Pemerintahan
Kasus DBD Mulai Merangkak Naik, Kawasan Perkotaan Jadi Perhatian
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Memasuki musim penghujan yang sudah mulai turun di wilayah Gunungkidul, Dinas Kesehatan Gunungkidul mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungannya agar tak menjadi sumber penyakit, khususnya Demam Berdarah Dengue (DBD). Merujuk pada data Badan Pusat Statistik Gunungkidul, penderita DBD dalam tiga tahun terakhir selalu mengalami kenaikan. Misalnya pada tahun 2018 tercatat sebanyak 124 orang penderita DBD, tahun 2019 naik menjadi 576 penderita, dan tahun 2020 kembali naik menjadi 798 penderita DBD. Sementara untuk tahun 2021 ini, terjadi penurunan yang signifikan berkaitan dengan kasus DBD di Gunungkidul.
Namun beberapa bulan ini, kasus DBD di Gunungkidul sendiri mulai merangkak naik. Meski jumlah kenaikan belum signifikan, akan tetapi tentunya perlu dilakukan antisipasi agar penyakit ini tak menyebar secara luas. Kawasan perkotaan sendiri menjadi jumlah penyumbang kasus terbanyak.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty, saat ditemui di kantornya mengungkapkan, penderita DBD di Gunungkidul tiap tahunnya selalu ada. Dalam catatannya, pada tahun 2021 hingga bulan Oktober 2021 ini dilaporkan sebanyak 70 kasus DBD di Gunungkidul. Dengan sudah masuknya musim penghujan, media perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti yang melalui air patutnya lebih diperhatikan oleh masyarakat. Jangan sampai kemudian, pada masa musim penghujan ini diisiringi dengan kenaikan kasus.
“Setiap bulannya merata ya, yang terbaru penambahan bulan Oktober 2021 ini sebanyak 15 orang,” ucapnya, Jumat (05/11/2021).
Dari hasil pemetaan kerawanan DBD, wilayah perkotaan menjadi daerah endemis penularan DBD tiap tahunnya. Hal tersebut menjadikan masyarakat wilayah perkotaan perlu lebih memperhatikan lingkungan sekitarnya agar nyamuk Aedes Aegypty tidak berkembang biak di sana.

“Wilayah endemis itu yang setiap tahunnya selalu ada kasusnya, seperti di Wonosari, Karangmojo, Playen itu setiap tahunnya pasti ada,” sambung Dewi.
Menurutnya, munculnya kasus DBD dapat dicegah sendiri oleh masyarakat. Seperti membiasakan melihat apakah ada genangan air di sekelilingnya atau tidak hingga menggunakan obat untuk mematikan jentik-jentik nyamuk Aedes Aegypti. Berdasarkan situasi epidemiologis selama ini, kemunculan kasus DBD erat kaitannya dengan musim karena berkaitan dengan siklus kehidupan nyamuk Aedes Aegypti.
“Sekarang kita sudah memasuki musim hujan, ini kita harus lebih sigap lagi mencegah bagaimana agar nyamuk ini tidak berkembang biak,” ujar dia.
Ia menghimbau kepada masyarakat agar tidak membiarkan adanya air tergenang di sekeliling rumah selama lebih dari satu minggu. Karena air sesedikit apapun dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk penular DBD. Masyarakat juga perlu merapikan benda-benda bekas yang dapat menampung air juga perlu dilakukan sesegera mungkin dalam pencegahan DBD.
“Intinya bersih-bersih di sekeliling rumah paling tidak seminggu sekali. Insyaallah kalau setiap minggu melakukan itu nyamuknya tidak bisa berkembang,” tutup Dewi.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized2 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
