Pendidikan
Libur Terlalu Lama, Kepala Sekolah Temukan Siswanya Gondrong Hingga Berambut Merah
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)- Akibat adanya pandemi covid19 pada sektor pendidikan, semua aktifitas pembelajaran dilakukan secara online. Setelah setahun lebih skema pembelajaran online ini dilaksanakan. Saat ini, meski sudah ada lampu hijau berkaitan dengan kembali diberlakukannya pembelajaran tatap muka, namun masih belum ada rencana pasti dari pemerintah. Yang menarik, selama pembelajaran jarak jauh ini menimbulkan perubahan pada perilaku dan penampilan siswa.
Kepala SMPN 4 Wonosari, Sutotok Sudar mengungkapkan, pihaknya masih menunggu instruksi lebih lanjut dalam menggelar pembelajaran tatap muka di sekolah. Ia tak memungkiri, lamanya pelaksanaan pembelajaran jarak jauh ini terdapat sejumlah siswanya yang mengalami perubahan perilaku dan penampilan. Terbatasnya pertemuan antara guru dengan siswa memang membuat pihaknya tak leluasa melakukan pengawasan maupun penertiban terhadap disiplin siswa. Meskipun demikian, ia tetap melakukan pengawasan agar siswa tak melakukan perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
“Pernah kemarin pas siswa datang mau latihan ujian, ada yang dicat rambutnya, ada juga yang gondrong,” jelas Sutotok, Senin (13/09/2021).
Sutotok sendiri mengaku sempat terkejut dengan penampilan sejumlah siswanya tersebut. Ia langsung memberikan teguran dan meminta para siswa untuk memperbaiki penampilan mereka.
“Yang gondrong saya suruh potong rambut, yang rambutnya disemir merah saya minta dikembalikan ke warna hitam,” beber dia.
Frekuensi waktu bermain siswa yang makin luang dan lingkungan bergaul siswa diduga mengubah perilaku dan penampilan mereka. Menyikapi hal tersebut, ia telah memerintahkan kepada para wali kelas untuk melakukan pengawasan berkala kepada anak didiknya. Hal ini penting agar kemudian para siswa juga bisa sedikit terkontrol.
“Wali kelas diwajibkan melakukan video meeting untuk menjalin interaksi dengan siswa. Selain untuk edukasi, juga untuk melihat adakah perubahan penampilan pada siswa,” sambungnya.
Ia mengungkapkan, selama ini dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh, tak luput dari berbagai hambatan. Misalnya saja kepemilikan media pembelajaran seperti laptop atau gawai yang tidak merata, koneksi jaringan tiap rumah siswa yang kurang lancar dan terhambatnya pembangunan karakter.
“Tapi untuk siswa yang kesulitan pembelajaran jarak jauh kami sediakan fasilitas di sekolah dengan protokol kesehatan yang ketat,” papar Sutotok.
Dalam hal vaksinasi pelajar, ia mengungkapkan jika telah melakukan vaksinasi terhadap 350 siswa dari 422 siswanya. Ia mengaku sebagian siswanya yang tidak mengikuti vaksin lantaran masih takut. Ia pun menyerahkan hal tersebut pada keluarga dan mengajak agar siswa tersebut mau divaksin demi kepentingan bersama. Ia berharap dengan nantinya seluruh siswa telah divaksin, pembelajaran tatap muka secara terbatas segera dapat dilaksanakan.
Untuk menyiapkan pembelajaran tatap muka, pihaknya kini tengah menyiapkan skema transisi ataupun adaptasi bagi siswa dan guru. Terkhusus kemudian kepada para siswa baru yang memang hingga saat ini belum pernah bertemu dengan teman-temanya.
Menganggapi hal tersebut, Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Kiswara, menambahkan, sudah ada sejumlah laporan dari sekolah-sekolah yang mengalami perubahan perilaku dan penampilan para siswanya selama diselenggarakannya pembelajaran jarak jauh.
“Ya kita memahami perubahan itu, semoga nantinya dengan pembelajaran tatap muka bisa mengurangi perilaku tersebut. Karena ada pengawasan dan edukasi dari guru dan sekolah,” ucap Kiswara.
-
Uncategorized2 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized7 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial3 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized2 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized2 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
