fbpx
Connect with us

Sosial

20 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi Tahun Ini, Pelaku Kebanyakan Orang Terdekat Korban

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Kekerasan terhadap anak masih saja terjadi di daerah, salah satunya juga ditemukan di Kabupaten Gunungkidul. Hal ini menjadi sebuah ironi tersendiri sehingga perlu adanya penanganan dari seluruh elemen masyarakat, pemerintah serta penegak hukum. Terlebih sekarang ini, Gunungkidul tengah berupaya meraih predikat Kabupaten Layak Anak.

Kepala Seksi Perlindungan Anak, Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Gunungkidul, Ahmad Afandi, mengatakan Sejak awal tahun 2020 imi sampai bulan November ini, tercatat ada lebih dari 20 kasus kekerasan yang dilaporkan ke dinas. Menurutnya faktor dan jenis kekerasan yang dialami anak sangatlah kompleks, mulai dari seksual hingga kekerasan jenis lainnya

“Sekitar 20 kasus lebih yang tercatat di buku register kami. Pendampingan selama ini diberikan terhadap korbannya, kemudian antisipasi juga diberikan dengan adanya edukasi-edukasi,” ucap Ahmad Afandi, Jumat (20/11/2020).

Ia menjelaskan bahwa, orang terdekat justru kerap menjadi pelaku kekerasan. Hal tersebut tentu menjadi catatan tersendiri, sebab seharusnya orang terdekat menjadi tempat paling aman bagi para anak-anak.

Berita Lainnya  Gelar Sholat Hajat, Guru PAUD Tuntut Kesejahteraan Setara Dengan Guru dan Dosen

Untuk itu, pihaknya dalam melakukan pendampingan terhadap para korban juga memberikan arahan kepada keluarga. Sehingga keluarga mampu memberikan rasa nyaman serta aman bagi anak.

Pendampingan sendiri selain dari dinas juga melibatkan sejumlah lembaga lain. Sehingga dapat menguatkan korban, tentu menjadi seorang yang pernah mengalami perilaku kekerasan ada trauma tersendiri.

“Penguatan psikis dan lain-lain. Jenisnya ada beragam kekerasan yang didapat oleh korban jadi ada tingkatan kondisinya masing-masing. Jika sekiranya butuh psikolog juga diarahkan,” ujarnya.

Kekerasan terhadap anak ini menjadi sebuah pekerjaan tersendiri untuk Pemkab. Dalam upaya preventif hingga penangannya terlebih sekarang Gunungkidul sedang berupaya meraih predikat kabupaten layak anak. Tidak menutup kemungkinan angka kekerasan juga perlu ditekan lagi.

Kedekatan dan keterbukaan sangatlah perlu dijalin oleh anak dan orang tua. Sehingga jika mengalami suat hal yang sekiranya tidak pantas juga dapat bercerita dan kemudian mengambil solusi bersama.

Tanggal 20 November 2020 ini merupakan Hari Anak Nasional, ia berharap kedepan hak-hak anak dapat terpenuhi dengan baik. Kemudian juga tingkat kekerasan terhadap anak dapat diminimalisir, pengetahuan orang tua juga lebih terbuka.

Berita Lainnya  Sesaat Sebelum Gantung Diri, Pria Tua Ini Sempat Sampaikan Pesan Terakhir ke Istri Tercinta

“Masa pandemi ini keluargalah yang lebih banyak berperan mendampingi anak  baik itu waktu belajar disekolah,  kesehatan ,pemanfaatan waktu luang, dan hak hak anak lainnya. Sehingga  meningkatkan peran keluarga dalam memberikan hak anak selama masa pandemi ini lebih diutamakan dan pemerintah selalu mendukung pemenuhan hak anak melalui upaya-upaya yang ada di program kabupaten layak anak,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Seksi Bina Rehabilitasi, Bidang Rehabilitasi, Dinas Sosial Gunungkidul, Winarto mengungkapkan masih ditemukan anak terlantar di Gunungkidul. Upaya penanganan anak terlantar sendiri juga dilakukan oleh dinas sosial.

“Kalau anak usia sekolah tentu kami berikan bimbingan untuk memotivasi dan dilatih untuk produktif,”ujar dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler