Sosial
Aturan Anyar Diterapkan, Beli Pertalite Gunakan Jerigen Saat Ini Tak Lagi Diperbolehkan
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Regulasi terbaru tengah dikeluarkan Pertamina baru-baru ini. Saat ini, pengecer BBM jenis pertalite tak lagi bisa melakukan pembelian dalam jumlah banyak untuk dijual kembali. Dalam peraturan tersebut, hanya BBM jenis Pertamax yang diperbolehkan untuk dibeli dalam jumlah banyak. Hal tersebut tentu saja membuat gejolak anyar di tengah kalangan pedagang pengecer mengingat harga eceran pertalite dan pertamax selisihnya cukup tinggi.
Comrel Pertamina MOR IV, Arya menjelaskan, kebijakan ini sebetulnya sudah ditetapkan pihak Pertamina sejak 1 Oktober 2019 lalu. Menurutnya, latar belakang kebijakan pelarangan ini dibuat adalah karena alasan faktor keamanan. Selain itu, banyak keluhan dari pengguna kendaraan bermotor terkait pembelian pertalite dengan jerigen yang mengakibatkan antrian panjang bahkan hingga stok habis. Sehingga kemudian para pembeli biasa tidak bisa mendapatkan supply BBM jenis pertalite.
“Di samping itu, sesuai Perpres 191 tahun 2014, Pertamina sebagai lembaga penyalur memiliki SPBU, nah SPBU merupakan titik serah atau jual terakhir kepada konsumen BBM bagi Pertamina,” ujar Arya saat dikonfirmasi pidjar-com-525357.hostingersite.com, Jumat (06/12/2019) siang.
Artinya, lanjut Arya, pengendara kendaraan bermotor seharusnya menjadi titik penjualan yang terakhir. Sehingga tidak ada lagi proses jual beli BBM selain dari SPBU.
“Kami mengutamakan pengisian BBM ke pengguna kendaraan bermotor karena mereka merupakan rantai konsumsi terakhir dari proses bisnis SPBU,” imbuh dia.

Saat ini Pertamina masih melihat sisi sosial dan mengatur pembelian jerigen khusus untuk produk pertamax. Dengan catatan selama tidak ada antrian dan spesifikasi jerigen memenuhi syarat.
“Baru dalam tahap kajian untuk aturannya,” paparnya.
Di Kabupaten Gunungkidul sendiri, beberapa SPBU telah menerapkan aturan pelarangan pembelian pertalite dengan jumlah banyak dan menggunakan jerigen sejak Rabu (04/12/2019) malam lalu. Namun demikian, kebijakan ini tengah mengalami gejolak bagi kalangan pengecer.
Salah seorang pengecer Pertalite di Desa Pulutan, Kecamatan Wonosari, Santi mengaku, malam tadi seperti biasa ia pergi ke SPBU Siyono untuk membeli pertalite menggunakan jerigen. Ia kaget, karena kemudian ia tidak diperbolehkan melakukan pembelian oleh petugas SPBU. Alasannya ada regulasi baru dari Pertamina yang tak lagi memperbolehkan penjualan menggunakan jerigen.
“Kalau begini yang rugi ya kami, sebagai pengusaha kecil, sekarang selisih kulakan pertalite dan pertamax kan kalau ngecer lumayan besar Rp 2 ribu, kasihan masyarakat,” ungkap dia kesal.
Ia berharap, dalam membuat regulasi, pemerintah semestinya memperhatikan betul kehidupan sosial masyarakat. Ia memberi contoh, saat ini SPBU di Kabupaten Gunungkidul juga tidak banyak.
“Kasihan kan kalau masyarakat di penjuru Gunungkidul, kalau eceran pertalite sudah tidak diperbolehkan, masak harus ke SPBU sementara jaraknya puluhan kilo,” tandasnya.
Informasi tambahan, saat ini harga BBM jenis pertalite di SPBU ialah Rp. 7.650,-per liter, untuk harga ecerannya di penjual mencapai Rp. 9.000,- per liter. Sedangkan untuk jenis pertamax di SPBU menyentuh angka Rp. 9.850,- per liter dengan eceran di warung Rp. 11.000,- per liter.
-
Uncategorized6 hari yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized4 minggu yang laluGelombang Tinggi di Pesisir Gunungkidul, Rusak Perahu Nelayan Hingga Warung
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
