Sosial
20 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi Tahun Ini, Pelaku Kebanyakan Orang Terdekat Korban
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kekerasan terhadap anak masih saja terjadi di daerah, salah satunya juga ditemukan di Kabupaten Gunungkidul. Hal ini menjadi sebuah ironi tersendiri sehingga perlu adanya penanganan dari seluruh elemen masyarakat, pemerintah serta penegak hukum. Terlebih sekarang ini, Gunungkidul tengah berupaya meraih predikat Kabupaten Layak Anak.
Kepala Seksi Perlindungan Anak, Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Gunungkidul, Ahmad Afandi, mengatakan Sejak awal tahun 2020 imi sampai bulan November ini, tercatat ada lebih dari 20 kasus kekerasan yang dilaporkan ke dinas. Menurutnya faktor dan jenis kekerasan yang dialami anak sangatlah kompleks, mulai dari seksual hingga kekerasan jenis lainnya
“Sekitar 20 kasus lebih yang tercatat di buku register kami. Pendampingan selama ini diberikan terhadap korbannya, kemudian antisipasi juga diberikan dengan adanya edukasi-edukasi,” ucap Ahmad Afandi, Jumat (20/11/2020).
Ia menjelaskan bahwa, orang terdekat justru kerap menjadi pelaku kekerasan. Hal tersebut tentu menjadi catatan tersendiri, sebab seharusnya orang terdekat menjadi tempat paling aman bagi para anak-anak.
Untuk itu, pihaknya dalam melakukan pendampingan terhadap para korban juga memberikan arahan kepada keluarga. Sehingga keluarga mampu memberikan rasa nyaman serta aman bagi anak.
Pendampingan sendiri selain dari dinas juga melibatkan sejumlah lembaga lain. Sehingga dapat menguatkan korban, tentu menjadi seorang yang pernah mengalami perilaku kekerasan ada trauma tersendiri.
“Penguatan psikis dan lain-lain. Jenisnya ada beragam kekerasan yang didapat oleh korban jadi ada tingkatan kondisinya masing-masing. Jika sekiranya butuh psikolog juga diarahkan,” ujarnya.
Kekerasan terhadap anak ini menjadi sebuah pekerjaan tersendiri untuk Pemkab. Dalam upaya preventif hingga penangannya terlebih sekarang Gunungkidul sedang berupaya meraih predikat kabupaten layak anak. Tidak menutup kemungkinan angka kekerasan juga perlu ditekan lagi.
Kedekatan dan keterbukaan sangatlah perlu dijalin oleh anak dan orang tua. Sehingga jika mengalami suat hal yang sekiranya tidak pantas juga dapat bercerita dan kemudian mengambil solusi bersama.
Tanggal 20 November 2020 ini merupakan Hari Anak Nasional, ia berharap kedepan hak-hak anak dapat terpenuhi dengan baik. Kemudian juga tingkat kekerasan terhadap anak dapat diminimalisir, pengetahuan orang tua juga lebih terbuka.
“Masa pandemi ini keluargalah yang lebih banyak berperan mendampingi anak baik itu waktu belajar disekolah, kesehatan ,pemanfaatan waktu luang, dan hak hak anak lainnya. Sehingga meningkatkan peran keluarga dalam memberikan hak anak selama masa pandemi ini lebih diutamakan dan pemerintah selalu mendukung pemenuhan hak anak melalui upaya-upaya yang ada di program kabupaten layak anak,” imbuh dia.
Sementara itu, Kepala Seksi Bina Rehabilitasi, Bidang Rehabilitasi, Dinas Sosial Gunungkidul, Winarto mengungkapkan masih ditemukan anak terlantar di Gunungkidul. Upaya penanganan anak terlantar sendiri juga dilakukan oleh dinas sosial.
“Kalau anak usia sekolah tentu kami berikan bimbingan untuk memotivasi dan dilatih untuk produktif,”ujar dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized7 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized2 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang laluMulai Oktober, Tujuh TPR Wisata Gunungkidul Terapkan Pembayaran Retribusi Cashless
