Hukum
Geram Puluhan APK Miliknya Dirobek dan Disiram Cat, Suharno Lapor ke Bawaslu
Ponjong,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Suharno berang. Politisi karismatik ini mendapati puluhan alat peraga kampanye (APK) miliknya serta anaknya dirusak secara sengaja. Suharno pun kemudian melaporkan temuan tindak pelanggaran Pemilu tersebut ke Bawaslu Gunungkidul. Sedikitnya berdasarkan data yang dikumpulkan tim Suharno, ada 50 APK yang ditemukan dalam kondisi rusak. Saat ini proses penyelidikan masih dilakukan oleh pihak kepolisian dan Bawaslu Gunungkidul sebagai tindak lanjut laporan ini.
Ditemui di sela-sela pelaporan, Suharno mengatakan, sejumlah alat peraga kampanye miliknya yang terpasang di kawasan Karangmojo dan Ponjong diketahui rusak. Setelah dilakukan pencermatan oleh timnya, ternyata kerusakan itu dimungkinkan adanya kesengajaan dalam bentuk-bentuk kerusakan yang ditimbulkan dalam APK-APK tersebut. Penyisiran yang kemudian dilakukan oleh tim Suharno, didapati sekitar 50 APK dalam bentuk banner rusak terkena lemparan cat dan disobek paksa.
Lantaran merasa dirugikan dan temuan ini termasuk tindak pelanggaran pemilu, pada Selasa (13/02/2019) siang tadi dirinya melaporkan kejadian itu ke Bawaslu Gunungkidul. Hal ini sebagai bentuk upaya penegakan hukum, agar para pelaku pengrusakan dapat bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukan. Selain itu, pelaporan juga dilakukan sekaligus untuk menenangkan kalangan pendukungnya yang juga ikut berang dengan kejadian ini.
“Murni pengrusakan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab. APK-APK saya dirobek dan disiram cat. Ini sekarang sedang ditindak lanjuti,” kata Suharno saat dikonfirmasi.
Menurutnya, tidak hanya APK miliknya saja yang diketahui dalam kondisi rusak, terdapat beberapa alat peraga miliki partai lain yang juga mengalami kerusakan. Namun sejauh ini mayoritas kerusakan terbanyak merupakan APK milik Suharno. Sejauh ini, pelaporan yang ia lakukan tidak terdapat siapa terlapornya. Ia tidak ingin menduga-duga pelaku yang dengan sengaja melakukan pengrusakan pada alat peraga kampanye miliknya.

Suharno memaparkan, ia tidak mengetahui secara pasti motivasi dari perusakan massal terhadap APK tersebut. Namun begitu, ia menduga bahwa oknum yang tidak bertanggungjawab ini ingin mengarah ke perpecahan. Selain atribut partainya, ada cukup banyak APK milik partai atau caleg lain yang dirusak, diantaranya adalah, Golkar, PAN, PKS, PSI, Gerindra dan Demokrat.
“Kami serahkan ke pihak berwajib atas pelaporan ini. Mudah-mudahan segera terungkap dan langsung dapat ditindak lanjuti dengan maksimal. Jangan sampai menjadi pemecah belah dan membuat suasana sekarang semakin keruh dan memanas,” imbuh dia.

Suharno juga menambahkan, pihaknya memang seakan menjadi sasaran utama dalam perusakan ini. Pasalnya, selain miliknya, APK milik anaknya, Rian Eko Wibowo yang juga menjadi caleg Partai Nasdem untuk DPRD Gunungkidul juga ikut disasar. Puluhan APK milik Rian juga ditemukan dalam kondisi rusak.
“Masalah hukum ini akan saya teruskan tapu sekaligus juga saya ingin menghimbau kepada para kader dan pendukung saya agar tetap tenang dan jangan terpancing. Kita mempercayakan masalah ini sepenuhnya kepada aparat penegak hukum karena ini sudah mengarah pada pidana,” urainya.
Menindak lanjuti laporan itu, tim dari Bawaslu Gunungkidul dan Polres Gunungkidul dipimpin oleh Kasat Reskrim langsung melakukan penyelidikan di lokasi pengrusakan. Bedasarkan pencermatan sementara ditemukan beberapa kantong plastik bekas cat yang mungkinkan digunakan oleh para pelaku untuk melempari baliho atau spanduk yang terpasang.
Sementara itu, salah seorang komisioner Bawaslu Gunungkidul, Rini Iswandari mengatakan, siang tadi jajarannya telah menerima laporan dari Suharno, mantan ketua DPRD Gunungkidul mengenai pengrusakan APK. Usai mendapat laporan itu, tim dari bawaslu dan kepolisian langsung terjun ke lapangan untuk investigasi. Sejauh ini belum ada terlapor atas pengrusakan yang dilaporakan oleh Suharno.
“Sudah kami tindak lanjuti. Sekarang sudah ke lapangan kok pengecekannya, nanti hasil di lapangan akan dikaji,” ucap dia.
Menurut dia, rusaknya APK bisa terjadi karena murni dilakukan pengrusakan oleh oknum tertentu atau memang faktor alam. Maka dari itu, saat ini investigasi dilakukan untuk menentukan langkah lanjutan apakah laporan ini memenuhi syarat formal atau tidak. Jika sekiranya tidak memenuhi unsur tentu penyelidikan akan secara otomatis dihentikan oleh Bawaslu Gunungkidul.
“Nanti perkembangannya bagaimana masih dipelajari, tidak instan tentunya,” tambah dia.
Sebelumnya memang juga terdapat pelaporan dari PDI-Perjuangan dan PAN atas pengrusakan puluhan APK. Namun pelaporan itu setelah dilakukan pengkajian oleh Bawaslu dan instansi terkait tidak memenuhi unsur formal sehingga penanganan dan penyelidikan terpaksa dihentikan. Laporan dari masing-masing partai atau caleg ini secara keseluruhan tidak ada terlapornya.
“Kalau dari PAN di Januari lalu laporan pengrusakan di wilayah Semin tapi berselang 1 hari langsung dicabut. Untuk sementara yang pelaporan resmi baru 3,” jelasnya.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized2 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized6 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized5 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
