Connect with us

Pemerintahan

Pernikahan Ratusan Pasangan Warga Saptosari Belum Sah Secara Negara

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pengadilan Agama Wonosari menjalin kerjasama dengan Kementerian Agama Wonosari dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses isbat pernikahan. Isbat sendiri sangat berguna untuk mendapatkan legalitas pernikahan yang sah secara Negara. Sebagaimana diketahui, di Gunungkidul sendiri masih banyak pernikahan, khususnya yang dilakukan oleh pasangan-pasangan yang saat ini telah lansia, hanya dilaksanakan secara adat maupun agama.

Pada tahun ini, rencananya ada 70 pasangan yang akan mengikuti isbat nikah yang dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Dari jumlah tersebut, mayoritas akan didapatkan oleh Kapanewon Saptosari. Hingga saat ini, Kapanewon di pesisir selatan Gunungkidul ini memang memiliki pasangan terbanyak yang pernikahannya belum sah secara negara.

Kepala Disdukcapil Gunungkidul, Markus Tri Munarja mengatakan, MOU yang dilakukan oleh tiga instansi ini dimaksudkan untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan isbat pernikahan. Selama ini di Gunungkidul, pihaknya masih banyak menemukan pasangan suami istri yang belum memiliki legalitas secara negara dan hukum. Maka dari itu, untuk memperjelas status mereka kemudian dilakukan sidang isbat. Dengan proses ini, nantinya hubungan suami istri serta anak keturunannya jelas dan sah untuk negara.

Berita Lainnya  Perselingkuhan ASN Dengan Bidan Dilaporkan Istri, Ini Sanksi Bupati

“Kalau orang dulu yang sudah sepuh-sepuh itu kan pernikahannya tidak ada ketetapan hukum yang sah secara negara. Makanya dilakukan sidang isbat agar hubungannya disahkan secara hukum dan tercatat resmi secara hukum administrasi negara,” papar Markus Tri Munarja, Kamis (29/07/2021).

Menurut dia dengan adanya MOU ini, nantinya setelah disahkan oleh Pengadilan Agama, maka hasil sidang akan langsung diproses di Kementerian Agama dengan menerbitkan buku dan akte pernikahan. Selanjutnya juga dilanjutkan proses oleh Dukcapil yang akan merubah status pada dokumen administrasi.

“Selama ini masih banyak yang status pernikahan terdahulu belum tercatat secara negara. Itu kan berpengaruh pada status anak keturunan mereka. Pada akte kelahiran tidak tertulis anak pasangan dari tapi hanya dari seorang ibu. Nah kalau sudah diisbatkan maka nanti kita akan lakukan perubahan pada akte kelahiran serta KK. Jadi statusnya lebih jelas,” imbuh dia.

Pada tahun 2021 ini Pemerintah Kabupaten akan membiayai sidang isbat untuk 70 pasangan. Adapun fokus untuk isbat sendiri tahun ini berada di Kapanewon Saptosari. Sebab di wilayah tersebut masih banyak yang status perkawinan warganya yang belum tercatat dan belum memilik kekuatan hukum.

Berita Lainnya  Sembilan Kucing Milik Warga Semanu Mati Mendadak, Kenali Gejala FPV Yang Mematikan

“Kami fokuskan di Saptosari karena data yang kami miliki masih ada 543 pasangan yang belum memiliki dokumen pernikahan. Kalau jaman dulu kan nikah secara agama atau secara adat jadi belum secara negara,” tambah Markus.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Agama Wonosari, Rogiyah mengatakan MOU ini merupakan bentuk memberikan kemudahan kepada masyarakat yang akan mengakses layanan isbat. Menurutnya memang masih banyak masyarakat yang belum memiliki kejelasan status perkawinan mereka secara negata.

“Ini bentuk kemudahan pelayanan kami. Nantinya pernikahan yang belum disahkan secara negara akan disidangkan, kemudian akan diberikan akte dan buku nikah oleh Kementerian Agama,” papar Rogiyah.

“Nanti sistemnya kami jemput bola ke lokasi yang telah ditentukan. Jadi mereka lebih dimudahkan dan efisien dalam segala hal,”tutup dia.

Berita Lainnya  Pemkab Gunungkidul Siapkan 26 Miliar Untuk Program Makan Gizi Gratis

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata1 minggu yang lalu

Pria Asal Karangmojo Ditemukan Meninggal di Lereng Tanjakan Bulak Bogor Rongkop

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Rongkop,(pidjar.com)– Seorang pria berinisial DM (34), warga Padukuhan Kelor, Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, ditemukan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Onsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja ,(pidjar.com)– Menghadirkan perpaduan suasana pegunungan dengan nuansa Jepang, Onsen Resort Kaliurang menawarkan pengalaman menginap yang menyasar keluarga, pasangan,...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata4 bulan yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Berita Terpopuler