fbpx
Connect with us

Politik

27 Hari Menuju Pilkada Gunungkidul, KPU Terus Lakukan Persiapan

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Tahapan demi tahapan dalam pelaksanaan Pilkada Gunungkidul 2020 telah dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul. saat ini, lembaga pelaksana  pemilihan umum tersebut tengah mempersiapkan logistik untuk keperluan pencoblosan pilkada yang berlangsung pada 9 Desember 2020 mendatang. Mulai dari surat suara hingga kota suara sekarang masih dalam proses pengadaan pihak rekanan.

Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, kota suara dan surat suara yang nantinya akan digunakan sekarang sedang proses pengadaan. Untuk kotak suara sendiri, sama seperti dalam pelaksanaan Pemilu di 2019. Dimana menggunakan kotak suara yang terbuat dari karton.

 “Untuk proses pengadaannya dilakukan oleh KPU Pusat. Kami nanti tinggal menerima barangnya yang sudah jadi,” terang Ahmadi Ruslan Han, Kamis (12/11/2020).

Disinggung mengenai penggunaan kotak suara karton, Hani mengakui bahwa putusan tersebut sesuai dengan aturan dalam Undang-Undang Pilkada yang diperkuat dalam PKPU dan Surat Edaran dari KPU RI. Kotak suara yang digunakan hanya sekali pakai, sehingga jika diselenggarakan pemilihan KPU harus melakukan pengadaan kembali.

Kotak dari karton dinilai lebih praktis karena tidak membutuhkan perawatan dan biaya sewa untuk penyimpanan setelah penyelenggaraan pemilihan. Pada pelaksanaan Pilkada 2020 ini kotak suara yang dicetak sesuai dengan sebanyak jumlah TPS yang tersebar di 1.900 titik.

“Kita juga menyediakan di setiap kapanewon dengan jumlahnya 5 sampai 7 unit kotak. Sehingga total ada 2.026 unit,” jelasnya.

Ia berharap proses pembuatan kotak suara ini berjalan dengan lancar sehingga pada akhir November barang sudah dapat dikirimkan ke Gunungkidul. Sekarang ini pihaknya juga sedang melakukan pemantauan proses pengadaan kotak surat, KPU juga mengurusi proses pencetakan surat suara. Selain itu, juga dilakukan pengadaan terhadap kebutuhan alat pencoblosan seperti alat coblos, bantalan hingga peralatan lainnya.

“Untuk kebutuhan alat coblos sudah tersedia, sedangkan untuk logistic lain seperti kotak dan surat suara masih dalam proses pengadaan. Nanti bagi pemilih berkebutuhan khusus aka nada pendampingan, kemudian yang tuna netra ada alat sendiri,” katanya.

Ketua Bawaslu Gunungkidul, Tri Asmiyanto mengungkapkan, pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap proses pencetakan logistik untuk pilkada. ia berharap semua dipersiapkan dengan matang sehingga jumlahnya bisa sesuai kebutuhan sehingga tidak mengganggu jalannya pemilihan hingga proses rekapitulasi berakhir.

Menurut dia, untuk saat ini bawaslu sedang fokus untuk pengawasan terhadap pelaksanaan jalannya kampanye. Berdasarkan pantauannya, dalam kampanye yang dilakukan penerapan protokol kesehatan sudah diterapkan.

“Protokol kesehatan sangat perlu dilakukan,” sambung Tri

 

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler