 Pencurian Pecah Kaca Dalam Seminggu, Polisi Buka Kemungkinan Pelaku Sama

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Teror pecah aksi pencurian dengan modus pecah kaca mobil menghantui masyarakat Gunungkidul. Pasalnya, dalam kurun waktu satu minggu terakhir ini, tercatat tiga kasus serupa yang terjadi. Dalam ketiga aksi tersebut, kawanan penjahat berhasil membawa kabur uang tunai, surat berharga serta barang berharga dengan nilai kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Meski masih enggan memastikan, akan tetapi polisi membuka kemungkinan bahwa pelaku 3 kasus pencurian dengan pemberatan bermodus pecah kaca tersebut adalah orang sama. Walau demikian, hingga saat ini polisi masih terus mengembangkan penyelidikan termasuk dengan memeriksa rekaman CCTV untuk mengetahui siapa pelaku pencurian pecah kaca tersebut.

Adapun kasus pencurian pecah kaca mobil yang pertama terjadi pada Rabu 28 Maret 2018 lalu. Kala itu, kawanan pencuri beraksi di depan kantor Bank BDG, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari dengan memecah kaca mobil Kijang Innova AB 1313 SA milik Suwarno, warga Umbulharjo, Yogyakarta. Kaca bagian tengah kiri diketahui rusak dan hancur dijebol pencuri. Saat itu pelaku kurang beruntung lantaran meski berhasil mengambil tas dari dalam mobil, namun hanya berisi surat dan dokumen.

Peristiwa kedua terjadi di depan SMP Mujahidin, Logandeng Kecamatan Playen. Di lokasi tersebut, mobil Suzuki Ertiga nopol AB 1101 ND milik Suryono (43) warga Lingkungan Sidorukun, Desa Sidoharjo, Kecamatan Pacitan dirusak oleh pencuri. Di tempat ini, pelaku pencurian tergolong sukses setelah berhasil menggondol sejumlah barang berharga dan uang tunai milik anggota polisi dengan jabatan KSPK di Polsek Wunung, Pacitan ini.

Peristiwa ketiga sendiri terjadi pada Rabu (04/04/2018) kemarin di kompleks parkiran Toko Husna di Padukuhan Ledoksari, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari. Pencuri memecah kaca mobil Toyota Rush bernopol AB 1722 RD milik Giyarto, warga Desa Jurangjero, Kecamatan Ngawen dan berhasil menjarah sebuah tas berisikan uang tunai 40 juta.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady menyatakan, melihat dari modus pencurian yang dilakukan, tidak menutup kemungkinan bahwa pelaku ketiga aksi pecah kaca tersebut adalah sama. Para korban diperkirakan sudah diincar dan dibuntuti oleh pelaku. Saat korban lengah dan terlihat meninggalkan mobil, barulah para pelaku tersebut beraksi.

“Sepertinya mengincar orang yang bertransaksi di bank,” kata Ahmad, Kamis (05/04/2018).

Ahmad menghimbau kepada seluruh warga masyarakat agar berhati-hati ketika membawa uang dalam jumlah banyak. Jangan pernah meninggalkan barang yang sekiranya berharga di dalam mobil.

“Kalau mengambil uang dari bank dalam jumlah banyak, silahkan meminta pengawalan dari aparat kepolisian. Tidak dipungut biaya kok,” imbuh dia.

Sementara Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Riko Sanjaya tak mau berkomentar banyak. Menurutnya, saat ini kasus pencurian pecah kaca mobil tersebut sudah ditangani jajarannya.

"Anggota saya masih di lapangan untuk terus menggali informasi dan bukti-bukti guna mengungkap pelaku," kata Riko, Rabu (04/04/2018).

Disinggung mengenai ada atau tidaknya rentetan dari peristiwa pertama hingga ketiga, Riko enggan berkomentar banyak. Dirinya juga tidak berani untuk berandai-andai terkait dugaan pelaku.

"Saya belum bisa pastikan utk ke 3 kejadian ini apa ada kaitan," singkat Riko.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler