fbpx
Connect with us

Politik

Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru

Published

on

Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru 157
Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru 158 Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru 159 Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru 160 Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru 161 Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru 162 Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru 163 Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru 164 Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru 165 Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru 166 Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru 167 Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru 168 Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru 169 Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru 171 Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru 172 Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru 173 Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru 174

Wonosari,(pidjar.com)–Populasi ternak yang banyak dengan kualitas bagus dan terpercaya menjadikan Kabupaten Gunungkidul saat ini sebagai lumbung ternak di Provinsi DIY. Kendati demikian, peternak masih menggunakan pola sederhana dan tradisional. Untuk itu seiring dengan pesatnya pertumbuhan peternakan dan majunya daerah, peternak didorong untuk menerapkan pola yang lebih modern.

Penerapan pola modern ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas ternak dari Kabupaten Gunungkidul. Dengan begitu nilai jualnya jauh lebih tinggi dan penjualannya lebih meningkat. Disisi lain juga menekan anggaran perawatan dan pemeliharaan ternak.

Senin (09/11/2020) kemarin, puluhan peternak konvensional Gunungkidul mengikuti kegiatan zoom meeting dengan peternak asli Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat yang sukses dalam bidang peternakan di Selandia Baru. Telekonferensiyang digawangu oleh calon bupati Gunungkidul nomor urut 4, Sunaryanta itu bertujuan untuk membuka pengetahuan para peternak di Gunungkidul. Mereka juga didorong untuk mengadopsi teknik serta pola pemeliharaan dan pengembangan ternak yang diterapkan Reza Abdul Jabar  di Selandia Baru.

Salah seorang peternak dari Padukuhan Sumbermulyo, Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari, Sukim mengatakan dirinya mengapresiasi adanya teleconference yang dilakukan dengan menggandeng peternak sukses di Negara maju tersebut. Dalam kesempatan tersebut, kemudian membuka pengetahuan para peternak di kabupaten Gunungkidul untuk lebih bersemangat dan menekuni bidang peternakan. Pasalnya menurut dia, peternakan sendiri sejak dulu memang sangat menjanjikan.

Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru 175 Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru 176 Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru 170

Ia mengakui jika selama ini memang pola pemeliharaan dan pengembangan ternak yang diterapkan oleh peternak lokal Gunungkidul masih tergolong sederhana dan tradisional. Sehingga tak jarang, terdapat sapi yang kualitasnya masih perlu ditingkatkan lagi.

“Harapannya yang bersangkutan (Reza Abdul Jabar) bisa kembali ke Indonesia dan memberikan pelatihan serta pendampingan bagi peternak di Gunungkidul. Sehingga pola dan teknik kita lebih baik dan ternak yang dihasilkan juga berkualitas di pasaran,” terang Sukim.

Berdasarkan pengalamannya selama ini, rerata keuntungan dalam beternak hanya berkisar 5 juta saja. ia mencontohkan, biasanya ia membeli sapi untuk bibit ternak sebesar 15 juta, kemudian ia pelihara beberapa waktu untuk sampai siap jual dan hanya dihargai 20 juta. keuntungannya 5 juta itupun termasuk biaya pemeliharaan.

Calon Bupati Gunungkidul nomor urut 4, Sunaryanta mengatakan, sektor peternakan menjadi prioritas program kerjanya bersama dengan Heri Susanto. Berdasarkan pengalaman ia terjun ke lapangan banyak peternak sapi di Gunungkidul. Kemudian setelah dilakukan cek, ternyata Gunungkidul memang beberapa waktu terakhir menjadi pemasok ternak di DIY. Untuk itu pihaknya akan memberikan perhatian lebih lagi pada sektor ini.

“Peluangnya sangat bagus sekali. Sebagian warga memiliki ternak, begitu pula ada kelompok-kelompok ternak yang sudah cukup besar. Hanya saja memang mereka belum modern dalam pengembangannya dan pemeliharaanya sehingga perlu didampingi,” terang Sunaryanta.

Gagasan mantan anggota TNI yang bertugas di Kementerian Pertahanan tersebut adalah Gunungkidul menjadi daerah yang maju dengan potensi yang dimiliki. Sektor peternakan tidak hanya sekedar budidaya saja, akan tetapi juga menghasilkan daging siap diolah dengan kualitas unggul dan bisa melakukan ekspor daging ke Negara-negara lain.

“Kalau budidayanya bagus dan polanya modern tentu hasilnya akan luar biasa. Kita bisa duduki pasaran daging di luar negeri. Misalnya ekspor daging beku atau jenis lainnya. Populasi ternak yang besar ini yang harus dimanfaatkan dengan baik dipoles agar menjadi lebih besar dan kualitasnya tidak diragukan lagi,” sambungnya.

“Untuk pengelolaan lainnya, nanti pemerintah membuat Dinas yang khusus membidangi Peternakan . jadi benar-benar fokus tidak terpecah-pecah, saya yakni kok kalau peternakan digarap betul dengan perhatian yang lebih dari pemerintah akan jauh lebih maju. Bisa saja menyuplai kebutuhan daging nasional 3.000 sampai 5.000 ton,” tuturnya.

Menurut dia, ini bukanlah gagasan semata. Dengan potensi yang sudah dimiliki akan lebih mudah dalam mengambil langkah dan implementasinya. Dirinya juga sudah ada relasi dengan peternak di Jakarta yang nantinya siap membantu kerjasama dalam pemasaran dan lainnya.

Disinggung mengenai kebutuhan pakan, menurut calon yang diusung oleh Partai Golkar dan PKB ini mengatakan harus bisa mandiri. Selain menggunakan pakan hijau dari berbagai jenis tumbuhan, peternak dan petani harus lebih inovatif lagi. Misalnya menggunakan  pakan fermentasi (silase) ataupun pemanfaatan pakan lainnya.

“Pakan hijau sangat penting. Tapi kalau kekeringan melanda pakan hijau sangat sulit didapatkan, untuk itu perlu adanya inovasi dengan menggunakan pakan fermentasi. Kita juga akan menaruh perhatian pada pengentasan permasalahan air  di Gunungkidul agar suplai air mencukupi untuk kebutuhan hidup, pertanian dan peternakan,” paparnya.

Beberapa waktu lalu Kepala DPP Gunungkidul Bambang Wisnu Broto mengatakan, populasi sapi total ada 153.363 ribu ekor, untuk sapi jantan ada 56 ribu ekor, dan yang siap kurban yakni sapi jantan dewasa ada 19.170 ekor. Sementara kambing total populasinya ada 188.160 ekor, untuk jantan 71.501 ekor, dan kambing siap disembelih 23.520 ekor.

“Setiap tahunnya saat menjelang Idul Adha peternak terus mengirim cernak ke luar daerah untuk memenuhi permintaan pasar. setiap tahun jumlah ternak kelura banyak sekali,” ungkap Bambang.

“Untuk harga di musim tertentu memang ada kenaikan yang signifikan. Tapi kalau bulan atau musim biasa ya relatif lah,” tutupnya.

Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru 178 Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru 179 Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru 180 Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru 181 Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru 182 Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru 183 Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru 184 Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru 185 Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru 186 Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru 187 Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru 188 Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru 189 Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru 190 Ubah Pola Konvensional ke Modern, Puluhan Peternak Tradisional di Gunungkidul Belajar Bareng Peternak Sapi Selandia Baru 191

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler