Connect with us

Pemerintahan

Bupati Pantau Harga Bahan Pokok, Pedagang Curhat Kondisi Pasar Sepi Hingga Barang Mahal

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)– Selasa,(24/02/2026) Bupati Gunungkidul bersama Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul melakukan operasi pasar serta pemantauan harga bahan pokok di Pasar Argosari. Para pedagang mengeluhkan kondisi pasar yang sepi dan harga bahan pangan yang merangkak tinggi.

Salah seorang pedagang Pasar Argosari, Wardani yang mengeluhkan kondisi pasar yang sepi beberapa bulan terakhir. Menurutnya salah satu faktor yang mempengaruhi pasar sepi adalah berjalannya program MBG di Gunungkidul.

Pihak dapur selama ini tidak membeli bahan pangan di pasar melainkan disuplier langsung. Sehingga transaksi di pasar sangatlah rendah. Program MBG juga disebut menjadikan pembeli pasar menurun drastis karena masyarakat daya belinya menurun.

“Karena MBG itu jadi pasar sepi. Lha wong biasanya jam 2 itu ada yang belanja ee anaknya mau dibekali apa terus ke pasar. Sekarang sepi pokoknya, barang juga susah lakunya,” kata Wardani.

Disisi lain, menurut Wardani program tersebut menyebabkan harga sejumlah bahan pangan naik drastis. Seperti sayuran, ayam, telur dan lain sebagainya. Ia berharap kedepannya ada kerjasama yang baik antara pihak dapur dengan pedagang pasar, paling tidak mereka bisa berkontribusi dalam menyediakan komponen bahan pangannya.

“Saya pernah ditanya-tanya, tapi tidak pernah belanja kesini. Pernah juga sampai datang ke rumah tanya soal bandeng presto. Tapi ya itu, tidak jadi. Pokoknya banyak keluhan pedagang,” paparnya.

Salah satu komoditas yang naiknya selalu tajam adalah cabai rawit merah. Hampir setiap hari ganti harga, berkisar Rp 80 ribu, per kilogram kemudian naik di harga Rp 85 ribu, bahkan sempat tembus di harga Rp 100 ribu per kilogramnya. Sayur mayur seperti buncis, kacang panjang, dan lain sebagainya.

Berita Lainnya  Gelontoran Anggaran Puluhan Miliar, Ini Jalur-jalur Wisata Yang Akan Dibangun Tahun 2022

Pedagang lain yakni Lipurningsih, mengatakan harga cabai merah besar saat ini berkisar Rp 35 ribu sampai Rp 45 ribu. Kemudian cabai rawit hijau sekutar Rp 40 ribu sampai Rp 60 ribu dalam sepekan terakhir. Bawang merah mulai dari Rp 30 ribu sampai dengan Rp 45 ribu tergantung dengan besar kecil dan kualitasnya.

“Harga setiap harinya memang berubah-ubah. Ya karena hujan ini, karena tidak ada panenan dan lainnya. Pasar sekarang sepi banget, lesu,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, pihaknya telah menampung berbagai keluhan dari para pedagang di pasar tradisional tersebut. Nantinya, keluhan yang masuk akan menjadi bahan diskusi lintas sektoral bersama dengan Pemda DIY serta pemerintah pusat.

Berita Lainnya  Menikmati Karya Ayu, Gadis Tuna Rungu Yang Menjelma Jadi Seniman Masyur

“Akan kami sampaikan untuk bisa mencari solusinya seperti apa. 9 bahan pokok juga mulai naik, kondisi pasar sepi karena semangat zaman yang sudah berubah, banyak yang mengeluh ruko tutup karena kalah dengan sistem online,” jelasnya.

Berkaitan dengan 9 jenis bahan pokok yang naik ini, Pemkab Gunungkidul kemudian menggelar operasi pasar sebagai upaya untuk menstabilkan harga minyak dan gula. Pada hari ini, setidaknya ada 6.550 liter minyak goreng dan 3.500 kg gula pasir yang dioperasi pasar.

Dua komoditas ini dijual di bawah harga pasar. Untuk minyak fortune harga pasaran yakni Rp 20.000 sampai Rp 21.000 per liternya kemudian di toko yang bekerjasama dengan pemerintah untuk operasi pasar dijual dengan harga Rp 18.000. Sedangkan untuk gula pasir harga pasaran Rp 17.500 kemudian dijual di toko pantauan sebesar Rp 15.500.

Berita Lainnya  Jadi Biang Kerok Kegagalan Raih Adipura, TPAS Wukirsari Digelontor Program Khusus

“Masing-masing pembeli hanya diperbolehkan membeli 2 liter minyak saja. Takutnya kalau banyak-banyak justru distok oleh pembeli itu dan dijual dengan harga sama di pasaran,” tutupnya.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata6 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler