Politik
Kemajuan Wanita Gunungkidul di Tengah Estafet Kepemimpinan Pasca Bupati Badingah
Tepus,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Selama kurun waktu 10 tahun terakhir ini, kalangan perempuan Gunungkidul dimanjakan oleh program-program pemerintah. Tak dipungkiri bahwa program-program ini mampu membuat perempuan-perempuan Gunungkidul jauh lebih berkembang. Sejumlah organisasi masyarakat yang digawangi kaum perempuan terus terbentuk dan mendapatkan perhatian dari pemerintah.
Sebuah hal yang mungkin sangat dimaklumi mengingat dalam kurun waktu tersebut, Bupati Badingah menjadi orang nomor satu di Gunungkidul. Sebagaimana diketahui, Badingah memang sangat concern kepada kaum wanita di Gunungkidul. Selain menghidupkan kiprah kaum perempuan dengan berbagai macam kelompok yang dibinanya, Badingah juga dengan berani mengorbitkan para perempuan untuk menduduki sejumlah jabatan penting di lingkungan birokrasi maupun BUMD. Saat ini, sejumlah Kepala Dinas seperti misalnya Dinas Sosial atau Dinas Kesehatan dijabat oleh perempuan. Selain itu juga ada Direktur Utama Bank Dagang Gunungkidul (BDG) yang juga dijabat perempuan.
Bangkitnya perempuan Gunungkidul ini sangat dirasakan oleh Calon Wakil Bupati Gunungkidul daei nomor urut 2, Martanty Soenar Dewi. Ia menyebut bahwa momentum ini harus terus dilanjutkan agar perempuan bisa semakin maju.
Martanty memaparkan bahwa kebijakan Badingah bisa menjadi pondasi utama pembangunan wanita Gunungkidul ke depan. Diyakininya, dengan niat baik yang dirintis pemerintah serta para wanita yang mulai berangsur-angsur sadar perihal posisinya, sektor ini bisa terus dimaksimalkan dan menjadi salah satu modal Gunungkidul dalam menyongsong kemajuan.
“Kita sadari bersama bahwa era pemerintahan Bu Badingah ini memang terkendala oleh waktu di mana setelah 2 periode beliau tak lagi bisa menjabat. Sehingga ada sejumlah program yang harus terus dilaksanakan bagi kaum wanita,” ucap Martanty di sela-sela mengikuti kegiatan senam bersama puluhan ibu-ibu di Kapanewon Tepus beberapa waktu silam.

Estafet kepemimpinan pasca pemerintahan Badingah disebut politisi Golkar ini sebagai salah satu momen penting masa depan wanita Gunungkidul. Dalam hal ini Martanty menegaskan perlunya keterwakilan perempuan dalam pucuk kepemimpinan di Pemkab Gunungkidul agar program-program prioritas untuk kaum wanita bisa terus digelontorkan. Ia khawatir, tanpa adanya keterwakilan perempuan, program-program ini tak akan maksimal digelontorkan.
“Saya sudah banyak keliling bertemu masyarakat dan kita tetap sepakat bahwa wanita Gunungkidul harus semakin maju,” tandasnya.
Pemberdayaan perempuan sendiri masih menjadi perhatian dari Badingah. Ia mengungkapkan bahwa ia mendapatkan pesan dari Badingah agar senantiasa memberikan prioritas kepada perempuan Gunungkidul melalui program-program pemerintah. Hal ini menjadi sangat penting lantaran kemudian bisa menjadi pemacu kegiatan.
Program-program pemberdayaan perempuan sendiri telah mendapatkan respon positif dari Calon Bupati nomor urut 2, Immawan Wahyudi. Ia dan Immawan sepakat akan melanjutkan kebijakan-kebijakan Badingah yang pro terhadap perempuan.
“Pesan ini selalu saya pegang dan Insya Allah jika saya menjabat, saya akan melanjutkan kebijakan beliau,” sambung wanita yang berpasangan dengan Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi ini.
Sejumlah sektor berkaitan dengan perempuan akan menjadi prioritasnya langsung setelah menjabat. Salah satu titik berat adalah pemberdayaan wanita di sektor perekonomian. Ia dan Immawan Wahyudi saat ini telah menggagas dan melaksanakan program Ayo Gass. Dalam perkembangannya, program ini mendapatkan antusiasme yang sangat besar dari kalangan perempuan. Dari ribuan anggota yang terdaftar dan aktif pada program ini, hampir 95% diantaranya adalah kaum perempuan.
Setelah diluncurkan sejak 2 bulan silam, program Ayo Gass ini memang telah menyasar 18 kapanewon di Gunungkidul. Ada kelompok-kelompok usaha di puluhan desa dan ratusan padukuhan yang telah mendapatkan pelatihan, pendampingan dari tim Ayo Gass. Beberapa diantaranya bahkan telah memulai proses produksi dengan bantuan pendanaan modal usaha dari Ayo Gass. Geliat kaum perempuan untuk bangkit di sektor ekonomi ini menjadi semangat Martanty untuk terus memajukan wanita Gunungkidul.
“Selain perekonomian tentu ada sektor-sektor lainnya yang kita rencanakan mendapatkan prioritas, seperti misalnya Kelompok Wanita Tani, Posyandu, hingga Persatuan Wanita Olahraga Indonesia. Ini harus terus dipacu untuk majunya kaum perempuan Gunungkidul,” pungkas dia.
-
Info Ringan4 minggu yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa4 minggu yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan4 minggu yang laluResep Soto Tangkar
-
Kriminal1 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa7 hari yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial5 hari yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Peristiwa3 minggu yang laluLaka Maut Dinihari, Pemotor Tewas Dihantam Pick Up
-
Pemerintahan2 hari yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized2 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Pemerintahan3 minggu yang laluPrihatinnya Kalangan Dewan, Pelaku Bunuh Diri Mulai Merambah Remaja Hingga Anak
-
Peristiwa3 minggu yang laluPeriode Maut Jalanan Gunungkidul, Ratusan Kecelakaan Puluhan Korban Meninggal Dunia
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Beruntun di Baleharjo Gunungkidul, Pengendara Vixion Meninggal Dunia
