Connect with us

Sosial

Jeritan Para Agen Bus Yang Kiosnya Dipersempit di Tengah Terminal Dhaksinarga Yang Semakin Sepi

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)--Program rehabilitasi terminal tipe A Dhaksinarga di tahun 2018 akan segera dilaksanakan. Dalam program tersebut, pemerintah akan melakukan penataan ulang sejumlah kios yang berada di dalam Terminal Dhaksinarga Wonosari. Mulai Senin (01/10/2018) depan, proses penataan akan dimulai.

Rencana penataan kios ini menimbulkan polemik tersendiri bagi sejumlah agen yang akan direlokasi dari kios yang sebelumnya mereka tempati. Kurangnya sosialisasi serta perencanaan yang matang terkait pelaksanaan penataan memicu penolakan dari para penghuni kios.

Ketua Organisasi Bus Malam (Bisma) Wonosari, Agustinus Sujatmo mengatakan, proyek tersebut dianggapnya sangat mendadak. Tidak ada sosialisasi terlebih dahulu yang diberikan oleh pemerintah kepada para agen bus ataupun penghuni lainnya yang biasa menggantungkan nasib di Terminal Dhaksinarga Wonosari. Bahkan dalam prosesnya yang ternyata telah terhitung sejak beberapa bulan lalu, para agen menurut Agus tidak mengetahui sehingga tidak ada komunikasi terkait program tersebut.

Padahal dalam penggarapannya nanti, proses penataan ini akan berdampak pada puluhan agen yang beroperasi di terminal. Mereka akan direlokasi ke tempat sementara selama 3 bulan, dan kemudian akan dipindahkan ke tempat baru yang sedang akan memasuki proses pembangunan.

Kurangnya koordinasi tersebut membuat geram para agen yang merasa tidak dilibatkan dalam proses rembukan. Sehingga kemudian pada saat ini program yang akan segera dieksekusi, tidak sesuai dengan keinginan para agen.

“Tanpa ada apa-apa, tahu-tahu sudah keluar surat pemberitahuan akan ada penataan,” keluh Agus, Sabtu (29/09/2018) siang.

Program pusat itu rencananya akan merombak tata kelola kios-kios di dalam Terminal Dhaksinarga Wonosari menjadi sistem zonasi. Di mana kios para agen yang sekarang berada di depan pintu masuk itu akan dialihfungsikan. Kemudian agen bus akan dipindahkan di lokasi sebelah selatan gedung dan akan dibuatkan loket-loket penjualan. Agus sendiri mengeluhkan hal ini lantaran akan membuat para agen tidak dapat leluasa bertransaksi.

Berita Lainnya  Persempit Sebaran Anthraks, Pemkab Kaji Rencana Penutupan Sementara Pasar Hewan

“Ada tekanan dari teman-teman kalau program ini kurang sosialisasi, kita tidak tahu arahnya dan bagaimana ke depan,” ucapnya.

Penataan ini pun dianggap para agen juga semakin dibuat rugi. Pasalnya mereka tidak memiliki keleluasaan. Jangankan bertransaksi, untuk bergerak pun juga begitu sulit. Dengan dana ratusan juta yang akan digelontorkan, namun para agen hanya akan disediakan loket dengan ukuran 110 cm x 175 cm.

“Ada gejolak memang tapi apalah daya kami. Peraturan sudah dibuat, dan Senin depan sudah mulai pelaksanaan program. Yang kami sesalkan kenapa sosialisasinya mendadak dan kita tidak dilibatkan dalam menyampaikan aspirasi, tau-tau sudah mau operasi terus dikumpulkan. Kan aneh,” urainya.

Meski terdapat polemik dan sangkal menyangkal pendapat, namun pada akhirnya para agen sedikit menerima. Jika nantinya kebijakan tersebut akan memperbaiki pola kelola dan perputaran layaknya Terminal Tipe A pada umumnya ini dianggap tidak sesuai dan merugikan para agen, tentu akan ada tindakan lainnya. Ia mengancam bahwa jika terus dipersulit seperti ini, para agen akan hengkang dari terminal dan membuat kios di luaran.

Bagian depan Terminal Dhaksinarga Wonosari

Sementara itu, Koordinator Terminal Dhaksinarga Wonosari, Edy Lestari menjelaskan, program ini memang telah dikoordinasikan sejak beberapa bulan lalu. Dari petugas terminal pun telah dipanggil ke pusat untuk membicarakan proyek penataan ulang Terminal Dhaksinarga Wonosari. Namun demikian, sosialisasi memang baru dilakukan sekarang. Hal ini lantaran, surat keputusan terkait pelaksanaan proyek ini baru diterima pada 24 September 2018 lalu.

Berita Lainnya  Penggunaan Dana Desa Tak Perlu Ribet, Yang Penting Transparan dan Akuntabel

“Ya dari pusat kan ada kebijakan dan langkah tersendiri. Tanggal 24 kami terima, sekarang kami kumpulkan dan Senin depan sudah penggarapan,” tambah dia.

Disinggung mengenai besaran dana yang akan diterima dalam proses penggarapan proyek besar-besaran ini, Edy enggan menjawab, ia menganggap jika yang berkaitan dengan dana dan teknis merupakan kebijakan dari pusat dan ada pula dari petugas di Jogja. Ketugasannya hanya sebatas mengkondisikan yang ada di Terminal Dhaksinarga. Dirinya tidak memungkiri jika pro dan kontra memang ada terkait pelaksanaan proyek ini.

Edy menegaskan bahwa keputusan telah resmi dibuat. Mau tidak mau, tentunya para agen harus menerima keputusan tersebut. Proyek ini sendiri akan dilakukan secara bertahap. Nantinya semua akan diberlakukan sistem zonasi untuk para agen. Pada tahun 2018 ini, dilakukan proyek relokasi loketing para agen. Kemudian di tahun anggaran selanjutnya, Edy mengaku masih belum mengetahui apa yang akan digarap lagi.

Berita Lainnya  Tahap Akhir Pembebasan Lahan TPAS Banjarejo, Anggaran 10 Miliar Disiapkan

“Besaran dana saya tidak bisa ngomong. Ratusan juta lebih, bukan wewenang saya. Silahkan datang saja ke Jogja. Segala keluh kesah agen tadi saya tampung, tapi tentu kalau kebijakan itu sulit diubah ada hitungan tersendiri,” ucap dia.

Menurutnya dengan adanya program semacam ini justru akan menghidupkan kembali geliat di Terminal Dhaksinarga Wonosari. Akan tetapi ada fakta di lapangan, Terminal Dhaksinarga Wonosari memang setiap harinya sangat sepi. Tidak begitu banyak aktifitas yang terjadi di terminal terbesar di Gunungkidul tersebut.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata7 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler