fbpx
Connect with us

Hukum

DP3AKBPMD Turunkan Personel Khusus Dampingi Bocah Yang Diduga Dihamili Ayah Tiri

Published

on

Semanu,(pidjar.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berkomitmen untuk mendampingi gadis di bawah umur warga Kapanewon Semanu yang menjadi korban pencabulan yang diduga dilakukan oleh ayah tirinya, AD. Pendampingan dirasa sangat perlu untuk mengantisipasi trauma kepada anak yang saat ini tengah hamil itu. Namun begitu, pihak pemerintah mengalami sejumlah kesulitan karena hingga kini kasus ini masih sebatas aduan kepada pihak kepolisian. Di samping itu, keluarga masih cenderung tertutup.

Kepala Seksi Perlindungan Anak DP3AKBPMD, Fajar Nugroho mengatakan, pihaknya sudah turun ke lapangan untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan Pemerintah Kalurahan Semanu. Bahkan, pemerintah sudah menurunkan konselor psikologi klinis untuk mendampingi psikis korban. Penanganan dan pendampingan semacam ini menurutnya menjadi sangat penting agar efek trauma psikis dari korban bisa dipulihkan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kalurahan. Kita juga sangat berharap AD segera dilaporkan agar ada efek jera. Terlebih dari penelitian yang ada, kasus seperti ini bisa terulang,” kata Fajar, Sabtu (09/10/2021).

Fajar menerangkan, dalam proses pendampingan sendiri masih belum bisa berjalan. Hal ini lantaran dari pihak keluarga sendiri cenderung menutupi peristiwa ini. Bahkan, saat konselor datang ke rumah korban, pihak keluarga enggan mempertemukan korban dengan konselor. Walau begitu, DP3AKBPMD sendiri akan terus melakukan pendekatan kepada keluarga maupun korban, agar ke depan bisa segera dilakukan pendampingan.

“Alasannya kemarin saat kita datang diberi tahu kalau korban sedang ada kepentingan, sehingga tidak ada di rumah,” terang dia.

Berdasarkan informasi yang ia dapatkan, ibu kandung dari korban sudah bersiap untuk mengasuh cucu yang tak lain anak dari suaminya tersebut. Hal itulah yang diperkirakan membuat hingga kini pihak keluarga belum melakukan laporan kepada pihak berwajib.

“Tapi karena kami menjaga si anak ini agar tetap sehat secara mental dan psikisnya, kami melalui pemerintah kalurahan sudah berkomunikasi dengan ayah kandung Melati yang tinggal di Sleman untuk melaporkan kejadian ini,” beber dia.

Dikatakan Fajar, untuk terduga pelaku sendiri tinggal di Klaten. Setiap harinya, AD banyak beraktivitas dan bekerja di Klaten. Adapun kepulangan AD sendiri hanya satu pekan sekali.

“Intinya kami berkomitmen untuk melindungi hak hidup dari korban dan janinnya. Kami telah mendapatkan juga laporan dari dari bidan yang memeriksa korban,” tandas Fajar.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto saat dikonfirmasi menerangkan, saat ini kasus pencabulan dengan korban siswa kelas 10 di salah satu SMK swasta di Gunungkidul ini masih dalam proses penyelidikan. Adapun yang menangani kasus ini adalah Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, Satreskrim Polres Gunungkidul.

“Kita tunggu saja hasil penyelidikan anggota. Kita dari Polres Gunungkidul sangat berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutup Suryanto.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler