Pemerintahan
Pelayanan Adninistrasi di Kapanewon Gedangsari Kini Tak Lagi Perlu Lampirkan Kartu Vaksin
Gedangsari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Selepas dicabutnya kebijakan PPKM secara nasional oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo beberapa waktu lalu, nampaknya sejumlah kebijakan di daerah juga mulai menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Seperti halnya dengan persyaratan layanan masyarakat di Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul. Di mana syarat pencantuman kartu vaksin dalam pengajuan layanan di pemerintahan juga telah dicabut.
Panewu Gedangsari, Eko Krisdiyanto mengatakan, berdasarkan hasil rapat yang dilakukan oleh pemerintah kapanewon bersama dengan unsur lainnya, menyepakati persyaratan kartu vaksin dalam mendapatkan layanan pemerintah juga dicabut. Adapun hal ini menyesuaikan dengan kondisi wilayah dan lainnya.
“Untuk mendapatkan layanan kependudukan, saat ini di Gedangsari tidak perlu melampirkan kartu vaksin,” ucap Eko.
Sebagian besar masyarakat di Gedangsari sendiri disebut Eko sudah melakukan vaksinasi sesuai dengan arahan pemerintah. Saat sekarang ini banyak yang mengatakan masa transisi dari pandemi menjadi endemi. Sejumlah strategi pun diterapkan untuk menuju kondisi yang lebih baik.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul Sri Suhartanta mengatakan, kesiapan memasuki masa transisi pandemi menjadi pandemi telah dibahas oleh Pemkab Gunungkidul. Menyikapi kondisi tersebut, sejumlah program masuk dalam program strategis tahun 2023 yakni berkaitan dengan fasilitas kesehatan. Di mana pemerintah merencanakan akan ada pembangunan sejumlah faskes. Salah satunya pembangunan laboratorium (lab) kesehatan di Siraman, Wonosari. Keberadaan laboratorium dipandang mampu mendukung penanganan 3T (testing, tracing, treatment) Covid-19 dan pembangunan ruang rawat inap di RSUD Saptosari.

“Peningkatan faskes sangat vital untuk upaya penanggulangan Covid-19. Termasuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan pada masyarakat,” Sekda Gunungkidul.
Belum lama ini Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan dimanapun berada meski PPKM sudah ditidak diberlakukan kembali.
Pencabutan status PPKM ini merupakan upaya pemerintah dari strategi transisi pandemi menjadi endemi. Hal yang harus dipastikan adalah intervensi pemerintah secara bertahap diturunkan, kemudian meningkatkan partisipasi masyarakat dalam hal keperdulian kesehatan.
Terkait dengan kebijakan pemerintah pusat ini, Bupati Gunungkidul merespon dengan baik. Menurutnya sejauh ini Kabupaten Gunungkidul sudah siap menghadapi masa transisi. Terlebih daerah ini sudah lama menduduki status PPKM Level 1.
“Kasus covid19 di Gunungkidul sudah landai. Aktiviras masyarakat juga perlahan mulai normal,” ucap Sunaryanta.
Pun demikian dengan kesadaran warga untuk pencegahan dan penanganan sudah baik, masyarakat sebagian besar sudah mengikuti program vaksinasi covid19 sesuai dengan arahan pemerintah. Kendati demikian, ia menegaskan masyarakat tetap diminta untuk tidak sepenuhnya terlena dengan kondisi yang sudah landai ini. Prokes tetap harus diterapkan dimanapun berada.
“Setelah ada kebijakan resmi dari pemerintah pusat terkait PPKM dicabut silahkan masyarakat seperti apa tapi kesehatan itu penting, sebisa mungkin tetap berhati-hati menjaga kesehatan diri sendiri maupun lingkungan,” tegas dia.
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized4 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized4 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized3 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluKemarau Panjang, 53 Kejadian di Gunungkidul Hanguskan 51 Hektare
-
Uncategorized2 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
