Peristiwa
Serangan Monyet Ekor Panjang Semakin Meresahkan, Petani Purwodadi Terancam Gagal Panen
Tepus,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Petani di Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus kembali diresahkan dengan serangan monyet ekor panjang. Pasalnya, kawanan binatang liar ini menjarah lahan pertanian milik warga, jika dibiarkan terus menerus tidak menutup kemungkinan petani dapat mengalami gagal panen.
Lurah Purwodadi, Sagiyanto mengungkapkan hampir setiap tahun petani dibuat resah oleh serangan monyet ekor panjang yang tidak bisa dibendung. Lahan pertanian selalu saja diserang binatang ini setiap tahunnya, hal ini berdampak pada hasil pertanian yang berkurang jauh dari hasil seharusnya.
“Serangan monyet ini terjadi setiap tahun saat memasuki musim tanam dan panen,” kata Sagiyanto, Sabtu (10/07/2021).
Menurutnya keberadaan binarang liar ini tidak bisa dipantau. Karena kawanan ini selalu berpindah-pindah dan populasinya cukup banyak. Petani sendiri tidak bisa berbuat banyak untuk mengantisipasi lahan pertanian mereka dijarah oleh monyet.
“Hanya upaya-upaya kecil saja. Misalnya lahan dipasangi jaring ataupun ditunggui oleh pemilik agar tanamannya tidak diserang monyet. Kondisi ini sudah terjadi sejak lama, kalau dibiarkan kan kasihan petani setiap panen bukannya untung tapi malah rugi,” paparnya.
Maka dari itu, pemerintah Kalurahan Purwodadi meminta bantuan BKSDA untuk melakukan penanganan terkait dengan serangan monyet ekor panjang ini agar populasinya berkurang. Diharapkan pula masyarakat diperbolehkan melakukan perburuan maka serangan terhadap lahan pertanian milik warga dapat dikendalikan.
“Petani sangat kuwalahan dalam menangani permasalahan ini. Kita akan komunikasi dan kirimkan surat ke BKSDA agar ditindaklanjuti,” ucap Lurah.
Hal yang samadiungkapkan oleh Jogoboyo Purwodadi, Suyanto. Jika serangan ini tidak segera dikendalikan maka petani akan semakin rugi besar, selain hasil tanaman yang terus berkurang lahan pun juga akan semakin rusak.
Selain mewaspadai serangan monyet, warga Purwodadi juga waspada akan serangan ternak oleh hewan liar. Sebab beberapa tahun lalu, banyak ternak warga yang mati akibat diserang binatang buas.
“Banyak ternak warga yang kandangnya berada di tengah ladang. Saat musim kemarau kami juga mewaspadai serangan binatang buas ini,” ungkap Suyanto.
Serangan binatang buas serta monyet ekor panjang beberapa tahun terakhir memang dikeluhkan oleh para petani di pesisir selatan maupun daerah lainnya.
-
Uncategorized2 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized6 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya1 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial3 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized2 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
