Connect with us

Pemerintahan

Audiensi Dengan Kejaksaan, Para Kepala Desa Minta Dipercaya Kelola Dana Desa

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Forum Solidaritas Kepala Desa Gunungkidul terus berupaya meminta pemerintah dan aparat penegak hukum untuk memberikan perlindungan dan keadilan hukum yang kuat. Hal ini perlu dilakukan agar nantinya segala sesuatu yang berkaitan dengan dugaan penyimpangan atau pelaporan masyarakat mengenai hal-hal yang tidak sesuai dapat ditangani sesuai dengan prosedur yang tepat. Kamis (13/12/2018) kemarin, perwakilan Solidaritas Kepala Desa Gunungkidul mendatangi Kejati DIY sebagai langkah untuk sinergitas dalam menjalankan tugas masing-masing.

Ketua Solidaritas Kepala Desa Gunungkidul, Sutiyono mengatakan, kedatangan sejumlah perwakilan ke Kejati DIY tersebut sebagai upaya penyampaian aspirasi kepala desa. Menurut Sutiyono, pertemuan ini nantinya sangat krusial bagi kinerja 144 kepala desa Gunungkidul yang tengah menjabat agar dapat menjalankan tugas sebagaimana ketentuan yang telah berlaku. Mengedepankan akuntabilitas dan transparansi serta ikut berkontribusi dalam memajukan daerah Kabupaten Gunungkidul.

Berita Lainnya  Dinas Larang Keras Penjualan Benih Bantuan Yang Telah Disebar ke Poktan

“Pertemuan dengan Kajari dan Kajati itu kami anggap krusial. Agar nantinya kinerja kami (Kades) tidak terbelenggu dan sesuai dengan aturan mampu membangkitkan masyarakat desa agar menjadi mandiri dan lebih maju kembali. Pemerintahan bebas segala bentuk penyimpangan,” papar Sutiyono yang juga merupakan Kades Banyusoca, Jumat (14/12/2018) kemarin.

Adapun beberapa aspirasi yang disampaikan diantaranya yakni adanya pelaporan atau dugaan penyimpangan yang terjadi di desa-desa, dari aparat penegak hukum diminta untuk mengkoordinasikan dengan pengawas internal pemerintah sebelum mengambil langkah. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana penyimpangan yang dilakukan.

Jika terdapat temuan unsur penyimpangan dalam konteks administrasi, perkara tersebut alangkah baiknya hanya kemudian penanganannya diserahkan pada aparat pengawas internal pemerintah dan penyelesaiannya tidak melebar. Pun demikian jika ditemukan unsur pidana yang dilakukan, barulah diserahkan ke aparat penegak hukum agar dilakukan tindak lanjutan.

“Sinergitas seperti ini sangatlah diperlukan memang. Jangan sampai hukum tajam di bawah tapi tumpul ke atas. Itu yang kami hindari dan tekankan agar semuanya berjalan sebagaimana ketentuan yang berlaku. Kami bekerja sesuai dengan kebijakan, perlu ada kesepakatan dan kepercayaan,” imbuh dia.

Pendampingan dan pengawasan memang sangat dibutuhkan dalam mengawal jalannya pemerintahan dan program-program yang dimiliki oleh pemerintah daerah. Sehingga penyimpangan dapat terminimalisir. Bukan tidak mungkin jika segala penyimpangan yang terjadi itu disengaja. Pasalnya tidak sedikit pula mereka yang terjun ke lapangan dan kepala desa yang ada masih belum menguasai tupoksi atau program yang dijalankan mengingat keterbatasan pengetahuan maupun kualitas sumber daya manusianya.

Berita Lainnya  Miliki Siswa Kurang Dari 60, Belasan SMP di Gunungkidul Terancam Tak Bisa Cairkan Dana BOS

“Komunikasi akan terus kami lakukan. Dari komunikasi demi komunikasi tentu kami akan mengetahui permasalahan yang tengah dihadapi. Komunikasi ini menyeluruh semua lini tentu terlibat dari aparat maupun kami yang di desa,”tambah dia.

Satu program yang tengah digagas oleh forum ini untuk lebih mendekatkan hubungan dengan 144 kepala desa yang ada yakni dengan membuat suatu angkringan pojok sebagai wadah untuk berkumpul dan berkeluh kesah, bertukar pikiran sehingga permasalahan yang ada dapat terpecahkan.

Menurut Sutiyono, hasil pertemuan selama beberapa jam itu akhirnya membuahkan hasil. Dari aparat penegak hukum sepakat akan segera menindak lanjuti apresiasi yang disampaikan diantaranya yakni menjadikan Kejaksaan sebagai Sahabat Desa. Di mana akan ada pendampingan khusus dan pengawasan dalam setiap program yang dilakuka. oleh pemerintah desa. Itu sebagai bentuk antisipasi terjadinya penyimpangan, serta akan melakukan koordinasi dengan lintas sektoral.

Berita Lainnya  Proyek Pembangunan Sentra Industri Pathilo di Krakal, Pemkab Anggaran Hingga 4 Miliar

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata1 hari yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Optimalisasi TKP Senopati, Pemkot Siapkan Pangkalan Becak dan Andong untuk Mudahkan Wisatawan

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4   Jogja,(pidjar.com)– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta bergerak cepat menyiapkan penataan baru di kawasan Tempat...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Wisatawan Pantai Krakal Keluhkan Bawa Tikar Sendiri Tetap Dipungut Uang Sewa, Ini Respon Dinas

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul saat ini menjadi primadona bagi wisatawan luar daerah untuk mengisi waktu libur panjang mereka. Dalam setiap momen...

Berita Terpopuler