fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Jumlah Lansia di Gunungkidul Terus Menurun

Published

on

Wonosari, (pidjar.com)- Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus berupaya memberikan perhatian terhadap penduduk dari kalangan lanjut usia (lansia) dengan meningkatkan penjangkauan bantuan. Lansia di Gunungkidul sendiri umumnya mempunyai kemampuan ekonomi yang pas-pasan dan sangat rentan terganggu dalam hal kesehatan.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Gunungkidul, Winarto, menyampaikan, menurut data yang pihaknya miliki, jumlah lansia di Gunungkidul dalam empat tahun terakhir ini terus mengalami penurunan. Pada tahun 2018 tercatat sebanyak 18.240 orang, pada tahun 2019 turun menjadi 15.887 orang, karena pandemi pada tahun 2020 tidak melakukan pendataan sehingga bertahan di 15.887 orang, dan pada tahun 2021 tercatat 13.880 orang.

“Kami sementara hanya dapat memenuhi bantuan kebutuhan dasar saja, seperti bantuan permakanan,” terang Winarto, Kamis (21/10/2021).

Sejak tahun 2018, ia menyampaikan jika bantuan kepada para lansia sudah melalui Program Keluarga Harapan (PKH) yang mendapat santunan uang. Ia mengungkapkan jika dalam penyaluran bantuan, belum semua lansia mendapatkan bantuan yang tersedia. Selain itu, belum adanya program-program kreatif untuk memberdayakan para lansia menjadi tantangan tersendiri bagi pihaknya.

“Kami belum sampai ke sana, saat ini hanya masih terbatas untuk kebutuhan dasar saja,” papar dia.

Dalam penanganan lansia terlantar, Winarto mengungkapkan jika di Gunungkidul sudah muncul sejumlah panti yang khusus untuk menampung dan menangani lansia-lansia yang selama ini terlantar. Dengan dimasukannya ke panti, maka lansia dapat terkontrol oleh petugas di sana.

“Nanti kita rehabilitasi sosial ke panti, misalnya di Panti Almarina di Kapanewon Karangmomojo,” ucapnya.

Ia mengakui banyak lansia yang selama ini jauh dari jangkauan keluarganya. Kebanyakan lansia hidup sendiri ataupun berdua bersama pasangannya. Dengan kondisi seperti itu, tak menutup kemungkinan para lansia dapat merasa kesepian dan rentan terhadap serangan penyakit mengingat tak jarang lansia yang mengidap penyakit tua. Selain itu, jika lansia tak diperhatikan dengan serius, potensi untuk melakukan tindak bunuh diri juga semakin besar.

“Jadi kalau materi itu saya rasa para lansia sudah tidak memikirkannya ya, yang penting kebutuhan dasarnya terpenuhi. Malah perhatian dari orang-orang terdekat itu yang penting,” beber Winarto.

“Memang lansia itu perlu diberikan pendampingan, dikunjungi, diaruhke, memberikan sedikit perhatian kepada lansia. Itu kan juga proses agar lansia tidak melakukan bunuh diri,” sambung dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler