Connect with us

Pendidikan

Uji Coba Penerapan E Rapor di 3 SMP, Sejumlah Kendala Mulai Dikeluhkan

Diterbitkan

pada

Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Penerapan sistem e rapor mulai diuji cobakan kepada sejumlah sekolah di Kabupaten Gunungkidul. Dengan e-rapor ini, para siswa, pengajar maupun wali murid bisa dengan lebih mudah mengakses nilai pendidikan dan kemampuan maupun uji karakter.

Pada tahun ajaran 2018/2019 ini, terdapat 3 sekolah yang akan menjadi uji coba penerapan e rapor sebagai Laporan Hasil Belajar (LBH). Adapun ketiga sekolah tersebut yaitu SMP Mujahidin Wonosari, SMP Negeri 1 Wonosari dan SMP Negeri 1 Karangmojo.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rosyid mengatakan, ketiga SMP tersebut dipilih menjadi obyek uji coba karena secara umum dinilai siap. Kesiapan sekolah-sekolah tersebut meliputi sarana dan prasarana maupun faktor wali murid yang relatif melek teknologi.

Disampaikan Bahron, faktor wali murid sebagai penerima e raport inilah yang menjadi pertimbangan utama jajarannya dalam penerapan konsep ini. Kesiapan mereka dalam mengakses teknologi akan menjadi sangat penting ke depan dalam hal ini.

“Belum semua wali murid bisa mengaplikasikan e rapor, ini masalahnya jika akan diterapkan secara menyeluruh sehingga untuk sementara baru kita putuskan 3 SMP yang akan menjadi uji coba pertama,” ungkap Bahron, Sabtu (04/05/2019) siang.

Selain mengkhawatirkan ketidakcakapnya wali murid menggunakan e rapor, ia juga mengkhawatirkan bahwa tidak semua wali murid mempunyai gadget. Padahal, gadget inilah yang menjadi media utama untuk bisa mengakses e rapor.

Berita Lainnya  Ini Klarifikasi Dinas Perihal Surat Edaran SD N Karangtengah III Yang Tuai Kontroversi

“Makanya masih perlu kajian yang panjang terkait penerapan e rapor ini, di SMP yang kami jadikan percontohan pun belum semua kelas menggunakan e rapor,” kata dia.

Sementara itu, pejabat kurikulum SMP 1 Wonosari, Sulis membenarkan bahwa SMP N 1 Wonosari memang mejadi salah satu sekolah yang menjadi obyek ujicoba penerapan e rapor. Meski demikian, ia mengakui bahwa dalam penerapannya, konsep ini belum bisa secara optimal diterapkan. Ada sejumlah kendala yang harus dihadapi pihak sekolah dalam menerapkan konsep e rapor sebagai laporan akademis hasil belajar siswa kepada wali muridnya ini.

Salah satu yang menjadi kendala utama adalah dalam prakteknya, guru mata pelajaran yang hendak menginput nilai anak didik haru login ke dalam sistem e rapor. Padahal untuk bisa login, para guru haruslah memiliki SK dan sekaligus juga terdaftar ke dalam Dapodik. Sementara yang terjadi saat ini adalah, banyak dari guru yang mengampu mata pelajaran adalah GTT sehingga belum terdaftar ke Dapodik.

Berita Lainnya  Rata-rata Nilai UNBK SMP Naik, Gunungkidul Tetap Kembali Duduki Peringkat Buncit

“Yang terjadi, guru-guru mata pelajaran tersebut tidak bisa login untuk menginput nilai para siswa,” beber Sulis.

Selama ini disebutkan oleh Sulis, SMP N 1 Wonosari mengalami kekurangan staf pengajar. Hal ini kemudian membuat sekolah terpaksa mengambil kebijakan untuk mengangkat guru berstatus GTT guna menutupi kekurangan tenaga yang ada.

Sebagai alternatif lain untuk menyiasati kendala yang ada, pihaknya terpaksa menciptakan aplikasi e rapor yang dikhususkan untuk internal SMP N 1 Wonosari. Secara konsep, aplikasi ini relatif sama dengan yang diterapkan oleh dinas. Namun lantaran ini buatan sendiri, sehingga aplikasi ini khusus diakses untuk SMP N 1 Wonosari. Aplikasi tersebut telah mulai diterapkan sejak tahun ajaran ganjil semester lalu.

Berita Lainnya  Capaian Prestasi SMA Mubammadiyah Al Mujahidin di Olympicad Nasional

“Dengan aplikasi e rapor kami, semua guru bisa login, kalau yang dari pusat saya kurang tahu apa yang menyebabkan guru tanpa SK dan tidak terdaftar di Dapodik tidak bisa login,” tandasnya.

Di sisi lain, Sekretaris Komisi D DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho mengatakan setiap kebijakan harus dipersiapkan secara matang. Jangan sampai nantinya kebijakan yang ada justru tidak optimal lantaran persiapan yang kurang dan banyak kendala yang terjadi. Ia menyarankan kepada seluruh stake holder di kalangan pendidikan untuk melakukan kajian yang matang terkait kelebihan dan kekurangan penerapan e rapor.

“E rapor ini baik, tapi juga harus dipikirkan bahwa tenaga pendidik kita ini tidak semuanya berstatus sebagai ASN, kita tidak boleh memungkiri bahwa kita itu butuh GTT. Jangan sampai mereka gajinya jauh dengan ASN, tapi diberi beban seperti ASN dan malah menghambat terobosan pemerintah untuk peluncuran e rapor,” tandasnya. (Ulfah Nurul Azizah)

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 bulan yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler