fbpx
Connect with us

Sosial

Berantas Bank Plecit Yang Merajalela di Krambilsawit, Titik Soeharto Bentuk Koperasi Bermodal Miliaran

Published

on

Saptosari,(pidjar.com)–Anggota DPR RI Komisi IV, Siti Hediati Hoeharto meresmikan Desa Krambilsawit, Kecamatan Saptosari menjadi Desa Mandiri Lestari Sabtu (10/03/2018) siang tadi. Pada kesempatan kunjungannya tersebut, politisi Golkar yang juga putri mantan Presiden Soeharti tersebut menyerahkan sejumlah bantuan yang disalurkan melalui Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri). Bantuan ini nantinya diharapkan menjadi stimulant bagi masyarakat setempat untuk bisa memacu roda perekonomian sehingga mampun kemudian untuk mengentaskan diri dari kemiskinan.

"Kita berikan sejumlah program berupa pembentukan koperasi, bedah rumah, warung, tabur puja, pelatihan guru PAUD, Posyandu dan juga ada gerobak warung," kata wanita yang akrab disapa Titik Soeharto ini.

Siti mengatakan, bantuan kemandirian ini sangatlah penting. Hal ini lantaran, berdasarkan data yang dimilikinya, Desa Krambilsawit saat ini masih tergolong desa dengan tingkat kemiskinan tinggi. Dari 1700 kepala keluarga, sedikitnya 40 % masih hidup berada di bawah garis kemiskinan. Adapun yang menjadi program unggulan, kata Siti yakni, pembentukan Koperasi Unit Desa (KUD) Sehat Hijau Sejahtera (SHS).

"Kita bentuk KUD Sehat Hijau Sejahtera (SHS) yang kita berikan dana Rp 3 miliar. Nanti itu untuk simpan pinjam warga yang ada dibawah garis kemiskinan yang selama ini belum tersentuh perbankan. Uang itu tidak akan diminta lagi oleh yayasan," tandasnya yang disambut tepuk tangan riuh dari masyarakat.

Selain itu, sedikitnya 70 rumah tak layak huni rencananya juga akan menerima bantuan program bedah rumah. Adanya peningkatan kualitas hunian itu nantinya akan berdampak juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

"Kalau rumah sudah layak nanti ke depan mereka tinggal berfikir bagaimana caranya sejahtera. Sebab beban mereka untuk membangun rumah atau memperbaiki sudah kita realisasikan, biar mereka berfikir selain itu," imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Desa Krambilsawit, Wagiya mengaku sangat senang dengan adanya bantuan dari yayasan yang didirikan oleh Soeharto tersebut. Dari sekian bantuan sendiri, program KUD diharapkan dapat menjadi awal mula kebangkitan masyarakat Krambilsawit. Sebab selama ini diakui Wagiya, masyarakat banyak terjebak kepada sistem rentenir yang menerapkan bunga yang mencekik masyarakat.

"Kasihan warga yang tercekik bunga bank plecit itu. Semoga ya dengan bantuan ini nantinya dapat mensejahterakan masyarakat kami," papar Wagiya.

Terpisah, Ketua KUD SHS, Antono Putro mengatakan pihaknya berjanji akan mengelola dengan baik koperasi tersebut. Dengan sistem manajemen digital, diharapkan pencatatan administrasi dapat berjalan dengan baik.

"Ini namanya program kridit ultra mikro," kata dia.

Selain itu, secara SDM, pihaknya mengaku siap menjalankan KUD yang ada saat ini. Bahkan, diakui Antono para personel KUD SHS siap untuk bekerja secara profesional. Sehingga nanti dana yang digulirkan dapat tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat.

"Karena pinjaman ini untuk warga kurang mampu maka kami dari koperasi juga tidak akan sembarangan dalam memberikan pinjaman. Nanti kita akan melakukan survei kepada pemohon pinjaman agar semua tepat dan sesuai," pungkas dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler