Pemerintahan
Dinas Klaim Belum Ada Orang Tua Siswa SD Tolak Vaksinasi
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun yang telah dimulai beberapa waktu lalu dinilai berjalan lancar. Hingga saat ini, belum ditemukan adanya orangtua yang tidak mengizinkan anaknya untuk divaksin.
Kepala Bidang Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Gunungkidul, Taufik Aminudin, mengatakan, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan laporan mengenai kendala yang berarti dalam penerapan program vaksin terhadap para siswa SD. Seluruh orangtua siswa disebutkan mendukung penuh program ini dan mengijinkan anaknya untuk divaksin. Menurutnya, baik orangtua maupun siswa sangat kooperatif untuk mensukseskannya yang ditargetkan selesai bulan Januari ini.
“Tidak ada informasi terkait orangtua yang tidak mengijinkan anaknya untuk divaksin,” ucapnya.
Ia menyampaikan jika nantinya ada orangtua yang tidak mengijinkan anaknya divaksin, maka hal semacam ini sebenarnya bukanlah suatu permasalahan. Pihaknya tetap akan melakukan pendekatan persuasif terhadap orangtua tentang pentingnya vaksinasi untuk anak.
“Ya tidak apa-apa kalau tidak diizinkan, kami tetap berikan informasi dengan baik-baik dan tidak dipaksa,” terangnya.

Hal serupa juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty. Ia mengungkapkan, sejak pertama kali dilaksanakan, pihaknya belum mendapat laporan secara khusus tentang orangtua yang belum mengijinkan anaknya divaksin. Menurutnya, jika nantinya diperlukan, akan dibuatkan surat keterangan tentang belum diijinkannya anak untuk divaksin.
“Belum ada laporan secara khusus, yang penting kita jalani dulu saja. Memang ada yang diundang tapi belum hadir. Kalau capaian vaksinasi per 3 Januari tercatat 7.805 anak yang sudah menerima vaksin,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, jika Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) juga berpeluang terjadi pada anak-anak. Namun pihaknya sampai saat ini belum mendapatkan laporan tentang adanya kejadian tersebut. Menurutnya, anak-anak akan dapat bertahan dari efek samping yang ditimbulkan vaksinasi. Hal ini lantaran anak-anak sudah terbiasa mengikuti program-program vaksinasi di sekolah yang dikenal dengan bulan imunisasi anak sekolah.
“KIPI bisa terjadi pada siapapun, termasuk anak usia 6 sampai 11 tahun yang divaksin,” tutur Dewi.
Sementara itu, Kepala SDN Umbulrejo, Kapanewon Ponjong, Joko Purnomo, menyampaikan jika seluruh orangtua di sekolahnya telah sepakat dan tidak ada penolakan terkait vaksinasi bagi anak-anak. Menurutnya, hal itu tak terlepas dari pemahaman yang baik dari orangtua siswa akan pentingnya vaksinasi.
“Kemarin sepakat semua, kami sudah rapatkan dengan orangtua siswa. Rencananya Jumat minggu depan siswa divaksin bersama sekolah lainnya, tinggal dilaksanakan saja,” pungkas dia.
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
