fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Tunggu Perbup dan Peresmian, Gedung Termegah di Gunungkidul Segera Dibuka Untuk Umum

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Sejak beberapa bulan lalu, Taman Budaya Gunungkidul yang dibangun oleh pemerintah dengan anggaran ratusan miliar sudah selesai digarap. Kendati demikian, tempat tersebut saat ini belum bisa dimanfaatkan karena masih terganjal regulasi. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul menggantungkan harapan besar atas dibangunnya gedung tersebut untuk kepentingan masyarakat luas. Kalangan dewan juga mengingatkan pemerintah agar bersiap lantaran dengan gedung semegah ini, maka akan membutuhkan biaya operasional yang sangat besar.

Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul, Ismail Ishom, berharap agar bangunan yang berdiri megah tersebut dapat digunakan sebaik mungkin dan tidak mangkrak. Diceritakannya, saat masuk di dalam gedung yang dibangun dengan Dana Keistimewaan tersebut, ia cukup kaget karena gedungnya sangat megah sekali. Ishom bahkan menyebut bahwa gedung TBG ini adalah gedung terbaik yang pernah ada di Gunungkidul.

“Saya harap bangunan ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan tidak mamgkrak,” terang Ismail Ishom, Rabu (13/10/2021).

Ishom mengingatkan, dengan bangunan megah yang tentunya menghabiskan biaya besar, maka kemudian pada pemeliharaan atau perawatan kevdepan juga membutuhkan anggaran yang cukup besar setiap bulannya. Hal ini menjadi penting agar nantinya, gedung TBG bisa tetap indah dan megah.

“Perlu dipikirkan bagaimana maintenence gedung ini sebaik mungkin. Eman-eman kalau perawatannya asal-asalan,” papar dia.

Beberapa waktu lalu, Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul, Demas Kursiswanto juga mengatakan hal serupa. Gedung Taman Budaya Gunungkidul yang berada di Kalurahan Logandeng tersebut nantinya akan menyedot anggaran yang besar dalam operasionalnya. Tentunya jika ingin perawatannya dan pemeliharaan yang maksimal.

Sebagai bagian dari pemerintahan, pihaknya akan melakukan pengawasan dalam segala hal tentang bangunan Gedung Taman Budaya Gunungkidul ini. Agar setelah diresmikan, dapat dimanfaatkan secara optimal dan membangkitkan perekonomian.

Kepala UPT Taman Budaya Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, menambahkan, berkaitan dengan Taman Budaya Gunungkidul saat ini masih dimanfaatkan hanya untuk kepentingan pemerintah dan kedinasan saja. Sebab memang belum dibuka untuk kepentingan masyarakat umum. Rencananya setelah Peraturan Bupati tentang Pengelolaan TBG jadi, baru akan dibuka untuk kepentingan umum. Peresmian gedung tersebut direncanakan akan dilakukan pada akhir November 2021 mendatang.

“Masih proses penyusunan Perbub. Setelah itu nanti dilakukan review tentang retribusinya baru kemudian dibuka untuk umum. Untuk gedungnya sudah jadi,” terang Eko Nur Cahyo.

Berkaitan dengan biaya pemeliharaan dan perawatan, ia mengungkapkan jika paling besar nantinya berada pada plot beban listrik. Untuk saat ini, dianggarkan hingga mencapai 35 juta per bulan. Belum lagi biaya kebersihan, genset dan lainnya.

“Kalau untuk per bulan nanti mungkin bisa lebih dari 100 juta untuk listrik dan kebersihan. Tapi itu setelah dibuka untuk umum,” paparnya.

Saat ini, pihaknya tengah berproses untuk melakukan pengembangan lagi di TBG. Diantaranya pembuatan mini museum di lantai 3 dengan anggaran 700 juta, pengadaan gamelan ada dua jenis sekitar sekitar 450 juta, dan pengadaan wayang juga ada dua jenis sekitar 900 juta.

“Proses lelang sekarang ini. Itu menggunakan dana keistimewaan yang didapat oleh Gunungkidul,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler