Connect with us

Pemerintahan

Pemerataan Pariwisata, Pemerintah Genjot Sektor Utara

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Periwisata berupaya terus mengembangkan sektor wisata di bagian utara. Hal tersebut ditujukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan pariwisata di Gunungkidul. Saat ini, ujung tombak pariwisata di Gunungkidul masih berkutat pada kawasan selatan dengan pantai selatannya. Di kawasan utara sendiri, meski telah banyak bermunculan obyek-obyek wisata baru, namun masih belum bisa menandingi kedigdayaan pantai selatan. Diharapkan nantinya jika pariwisata di Gunungkidul utara bisa berkembang, dampak pariwisata bisa dirasakan lebih besar oleh masyarakat Gunungkidul.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Harry Sukmono mengatakan, pihaknya saat ini berupaya menambah jumlah destinasi wisata baru di Gunungkidul. Saat ini yang menjadi perhatian adalah pengembangan pariwisata di sektor utara Gunungkidul.

Hari memaparkan bahwa pemerintah telah berupaya maksimal dalam mengembangkan pariwisata di kawasan utara. Sejumlah wahana maupun fasilitas terus dibangun. Salah satu yang menjadi unggulan adalah wahana flying fox di Kecamatan Gedangsari.

Berita Terkait  Selesai Cetak, Puluhan Ribu KIA Siap Dibagikan ke Masyarakat

“Kami berupaya meningkatkan kunjungan dengan menambah destinasi wisata baru, seperti yang ada di Kecamatan Gedangsari dengan flying fox yang merupakan terpanjang di ASEAN,” ujar Harry, Kamis (08/11/2018).

Ia mengatakan dengan membuat destinasi wisata baru di zona utara dapat menyebarkan wisatawan yang berkunjung di Gunungkidul. Sehingga wisatawan tidak hanya terkonsentrasi di kawasan selatan atau pantai.

“Sekitar tahun 2010, pemerintah sudah berupaya untuk memberikan alternatif destinasi wisata seperti di Gunung Api Purba Nglanggeran, Gua Pindul, Kali Suci, dan sejumlah lokasi lainnya,” imbuhnya.

Panorama di Embung Nglanggeran

Membludaknya wisatawan yang datang ke Gunungkidul disebut Hari akan mampu mendongkrak jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Selama ini, setiap tahunnya, jumlah PAD pariwisata terus meningkat.

Lebih jauh ia memaparkan, hingga memasuki bulan November 2018 ini, PAD pariwisata sudah tercapai sebesar Rp 20.671.143.670. Meski belum memenuhi target, namun pihaknya optimis mampu melampaui target yang ditetapkan dalam sisa waktu yang ada.

Berita Terkait  Jembatan Wonolagi Akhirnya Kembali Dibangun Pasca Hancur Akibat Banjir, Peletakkan Batu Pertama Kental Nuansa Politis

“Untuk target retribusi adalah Rp 28.246.144.000. Kita optimis bisa mencapai target PAD. Selain itu kita juga optimis dalam pemenuhan target kunjungan wisata yang sebesar 3.184.286 wisatawan. Masih ada libur natal 2018 dan tahun baru 2019,” kata dia.

Sementara itu, pengelola Desa Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Sugeng Handoko menambahkan, pengembangan wisata yang sistemik menjadi kunci keberhasilan yang utama. Ia berpendapat, untuk menambah kunjungan wisatawan yang hadir adalah dengan cara kolaborasi. Sebab destinasi wisata menurutnya tidak dapat berkembang sendirian.

“Ini berkaitan erat dengan managemen pengelolaan wisata di Gunungkidul. Jika tetap ingin eksis, harus berkolaborasi antar destinasi. Sedangkan peran pemerintah bisa menjembatani dengan melakukan arahan serta pendampingan,” tutup dia.

Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

unique visitors counter