fbpx
Connect with us

Sosial

Musim Kemarau, Waspada Kebakaran

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Memasuki musim kemarau, warga diminta lebih waspada terhadap ancaman bencana kebakaran. Dalam kondisi yang kering seperti yang terjadi ketika musim kemarau, sedikit penyebab saja bisa memicu kebakaran yang lebih luas.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Gunungkidul, Diyono mengungkapkan, potensi kebakaran saat mulai masuk ke musim kemarau memang sangat besar. Berdasarkan data yang masuk setiap tahunnya, peristiwa kebakaran cenderung mengalami peningkatan selama bulan kemarau. Seperti pada tahun 2017 lalu, sebanyak 19 kasus kebakaran terjadi saat musim kemarau.

"Kejadian kebakaran ini terjadi pada bulan Juli hingga Agustus 2017," kata Diyono, Sabtu (26/05/2018).

Tak hanya rumah, pada saat musim kemarau seperti ini, ancaman kebakaran juga mengancam lahan. Dahan maupun dedaunan yang kering akan sangat mudah tersulut sumber api yang pada akhirnya memicu terjadinya kebakaran.

Pada tahun 2018 ini sendiri mulai masuk ke bulan Mei, yang merupakan masa awal musim kemarau, kebakaran mulai sering terjadi. Tercatat sedikitnya ada 5 kasus kebakaran yang ditangani oleh pihaknya.

“Kalau yang sekarang-sekarang ini masih paling banyak bangunan. Terakhir kita menangani kasus kebakaran kandang ayam,” tutur dia.

Diyono menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada terkait kebakaran terutama pada saat masuk musim kemarau. Sedikit saja keteledoran, kebakaran bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.

Adapun penyebab kebakaran selain karena kesalahan teknis, korsleting listrik, tapi tak jarang juga karena keteledoran manusia. Kesalahan seperti lupa mematikan api kompor dan tungku masak, juga ketika membakar sampah secara sembarangan sering sekali menjadi pemicu kebakaran.

“Api bisa dengan mudah merembet dan membesar di barang-barang yang dalam keadaan kering,” pungkas dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler