Sosial
Tiga Tahun Berdiri, Ponpes Thoriqul Mukminin Siap Bersaing Cetak Generasi Berkualitas
Semanu,(pidjar)–Pondok pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan yang lengkap dan tentunya berkualitas. Dari segi agama, mereka yang mondok (tinggal di pondok pesantren) memiliki pengetahuan agama yang jauh lebih luas. Di Gunungkidul sendiri terdapat beberapa pondok pesantren yang sudah beroperasi sejak lama. Pondok pesantren anyar pun juga mulai tumbuh di Gunungkidul untuk ikut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang baik dan berakhlak tinggi.
Seperti halnya di Padukuhan Pragak, Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu. Meski berada di pedesaan, namun di wilayah ini terdapat sebuah pondok pesantren anyar yang tumbuh dan ikut bersaing dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas dan berwawasan serta berakhlak. Pondok Pesantren Thoriqul Mukminin, baru berdiri 3 tahun lamanya. Namun demikian, sudah dapat mencetak bibit unggul dan berkualitas.
“Alhamdulillah di tahun ketiga ini kita sudah memiliki pondasi yang kokoh untuk kemajuan pondok pesantren di sini. Untuk ijin operasional pondok pesantren sendiri juga sudah terbit dan diserahkan oleh pemerintah,” kata Direktur Pondok Pesantren, Budi Santoso, Kamis (17/09/2020).
Meski sekarang ini masih tergolong sederhana namun pondok pesantren ini telah mencetak sejumlah santri yang berprestasi baik di bidang keagamaan, akademik maupun non akademik. Fasilitas dan sarana prasarana yang ada perlahan terus bertambah dan diperbaiki untuk menunjang kegiatan belajar maupun nyantri.
Mulai dari gedung yang menunjang kegiatan belajar mengajar, gedung tempat tinggal, sarana seperti kendaraan bermotor yang digunakan para santri yang tengah menuntut ilmu di universitas ataupun SMK/SMA perlahan mulai dipenuhi.

Selain mencetak santri yang memiliki pengetahuan yang luas. Pondok pesantren ini juga mendorong masyarakat sekitar untuk ikut berkegiatan. Mulai dari kajian setiap minggunya dan kegiatan lainnya. Selain menekankan kegiatan pembelajaran akademik dan keagamaan, mereka (santri) didorong untuk dapat bersosialisasi dan berinteraksi dengan masyarakat. Membaur menjadi satu dan dapat saling tolong menolong serta bermanfaat bagi semua umat.

“Selasa lalu pondok pesantren kami tepat 3 tahun berdiri. Harapan besar tentu ada, dimana masyarakat jauh lebih mempercayakan kami untuk mendidik anak-anak agar menjadi anak yang berprestasi dan berakhlak lebih baik lagi. Tentu ini menjadi pekerjaan yang berat, namun demikian berkat dorongan dan dukungan semua pihak kita pasti bisa mewujudkan generasi yang berkualitas dan mampu bersaing di luar sana,” tambahnya.
Tepat pada 3 tahun ini, untuk konsep perayaannya masih sangat sederhana. Dimana pengurus mengusung tasyakuran yang sederhana yakni model angkringan ini. Dengan model semacam ini dimaksudkan untuk mengajarkan kesederhanaan bagi para santri maupun masyarakat sekitar.
Selain itu, terobosan dan inovasi dilakukan untuk menyiapkan generasi agar mampu membaca dan menghafal Al-Quran serta memberikan pondasi keagamaan sejak dini. Pesantren online ini diperuntukkan bagi siswa kelas 4,5, dan 6 Sekolah Dasar.
“Untuk kegiatannya online, sesekali juga dilakukan pertemuan. Tentu di tengah pandemi ini kita menerapkan protokol kesehatan sebagaimana mestinya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Bahron Rasyid mengapresiasi berdirinya pondok pesantren Thoriqul Mukminin ini. Ia berharap dengan berdirinya pondok pesantren ini, dapat membantu pemerintah dalam mencetak generasi milenial yang lebih berkualitas dan dapat bersaing di luar sana. Pondok pesantren sendiri menjadi salah satu ujung tombak dalam mencetak santri berakhlak dan berkualitas.
“Harapan besar saya sepuluh tahun yang akan datang dusun Pragak akan menjadi kota santri. Hal ini akan berdampak pada peningkatan tingkat religiusitas, perkembangan ekonomi masyarakat, dan keberkahan dari Allah SWT,” ujar Bahron Rosyid.
-
Uncategorized2 hari yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Sosial4 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Sosial2 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized16 jam yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Uncategorized4 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan4 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized2 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized7 hari yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized1 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Peristiwa4 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Pemerintahan2 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized5 hari yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
