fbpx
Connect with us

Peristiwa

Waspada Gelombang Tinggi di Pantai Selatan Gunungkidul

Diterbitkan

pada

BDG

Tanjungsari,(pidjar.com)– Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, empat hari ke depan ini makan terjadi gelombang tinggi di perairan selatan Jawa, tak terkecuali di perairan Gunungkidul. Mengantisipasi hal ini, BMKG menghimbau masyarakat pesisir, nelayan, dan wisatawan untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas, terutama di kawasan pantai serta perairan.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron, Marjono mengatakan, gelombang tinggi mulai terjadi pada Selasa, 28 Mei 2024 pagi tadi dan diperkirakan akan terjadi sampai Kamis mendatang. Adapun ketinggian gelombang mencapai 11,5 feet atau sekitar 4 meter. Pihaknya pun saat ini bersiaga dan terus melakukan pemantauan di pantai-pantai yang masuk dalam wilayah mereka.

Berita Lainnya  Hasil Otopsi Keluar, Penyebab Kematian Warga Giring Karena Benturan Benda Tumpul di Kepala

“Kenaikan gelombang mulai tadi pagi dan terjadi di sepanjang perairan pantai selatan,” kata Marjono.

Ia menambahkan, pemantauan hingga siang ini tidak ada atau belum ada kerusakan bangunan maupun kapal milik nelayan. Para nelayan untuk sementara menghentikan aktivitas melaut. Mereka lebih memilih tinggal di rumah untuk menghindari bahaya.

“Sampai saat ini belum ada laporan kerusakan, kapal nelayan sudah diamankan termasuk para pedagang yang ada di pinggir pantai,” jelas Marjono.

Sementara itu, Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi I Gunungkidul, Sunu Handoko Bayu Segara mengatakan, kenaikan gelombang air laut di wilayah Sadeng dan sekitarnya berkisar 2 sampai 3 meter atau 5 feet. Kenaikan gelombang air laut ini diperkirakan akan terjadi sampai 4 hari kedepan atau sampai hari Kamis hingga Jumat.

Berita Lainnya  Rebut Piala DPRD, Lomba Balap Motor Penuh Persaingan Ketat

Himbauan terhadap masyarakat, nelayan dan wisatawan terus diserukan oleh timnya. Adapun pengunjung di pantai dihimbau untuk tidak bermain air terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan untuk engantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kalau untuk nelayan kami himbau untuk tidak melaut terlebih dulu,” tutup Sunu.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler